Selasa, 30 Agustus 2011

HATI (Cerpen by 1 :: yessoy_Bebeh)

 Oik POV
  Hari ini Alvin mengajaku berangkat bersama kesekolah,aku sangat senang mendengarnya dan tentu saja aku tak keberatan sama sekali dengan tawarannya itu.Hari ini juga hari pertama aku resmi menjadi gadis alvin.Ya,kemarin didepan semua anak-anak dikelas,alvin menyatakan cintanya padaku.Karena aku merasa nyaman didekat Alvin dan kami sudah cukup lama berteman,disamping itu alvin adalah anak yang sangat pintar disekolah,akhirnya aku menerima pernyataan cinta Alvin.Tapi ketika aku berkata ‘Ya’ malah terasa aneh,hatiku malah terasa sakit,berdenyut seolah tak menerima perkataanku,tapi aku tak menghiraukan itu.
----------------------------------------------------

Tiiiiiin ...tiiiin..
Suara klakson mobil terdengar didepan rumahku,pasti Alvin !

Aku bergegas memakai sepatu dan langsung menghambur menemui Alvin.Aku tak sempat berpamitan pada Bunda karena memang dia belum pulang,lembur katanya.

Ketika aku hendak membuka pintu gerbang,alvin sudah bersandar didepan mobilnya,dan ketika mendengar suara pagar bergesekan dia menoleh dan tersenyum.

“Pagi Cantik  “ Sapanya padaku
“Pagi jugaaaa “Jawabku lembut dan langsung berdiri dihadapannya
“Berangkat yuk ?! udah lumayan siang nih.”ajakku pada Alvin yang masih memperhatikanku

“Hey ! “ aku melambaikan tangan tepat didepan wajah alvin untuk menyadarkannya.
Alvin malah tersenyum dan menuntunku kebangku depan mobil.
“Ayoooo deh” responnya dan membukakan pintu untukku.

Dasar Alvin ! aku hanya tersenyum mendapat perlakuannya seperti ini.

Ketika mobil Alvin menuju sekolah,aku memeriksa PR ku untuk pagi ini,rasanya aku sudah mengerjakannya.Ketika aku melihat sampul buku yang tulisannya ‘MATEMATIKA’,pelajaran yang aku sukai tapi sulit untuk mengerjakannya,aneh memang kenapa aku menyukai matematika tetapi untuk mengerjakannya cukup sulit.

Aku membuka halaman buku yang semalam aku kerjakan.

“Ya ! ampun ?!” seruku kaget ketika melihat hasil pekerjaanku semalam
“Kenapa Ik?” Tanya alvin heran
“PR ku Vin ,”
“PR kamu kenapa ? belum dikerjain ?” Tanya Alvin lembut dan memandangku sekilas
“iyaaaa,heheh”jawabku cengengesan seperti anak kecil
“ckckc,kamu ini gak pernah berubah.jam pelajaran keberapa emang ? “
“Abis istirahat ini sih,tapi kan ini tugas remedial ulangan kemarin setiap anak dikasih soal yang beda.” Celotehku seperti mengadu

Yaaah,walaupun aku menyukai matematika,tapi kalau ulangan pasti kena remed,selalu !
“ckckckc,yaudah jam istirahat kita kerjain bareng-bareng deh,okeh ?” tawar alvin tersenyum dan tangan kirinya mengacak rambutku pelan.
“beneran ? asikkkkkk,hahah “ Jawabku senang dan kembali memasukan buku matematika ku.

