Kamis, 23 Juni 2011

WITHOUT YOU (Cerpen by mawarfatmah)

Oik Cahya seorang gadis mungil yang cantik sekarang sedang terbaring lemah di ruang ICU ditemani oleh alat-alat rumah sakit, ia sedang berjuang, berjuang melawan maut yang sedari tadi sudah ingin mengajaknya terbang ke surga. Cakka kekasih yang selalu setia menungguinya terbangun dari tidur panjangnya, sampai sekarang belum pernah meninggalkan tempat duduknya selangkah pun. Bahkan untuk makan saja ia tak lagi sempat, karna ia ingin tetap berada disisi oik, walau ia tahu bahwa oik tak akan melihatnya tapi ia tahu bahwa oik akan merasakan kehadirannya

****

Sore itu alvin dan oik sedang jalan-jalan sore di sekitar kompleks perumahan tempat tinggal mereka. Mereka bercanda sepanjang perjalanan
“hati-hati ik jalannya jangan sampai kamu gk lihat di depanmu ada lubang trus kamu jatuh” pesan alvin yang melihat cara oik berjalan sudah seperti setengah berlari
“kakak tuh yang gk bisa lihat kalau di depan ada lubang, soalnya mata kakak itu merem mulu” balas oik lalu berlari
“hikz.. awas yah kamu” kata alvin sambil mengejar oik. Dengan cepat oik berlari ia tahu kalau sampai ia tertangkap ia pasti di kelitikin sama alvin. Saat alvin mulai mendekat ia memutuskan untuk menyebrang jalan Dan betapa tidak beruntungnya oik hari itu, tiba-tiba sebuah mobil xenia melaju dengan kencang dan menabraknya. Ia terguling, kepalanya dengan keras menghantam aspal. Membuat darah segar tak berhenti mengalir dari kepalanya. Alvin segera menghampiri oik, ia memangku kepala oik
“ik bertahan” kata alvin
“aku sayang sama kakak dan cakka. Aku gk mau cakka sedih karna aku pergi. Cakka orangnya kuat, aku yakin dia akan ihklas kak” itulah pesan terakhir oik pada alvin. Ia menangis mendengar pesan terakhir oik. Dengan segera ia membawa oik ke rumah sakit dan menelpon cakka. Ia sangat merasa bersalah. Yah semua salahnya, ia memaksa oik untuk ikut dengannya. Ia sudah mempersiapkan diri, akan cacian yang akan keluar dari mulut cakka. Ia tahu sepupunya itu sangat sayang pada kekasihnya. Apapun akan ia lakukan demi kebahagiaan kekasihnya. Apalagi kalau sudah menyangkut nyawa mungkin keluarganya pun akan ia singkirkan kalau memang keluarganya yang membuat nyawa oik melayang
“kka, maafin aku yach” kata alvin sedikit menunduk, wajahnya terlihat pucat pasi. Cakka berusaha tersenyum lalu menatap alvin. Alvin melihat raut wajah yang sedih di wajah cakka, mata yang bengkak akibat seharian menangis. Bahkan kondisi cakka sudah menyamai kondisi oik. Setelah menatap alvin ia kembali menatap oik
“jangan ribut oik lagi tidur” balasnya lalu mengelus rambut oik.
“benar yang dibilang oik, cakka orang yang kuat” batin alvin
“cakka” panggil alvin
“hush… aku kan udah bilang jangan ribut oik lagi tidur” balas cakka masih tetap mengelus rambut oik
“vin. Oik lucu yach kalau lagi tidur” tanya cakka sambil menggenggam tangan oik. Alvin menyeka air matanya. Dia tak pernah menyangka bahwa sepupunya ini akan berbaik hati padanya. Ia sangat sedih melihat keadaan sepupunya. Ia tahu sepupunya seperti ini semua karna dia. Ia hanya mampu tersenyum
“alvin” panggil cakka
“yach. Kenapa?” tanya alvin
“koq gk jawab”
“och iya oik lucu koq” jawab alvin
“kka. Lihat kepala oik yang dibalut perban. Lihat oik kka. Lihat pernapasannya saja dibantu. Lihat mata yang selalu tertutup itu. Kalau kau menganggap oik sedang tidur itu sama saja kalau menyiksa dirimu dengan harapan ia akan bertahan” kata alvin pelan. Cakka menatap senduh ke arah alvin ia tersenyum lalu kembali menatap oik
“vin ingat gk waktu kita masih kecil dulu saat kita main ditaman” tanya cakka ia menghiraukan perkataan alvin sebelumnya. Alvin hanya mampu menghela napas
“yach aku masih ingat cakka. dan aku gk menyangka oik akan seperti ini sebelum mimpinya tercapai. Dan akan secepat ini kita menungguinya terbaring” balas alvin