----------------------------------------------------
Cakka POV

“Wah pasangan baru dateng tuh “ ucap Debo melihat sebuah mobil memasuki gerbang sekolah
“hah siapa ? si Alvin ? sama siapa ?” ucapku menyadari bahwa itu adalah kendaraan milik alvin
“Lo belum tau kka ? kemaren kan anak-anak sekelas geger sama tingkahnya si Alvin yang berani itu?”
“Nggak lah,orang kemaren gue sakit.emang kemaren ada apaan sih? ceweknya si alvin siapa?” Tanyaku penasaran
“Oh pantes aja,itu kemaren si Alvin nembak si Oik didepan anak-anak kelas kita.Gila tuh si Alvin ngambil resiko banget.Untung diterima kalo ditolak ? harga diri broow “ Ucap Debo terus memperhatikan Mobil Alvin yang sekarang berhenti diparkiran

Nyuuuuuuuuut..hatiku seakan berdenyut dan rasanya itu sakit,ketika mendengar Oik menerima cinta Alvin.Aneh,tapi memang setiap aku mendengar berita tentang Oik hatiku selalu terasa aneh.

“Hey ! kka lo ngelamunin apa ?! “ Debo menyadarkanku dari entah lamunan atau apa.
“nggak,udah yuk cabut ah ! bentar lagi bel” Elakku mengajak Debo pergi dari tempat tongkrongan kami dibangku dekat gerbang.
“Aneh lu ! “ jawan Debo dan menuruti ajakanku

Entah ketepatan waktu,enath takdir atau apa,ketika aku melewati parkiran,saat itu juga Alvin membukakan pintu untuk Oik dan entah kenapa aku melirik kejadian itu.Hati semakin berdenyut dan sakit,refleks aku memegang bagian dadaku.
Debo berjalan disebelahku dan tiba-tiba dia mendahului langkah ku berjalan menuju Alvin dan Oik.Astaga ! Debo ! terpaksa aku mengikutinya,karena kalau aku tak mengikutinya terlihat aneh saja.

“Hey brooo ! masih anget-angetnya nih ? “ sapa Debo merangkul bahu Alvin sekilas kemudian melepaskannya lagi.
“hahaa bisa aja Lo “ jawab Alvin sedikit canggung
“Hallooo Oik,tambah manis aja sih “ Goda Debo ,aku hanya tersenyum mendengarnya
“hahah bisa aja lo , tapi makasiiih ,heheh “ jawab Oik manis
“Kka lo ko diem sih kaya orang bego gitu ? “ Heran Alvin melihat Cakka hanya menyaksikan adegan didepannya
“biasa lagi PMS dia,jadi males ngomong “ Goda Debo
“sialan lo ! “ jawab Cakka
“ahahah “ Alvin dan Debo tertawa mendengar reaksi Cakka
“Oh iya gue duluan ya “ Pamit Alvin pada Cakka dan Debo dan menggenggam tangan kanan Oik
“Yuk Ik ! “ ajak Alvin

Nyuuuuuttt ,Lagi-lagi Cakka merasakan sakit di ulu hatinya
“Duluan ya Deb....” pamit Oik pada Debo
“kka...”tambah Oik sedikit aneh dengan ekspresinya

Ah aku ini kenapa,antara aku dan Oik itu udah gak ada apa-apa lagi,forget it Caka ! Oik udah milik orang lain,harusnya kamu bahagia ngeliat Oik bisa bahagia.Yah !
-------------------------------------------------------
Jam istirahat Alvin sudah mengajak Oik kekantin,dan aku merasakan hal aneh itu lagi disini ! dihatiku ! Mereka berdua sangat ceria kelihatannya sih bahagia ? entahlah itu urusan mereka.

“Hey kka ! bengong aja , kantin yuk ! “ Debo mengagetkan lamunanku
“Ah elu kebiasaan banget ngagetin gue gini.Pergi deh ntar gue yusul.”
“Ah gak asik lu,ayo deh kka ! “ Debo memaksaku
“Ah kaya cewek lu bawel setengah idup “ Jawabku dan bangkit menuju kantin bersama Debo
“Nah gitu dong ! itu baruu sohib gue haha “ Ucap Debo senang
“ya ya ya “

Saat memasuki kantin lagi-lagi aku harus melihat hal yang sangat tak ingin kulihat.Alvin dan Oik , terlihat mesra ketika ‘sepertinya’ Alvin membantu Oik mengerjakan sesuatu.
“kka duduk sebelah sini aja ya ! “ Debo langsung duduk dimeja yang berjarak satu meja dari meja Oik dan Alvin.
“serah deh “ ucapku pasrah,apa boleh buat tempatnya udah lumayan penuh

Sepertinya Oik menyadari kedatanganku,dan sekilas dia memandangku dan tersenyum,dengan kikuk aku membalas senyumannya kemudian dia melanjutkan kegiatannya bersama Alvin.
Debo kusuruh untuk memesankan makanan dan minumanku ke etalase kantin.

Tiba-tiba seorang wanita menghampiri mejaku,dan ternyata dia lagi.
“Halooo cakka,boleh ikutan duduk sini gak ? tempatnya udah penuh semua nih “ Sapa dan pintanya manis membawa sepiring makanan dan minuman pesanannya.
Karena tak tega aku persilahkan saja,toh kantin ini milik sekolah,dan fasilitas untuk muridnya.
“Oh,silahkan “ jawabku ramah
“makasiiih “ jawabnya tak kalah ramah

Dia Shilla,kata anak-anak sih Shilla menyukaiku.Tapi,entahlah aku tak peduli.Karena selama ini sikapnya biasa-biasa saja ketika dekat denganku,Cuma sedikit lebih ‘perhatian’.
--------------------------------------------
Oik POV

Sejak tadi aku tak bisa fokus pada soal Matematika didepanku ini,lebih tepatnya tak fokus pada penjabaran Alvin.Kasian Alvin udah capek-capek ngejelasin eh aku nya malah gak fokus gini.

Apa perlu pindah ke kelas aja supaya aku fokus ? karena jujur sejak Shilla duduk dimeja Cakka,mata ku tak pernah berhenti untuk terus memperhatikannya.Walaupun hanya sekilas-sekilas karena takut yang diperhatikan menydarinya.
Ketika kali ini aku melirik kearah meja Cakka,Shilla menyuapi Cakka dengan makanan miliknya.

Nyuuuut ulu hatiku mendadak berdenyut sakit seperti kemarin-kemarin dan refleks aku memegang dadaku cukup kuat untuk menahan nyeri itu.Ketika aku menahan nyeri didadaku,cakka melihatku.Melihatku sedang memperhatikannya,melihatku tak fokus dengan pekerjaanku,melihatku sedang menahan sakit ini.Dan ekspresinya diluar dugaan ku,wajahnya terlihat peduli dengan keadaanku,dan terlebih sepertinya dia senang aku perhatikan.

Aneh,tadinya kukira Cakka sudah tak peduli dengan keberadaanku,dengan apapun yang terjadi padaku.Tapi kali ini cara dia menatapku menggoyahkan hatiku.Ya tuhan ! apa yang aku fikirkan ini aku sudah mempunyai Alvin,aku sudah bukan apa-apanya Cakka lagi.

Aku mengalihkan pandanganku kepada buku matematika ku setelah sepersekian detik mataku beradu dengan mata Cakka.
“Vin ...” ucapku pada Alvin yang sedang asik menerangkan
“Ya ? kenapa ik ? “ Alvin mengalihkan perhatiannya padaku
“bisa gak kalo kita kekelas aja , disini terlalu rame,aku gak fokus. “ pintaku pada Alvin sedikit berbohong
“Oh yaudah,aku lupa kalo kamu paling gak bisa belajar ditempat kaya gini.Maaf ya sayang “ Jawab Alvin mengacak rambutku pelan dan memanggilku ‘sayang’ ?! baru pertama kali Alvin memanggilku dengan sebutan ‘sayang’.

And then ? hatiku gak bereaksi apa-apa ketika alvin manggil aku ‘sayang’.Beda dengan Cakka.
Setiap kata yang cakka ucapkan untukku pasti hatiku berdesir,sependek apapun kata yang dia ucapkan.Ah ! kenapa lagi-lagi Cakka yang aku fikirkan ! Ayo Oik,kamu harus bisa lupain dia,kamu harus bisa melangkah tanpa Cakka.