_FlashBack_

Disebuah taman… 3 orang anak kecil berusia 9 tahun sedang asyik bercerita akan cita-cita mereka, satu diantara mereka adalah seorang gadis kecil yang bercita-cita jadi seorang dokter
“kalau kak avin. Mau jadi apa kalau sudah besar” tanya gadis itu
“aku mau jadi pemain sepak bola yang handal dan terkenal, aku akan berlatih sekeras-kerasnya agar aku bisa membawa pulang piala dunia mengatas namakan PSSI” jawab lelaki yang di panggil avin itu. Ia berwajah oriental Dan bermata sipit
“kalau kamu kka?” tanya gadis itu pada sahabatnya yang satu lagi. Sahabatnya yang ini cool n berambut agak gondrong
“aku mau jadi musisi terkenal di seluruh dunia. Aku ingin seperti justin, cuman berawal dari youtube dia bisa mendunia” jawab lelaki itu
“kalau kamu sendiri ik mau jadi apa” tanya kedua lelaki tersebut
“aku mau jadi seorang dokter yang baik n berguna, aku janji gk akan korupsi, kalau aku sudah jadi dokter aku ingin mengobati masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, aku ingin mengobati anak-anak yang gizi buruk dan semua itu gratis. Oh iya kalau aku juga sudah jadi dokter nanti, aku akan selalu mengikuti alvin kemana pun kamu pergi, supaya kalau kamu cederah nanti aku bisa mengobati lukamu” jelas gadis itu
“pilih kasih kamu ik” kata lelaki yang cool itu
“kenapa” tanya oik. Si gadis kecil
“koq cuman alvin sih yang di ikutin kemanapun dia pergi. Aku juga donk kalau misalnya aku pingsan gara-gara kecapekan gimana” protesnya
“gimana yach” pikirnya
“aha! Aku tahu gimana kalau alvin gk ada jadwal main bola, aku bakalan rawat kamu” lanjut oik
“gpp dech yang penting aku juga bisa kamu rawat” balas cakka. Lelaki yang cool abizz
“trus kalau aku sakit yang jagain aku siapa” tanya oik
“aku‼” seru kedua sahabatnya
“hore! Aku punya dua sahabat yang baik. Makasih yach” kata oik
“sama-sama” balas alvin. Si lelaki oriental. Waktu kecil oik tak suka memanggil alvin dengan sebutan alvin tapi avin, karna dia ribet menyebut huruf L
“janji yach kalau suatu saat nanti aku terbaring lemah dengan segala alat rumah sakit di sekelilingku kalian harus ada disampingku, jangan pernah meninggalkanku sebelum nyawaku lepas dari tubuhku” pinta oik. Cakka Dan alvin saling menatap
“janji‼” seru mereka kemudian

_Flash On_

“tuhan telah mengaturnya vin, kalau bisa diminta aku juga tak ingin oik seperti ini. aku akan menepati janjiku pada oik. Sebelum nyawa oik lepas dari tubuhnya aku gk akan meniggalkan tempat ini” kata cakka ia mempererat genggaman tangannya
“maafin aku yach kka. Aku selalu merebut kebahagiaanmu. Andai aku tak datang ke jakarta persahabatanmu dengan oik akan baik-baik saja. Andai aku tak datang ke jakarta oik tak akan terbaring seperti ini” kata alvin
“lupakan masa lalu vin. Semua itu sudah berlalu. Oik terbaring disini juga bukan karna kamu. Oik hanya menghindar darimu dan ia tidak tahu bahwa bahaya sedang menunggunya sehingga dia langsung saja menyebrang tanpa melihat keadaan jalan” balas cakka. Alvin telah menceritakan detail kejadiannya
“tapi cakka…”
“sudah gk usah di ungkit. Sana kamu istirahat dulu”
“kau selalu tegar. Aku bangga denganmu” batin alvin