“Hey ! ayo kenapa kamu malah bengong ?! “ Alvin membuyarkan lamunanku
“Aaah,iya iya “ Aku melangkah dibelakang alvin dan tangan kiriku seperti biasa digenggamnya
Fikiranku tak bisa kukendalikan,lagi-lagi hatiku yang mengendalikan,aku menengok kearah Cakka.Dan dia pun memperhatikanku melangkah digandeng Alvin keluar dari kantin.

Gimana aku bisa lupain Cakka kalo hati sama fikiranku gak pernah sejalan ?! selalu berbeda kehendak !Fikiranku selalu berusaha keras untuk melupakan yang pernah terjadi antara Cakka dan aku,tapi hatiku menuntunku kearah yang  berlawanan.Sangat menyiksaku !

-------------------------------------------------------

Writer POV

Hal yang dialami Oik terjadi persis pada Cakka.Keduanya sama –sama menolak kata hati mereka masing-masing bahwa mereka masing saling membutuhkan,masing saling mencintai,masih saling ingin menyayangi satu sama lain.Mereka lebih mementingkan ego masing-masing.
Dulu ketika masih SMP,Cakka dan Oik adalah pasangan kekasih yang sangat serasi,keduanya membuat iri semua pasangan yang melihatnya karena mereka saling melengkapi.
Dan sesuatu hal datang dan membuat mereka seperti sekarang ini.Sama-sama diam tak ada yang mau mengalah,padahal dihatinya mereka sudah sangat merindukan masa-masa ketika berdua.
Seseorang telah mengadu domba mereka berdua,sehingga Oik sempat membenci Cakka.Tapi ketika Oik mengetahui semua kebenarannya,dia terlambat.Oik sudah terlanjur mengucapkan sumpah serapah yang tak sepantasnya ia ucapkan kepada cakka dan ditambah kabarnya Cakka sudah mempunyai pengganti Oik.Dan itu semua membuat Oik putus asa.
“oh..jadi ?! selama ini kamu Cuma jadiin aku barang taruhan ? gitu ! “ marah Oik meledak ketika mendengar percakapan antara Cakka dan beberapa teman Cakka ditempat tongkrongannya semasa SMP.
“Oik ?! “ Cakka sangat kaget melihat Oik telah ada dibelakangnya
“Loh,Ik ini semua gak seperti apa yang kamu denger dan kamu fikirin Ik,aku bisa jelasin “ Cakka memohon dan menggenggam tangan Oik,tapi naas Oik melepaskannya dan langsung berlinang air mata.
Merasa dibohongi habis-habisan oleh Cakka.
“eh,syad bilang dong kalo gue gak jadiin Oik taruhan .Jangan diem aja lo ! “ marah Cakka pada Irsyad sang profokator
“Loh ? emang itu kenyataannya kan kka ? udah lah udah ketauan ini.” Jawab Irsyad kalem,sungguh jawaban diluar dugaan Cakka.
Cakka memandang Oik dan Irsyad bergantian,sorot matanya mengatakan bahwa ‘please Ik,percaya sama aku’. Oik melangkah mundur hendak meninggalkan Cakka dan teman-temannya.
Cakka mengejarnya tapi Oik malah berlari dan menghentikan Taksi,dan Cakka tak berhasil mengejar Oik.Dia kembali pada Irsyad dan teman-temannya.
“Eh syad ! maksud lo apa HAH ?! lo mau fitnah gue didepan Oik ?! gitu ?! “ Habis sudah kesabaran Cakka,kini dia menggenggam erat kerah baju irsyad.
Yang ditanya malah tersenyum penuh kemenangan
“Hah ! anjing lo ! brengsek ! “ Sebuah pukulan melayang tepat di pipi kanan irsyad
-----------------------------------------
Mulai dari situ,Oik selalu menghindar ketika Cakka akan menjelaskan hal yang sesungguhnya.Hingga kini mereka SMA dan bersekolah disekolah yang sama lagi.
Tak ada kesempatan untuk Cakka,itu fikir Oik.Tapi lama kelamaan dia semakin tak bisa menahan keinginan hatinya untuk mendengarkan semua yang akan dijelaskan oleh Cakka.
Dan sekarang setelah semuanya menjadi seperti ini,setelah dia mempunyai Alvin setelah Cakka dekat dengan Shilla,Oik malah menunggu-nunggu penjelasan dari Cakka atas kejadian beberapa tahun yang lalu.Yang bisa dibilang hubungan yang menggantung dan masalah yang menggantung juga.Karena ego Cakka yang terus mengejar Oik tapi tak direspon Oik,dan ego Oik karena merasa dipermalukan sebagai barang taruhan itu.

-----------------------------------------------------------
Cakka POV

Hari ini sudah cukup membuatku sangat tersiksa,melihat Alvin dan Oik seperti itu,rasanya sangat tak rela.
Bingung harus bagaimana.Apakah tidak terlambat kalau aku menjelaskan peristiwa beberapa tahu yang lalu ? apakah Oik mau mendengarkan penjelasanku ? Tapi , gimana sama Alvin ? dia statusnya sudah menjadi pacar Oik ? Tapi aku juga gak mau tersiksa gini terus... ahhh
“Debo ! ya Debo ! “ Aku teringat akan keberadaan sahabatku yang satu itu
Aku mengambil BB ku dan men-dial No Handphone Debo di phonebook ku.
“Hey Deb ! lagi sibuk gak lu ? “ serobotku sebelum Debo mengatakan hallo dan sebagainya
“setdah ! ada angin apa lu tumben-tumbenan nelpon gue ? “
“Gue mau minta pendapat sekaligus solusi lu nih “
“solusi tentang apa ? “
“gue cerita ya nih,tapi lu janji harus kasih gue solusi “
“iya,iya..”
“Jadi gini,sebenernya Oik itu........”
Satu jam aku menghabiskan waktu untuk menceritakan semuanya pada Debo,entah dia mengerti duduk permasalahannya atau nggak,yang jelas aku merasa lega telah menceritakan beban ku ini.
Awalnya Debo tak percaya kalau aku dan Oik pernah menjalin hubungan ketika masih SMP,tapi setelah aku menceritakan semuanya,akhirnya dia percaya.
“jadi ? solusi lo gimana nih ? jujur gue gak sanggup lagi harus mendem semuanya  “
“ini menurut gue ya sob ya , lo kudu ngajak Oik ketemuan,tapi tanpa Alvin pastinya.Dan lo harus minta maaf sama dia,jelasin semuanya.Dan yang terpenting,lo harus ngungkapin perasaan lo sama dia selama ini “ saran Debo
“Gila aja lo ? Oik kan udah punya cowok,nanti kesannya gue ngancurin hubungan mereka dodol ! “
“elu yang dodol,gue bilangkan Cuma ngungkapin perasaan aja,bukan nembak ! lagian PD amat lo kalo Oik juga masih punya perasaan kaya dulu sama lo ? “
“ya gak tau Deb,tiba-tiba aja hati gue yakin banget kalo Oik tuh masih sayang sama gue “
“Yaudah deh terserah lo,intinya gue udah kasih solusi sama lo,udah dulu ya gue ngantuk ! bye ! “
“eh Deb ! Deb ! Debo ! ah resek nih, gue mau bilang makasih malah ditutup “