_FlashBack_

Cakka, Alvin, dan Oik adalah 3 sahabat yang sangat bahagia didunia. Alvin adalah sepupu cakka dari malang ia baru sebulan di jakarta. Sedangkan oik adalah sahabat karib cakka sejak duduk dibangku klz 1 sekolah dasar. Sejak dulu cakka sayang pada oik, oik pun begitu. Tapi rasa sayang oik ke cakka berubah ketika alvin datang. Cakka jadi sering iri dengan kedekatan alvin n oik, tapi cakka orang yang kuat, ia tetap tersenyum. Cakka tahu ia sayang pada oik hanya sebagai seorang sahabat, ia juga tahu kalau ia masih kecil untuk mengerti bahwa rasa sayangnya kepada oik itu adalah CINTA jadi ia tetap tegar jika oik lebih membela alvin daripada dirinya, ia sudah mendapat kebaikan oik sejak dulu sedangkan alvin baru sebulan. Berbeda dengan sepupunya alvin, ia malah menganggap bahwa rasa sayangnya pada oik itu adalah cinta, ia tak pernah berpikir bahwa ia masih berumur 9 tahun untuk merasakan hal itu. Akhirnya ia dekat dengan oik bahkan sampai melupakan cakka, tapi cakka ia tak pernah berpikir bahwa alvin adalah seorang perusak dalam hubungannya dan oik, ia tetap tersenyum jika oik tak ada waktu untuk bermain dengannya, hingga mereka menginjakkan kaki di bangku kelas 2 SMP alvin sakit hati. Ia menyesal telah menyimpulkan sendiri perasaannya, ternyata selama ini sayangnya oik hanya untuk cakka, cakka, n cakka. oik memberitahukan hal itu pada alvin ketika alvin mengungkapkan perasaannya, alvin tak ingin egois, ia ingin oik mendapat kebahagiaannya, akhirnya ia mempersatukan kedua sahabatnya itu, dan ia ingin seperti cakka tetap kuat dan selalu tersenyum walau hati teriris, tapi ia tak mampu akhirnya ia memutuskan untuk menghindar dari cakka.
“kak alvin” panggil oik. Yang dipanggil menoleh dan tersenyum tipis ke arah oik
“ngapain kakak disini” tanya oik yang sekarang sudah ada disamping alvin. Seseorang yang bersembunyi di balik sebuah pohon yang besar berusaha tegar
“memangnya ada yang  melarang kalau aku ada disini” tanya alvin balik lalu menatap lurus kedepan
“gk ada sich” jawab oik
“yaudah jdi gk masalah kan kalau kakak ada disini” balas alvin. Oik tersenyum lalu menunduk
“harusnya aku gk bilang sama kakak” kata oik. Alvin bingung lalu menatap oik
“maksud kamu”
“Kalau aku tahu bahwa kakak akan seperti ini. harusnya aku gk bilang kalau aku itu sayang sama cakka, harusnya aku gk bilang kalau aku hanya menganggap kakak itu sebagai kakakku”
“aku senang koq bilang seperti itu”
“lalu kenapa kakak menjauh dari cakka”
“aku hanya tidak mau menganggu kalian”
“tapi cakka sedih kak, kakak itu sepupunya cakka, cakka sedih kalau hanya karna CINTA dalam persahabatan kita, kakak jauh dari dia. Aku lebih suka saat kita bersahabat, daripada saat kakak mencintaiku. Bukankah kakak ingin aku dan cakka bahagia. Kalau kakak menjauh itu hanya membuatku sedih melihat cakka yang selalu terdiam” jelas oik lalu berdiri dan pergi
“aku sulit untuk tersenyum didepan kalian berdua. Aku iri melihat cakka, kau bisa setegar itu sedangkan aku, aku sulit untuk seperti itu” lirih alvin
“tapi berdiam diri seperti ini, menjauh seperti ini itu bukanlah langkah yang tepat untuk membuatku dan oik bahagia” celetuk seseorang. Alvin menoleh
“cakka” kagetnya lalu berdiri
“kau suka kan dengan oik” tanya cakka. Alvin bingung harus menjawab apa
“ng.. gk koq” jawab alvin
“ketahuan muka kamu bohong. Vin aku sepupu kamu, aku sudah mengerti semua sifatmu. Jangan pernah bohongin perasaanmu yach. Aku gk akan suka dengan oik, aku mau persahabatan kita kembali seperti dulu. Seperti sebelum kau menyatakan perasaanmu dengan oik. Seperti sebelum kau berusaha mempersatukanku dengan oik” kata cakka lalu memeluk alvin
“please jangan menghindar. Aku mohon kembali lah menjadi sahabatku dan kakak bagi oik” pinta cakka dalam pelukan alvin. Alvin membalas pelukan cakka
“aku salut dengan kamu. Aku akan menjadi sahabatmu. Ketahuilah kau sepupuku yang paling hebat” balas alvin