---------------------------------------------------------------------
Oik POV

Ini malam minggu pertamaku menjadi pacar Alvin,tapi sayang,katanya dia tak bisa kerumah seperti halnya kekasih mengunjungi kekasihnya di malam minggu.Dia harus menemani oma nya yang sendiri dirumah,ya jadilah aku hanya menghabiskan waktu dengan menonton DVD.Mana Bunda lembur lagi,jadi sendiri deh di rumah.Udah biasa juga sih.
Tapi tiba-tiba ada yang ngetok pintu tuh !
“siapa ? “ Tanyaku pada orang yang diluar tapi tak ada jawaban dan aku melihatnya dari balik jendela,tapi dia memunggungi pintu.Tapi sepertinya orang ini tak asing.
Aku memutuskan membukakan pintu .
“mau cari siapa ya ? “ Tanyaku pada orang itu yang masih memunggungiku.
Orang itu mengenakan jaket ungu dan celana jins yang mengecil dipergelangan kaki,terlihat keren sih dari belakang.Dan ketika Orang itu berbalik menghadapku,Ya tuhan !
“Malem Ik ... “ Sapa Cakka lembut dengan sorot mata yang mampu menggoyahkan hatiku,sorot mata yang sangat aku rindukan
“eh ? ma..malem “ jawabku kikuk
“bo..boleh bicara sebentar ? “ Cakka mengucapkan maksud tujuannya kesini
Sempat heran sih,tapi semuanya langsung jelas,Cakka pasti akan menjelaskan sesuatu hal yang sempat tertunda itu.Hatiku tak karuan,antara senang bercampur sedih dan tak sabar juga.
“boleh ? dimana ? diteras atau didalem ? “ Jawabku lebih santai dan rileks
“Di luar aja ya Ik ? “ jawab Cakka tak memilih tawaranku
“Oh yaudah,aku eh mmm gue ngambil switer dulu ,duduk aja dulu “ Jawab merasa bingung dengan aku atau gue
“oke ..” jawab Cakka kalem
Setelah beberapa menit,aku kembali keteras.
“udah siap ? “ Tanya Cakka ketika aku keluar dari dalam
Aku hanya mengangguk
“Bunda kamu masih lembur ? “ Tanya Cakka melihat kedalam rumah
Cakka,Cakka... masih inget aja kalo bundaku suka lembur.
“iya...” jawabku tersenyum
“Oh yaudah ayoo “ Cakka mempersilahkanku manaiki boncengan motornya
Dengan Canggung aku menuruti Cakka,dan tak lama kemudian Cakka menjalankan motornya dan membawa kami entah kemana,yang jelas hanya Cakka yang tahu.Entah kenapa aku tak menolak sedikitpun permintaan Cakka ini,padahal kalo difikir-fikir dengan hubungan kami yang kurang baik,harusnya aku tak mau diajak Cakka keluar rumah seperti ini pada malam minggu pula.Tapi hatiku kembali menjadi pemenang,aku menuruti kata hatiku dibawah alam sadarku.
-----------------------------------------------
Setelah 15 menit menyusuri jalanan dimalam hari,sepertinya aku mengenal tempat ini,dulu.Jalanan yang sepertinya penuh dengan kenangan-kenangan kami.Jalan menuju sekolah SMP ku dulu.
Tak lama setelah aku menydari dimana aku berada,Cakka menepikan motornya di depan bangku pinggir jalan tepat di depan sekolah SMP kami dulu.
Tempat ini ? Hatiku sakit sekaligus senang karena dengan berada disini,semua kejadian ketika kami SMP terputar begitu saja diingatanku.
Dan lagi-lagi refleks aku memegang dadaku,menahan denyutan dihatiku yang terasa linu,dan tanpa aku sadari Cakka melihatnya.
Kami sudah duduk dibangku favorit kami dulu.Beberapa menit tak ada yang memulai untuk berbicara,aku menunggu Cakka berbicara karena memang dia yang ingin mengatakan sesuatu padaku.
“emmm Ik ? “ mulai Cakka dengan nada entah bagaimana,karena aku tidak fokus karena menahan hatiku yang tak lagi berdenyut nyeri,kali ini rasanya tak tergambarkan.
“ya ? “ jawabku menoleh kearahnya dan dia pun menoleh kearahku,otomatis mata kami beradu disatu titik.
“kamu inget tempat ini ? “
“Inget,dan rasanya sakit inget ini semua .” Jawabku dengan nada memilukan
“maaf “ Kata Cakka dengan nada bersalah
“Maaf buat jadiin aku taruhan ? “ timpal ku ringan
“bukan itu,karena aku emang gak pernah jadiin kamu barang taruhan .” jelasnya pilu
“terus ? “
“maaf karena udah buat kamu menderita karena aku,maaf karena udah buat kamu sakit hati,maaf karena aku udah buat kamu nangis,maaf karena... “ cerocos Cakka yang membuat aku melongo,tapi ditengah perkataannya aku memotongnya
“maaf juga udah nuduh kamu yang nggak-nggak,maaf juga udah bikin kamu nyesel kaya gini..” Aku menghentikan kalimatku dan menoleh kearahnya,dia menatapku bingung
“aku udah tahu semuanya..” ucapku menggantung dan membuatnya melongo
“Aku tahu ketika kamu udah punya pengganti aku,jadi aku milih buat nyimpen semuanya sampai waktu yang tepat,dan aku fikir ini waktu yang tepat .”
“kamu tahu semuanya ? irsyad ? fitnah dan ngadu domba kita ? “ jawab Cakka senang
“ya..” jawabku tersenyum
Dadaku semakin bergetar hebat entah karena apa,lagi-lagi aku memegangnya untuk meredam getarannya,lagi-lagi Cakka melihatnya.
“kamu juga ngerasain itu ? “ tanya Cakka , membuatku tak mengerti
“dada kamu,kaya berdenyut gitu ?” tambah Cakka yang langsung membuat ku mengerti
“kamu kok tau ? “ aku malah balik bertanya
“aku sering ngerasain itu ketika kamu mesra-mesraan sama Alvin,entah kenapa tiba-tiba hati aku ngilu...nyeri...berdenyut gitu” penjabaran Cakka yang membuatku terperangah tak percaya.
“kok bisa kebetulan sama gini ya ? “ tanya ku tak mengerti,dan obrolan diantara kami sudah mulai tak kaku lagi
“mana aku tahu,mungkin tuhan nakdirin kita buat sama-sama kali “ Cakka malah menggodaku
“ih,apaan ? aku udah punya Alvin “ ceplosku yang berhasil membuat Cakka kembali memasang muka duka nya
Aku yang menyadari perubahan air mukanya,entah kenapa lagi aku malah berbicara apa kata hatiku
“Tapi aku ngerasa bersalah sama dia...” Cakka menatapku tak mengerti
“Aku gak bisa ngasih hati aku sama Alvin,karena hati aku milih yang lain.” Jawab ku menggantung
“siapa orangnya ? “ Tanya Cakka putus asa
“Hati aku...mungkin ketinggalan disini,disekolah yang ada didepan kita “ jawabku tersenyum menggoda Cakka
“Maksud kamu ? hati kamu masih ada buat aku ?! aku Ik ? “ Tebak dan Tanya Cakka sangat antusias.
“aku gak bilang kamu,aku bilang disekolah ini “
Cakka yakin karena memang waktu SMP aku hanya pernah berpacaran dengannya,hanya mempercayai hatiku untuk dimilikinya.
Cakka merangkul pundakku,mendekapku dalam pelukannya.
“Aku...sayang kamu “ Ucap Cakka mencium kepalaku
“Aku juga “ kataku mendongakan kepala dan mata kami saling bertemu dan kemudian tersenyum bersama.
Entah kenapa berada didekat Cakka membuat hatiku hangat dan nyaman,tak ada yang bisa menggantikan Cakka dihatiku,itu yang baru aku sadari sekarang.
Sekuat-kuatnya fikiranku menolak Cakka,tapi hatiku lebih berkuasa,hatiku menginginkan Cakka.
Entahlah bagaimana Alvin akan memafkan aku atau tidak , biar nanti aku fikirkan jalan keluarnya.Yang jelas maaf banget buat Alvin,karena aku gak bisa buat jadi pacar kamu lagi.Hatiku lebih memilih Cakka.


 -----------------------------S E L E S A I ---------------------------

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Caikers Family Official Blog. Design By: SkinCorner