_Flash On_

“kamu mau nitip makanan” tanya alvin
“gk usah aku masih kenyang” jawab cakka. Alvin cengo
“kenyang?? Kamu habis makan apa” tanya alvin. Setahunya sepupunya ini belum pernah meninggalkan tempatnya di meja juga tak ada bungkusan berisi makanan
“biar gk makan, asalkan lihat muka oik aku juga kenyang koq” balas cakka. Lagi-lagi alvin cengo
“demi cinta kau seperti ini” tanya alvin
“bukan demi cinta vin. Tapi demi janjiku pada oik sewaktu kita masih kecil. Saat ini oik terbaring bukan sebagai kekasihku. Tapi sebagai sahabatku, sahabat kecilku yang polos dan manja. Aku sudah  berjanji dan aku akan menepatinya. Tak akan kutinggalkan tempatku walau sejengkal pun itu”
“yaudah aku keluar dulu yah” pamit alvin lalu keluar
“kau terlalu baik untuk mendapat cobaan ini kka. Kenapa harus kau yang di beri cobaan ini. Aku sangat bangga menjadi sepupumu” batin alvin

2 hari telah berlalu. Oik tetap saja betah dengan kondisinya. Masih sama seperti kemarin, tapi cakka adalah sosok yang kuat, ia juga tetap betah berada di kursinya, benar-benar betah. Ia menepati janjinya tak meninggalkan tempat itu sejengkal pun. Ia makan jika alvin membawakannya itu juga tidak dia habiskan, hanya 2-3 sendok makan saja, setelah itu ia kenyang. Setiap malam sebelum tidur ia membacakan dongeng kesukaan oik. Kisah putri tidur. Dulu sewaktu orang tua oik meninggal setiap malam cakka kerumah oik. Menemani oik belajar, membacakan dongeng ketika oik ingin tidur. Dan ia akan kembali ke rumahnya jika ia yakin bahwa oik sudah terlelap

_FlashBack_

“kka. Sebelum aku tidur bacain dongeng dulu yah” pinta oik
“iya, kamu maunya dongeng apa” tanya cakka
“putri tidur” jawab oik
“itu lagi? Apa kamu gk bosen?” tanya cakka
“aku selalu lupa bagian akhirnya”
“gimana mau ingat, aku masih baca waktu putri itu makan apel beracun dari nenek sihir kamu udah tidur”
“hehehe. Makanya bacain lagi yach”
“iya. Tapi kali ini aku gk mulai dari awal nanti kamu tidur lagi. Jadi aku lanjut aja yah”
“hm…” balas oik. Cakka lalu mengambil buku dongeng oik. dan mulai bercerita
“setelah memakan apel beracun itu. Sang putri lalu terjatuh. Si nenek sihir pun tertawa penuh kemenangan” cakka mulai membaca
“hihihi sang nenek sihir pun tertawa terbahak-bahak lalu meninggalkan sang putri. Saat tiba di istana nenek sihir kembali bertanya pada cerminnya. Wahai cermin siapakah yang tercantik di negeri ini. Cermin pun berkata nyonyalah yang paling cantik di negeri ini. Sedangkan di rumah sang putri para kurcaci menemukan sang putri sudah tergeletak di lantai, mereka lalu mengangkat sang putri ke ranjang. Sang kurcaci pun bersedih akan kepergian sang putri, tapi mereka tak menguburkan sang putri karna mereka yakin sang putri hanya tertidur” oik dengan seksama mendengarnya
“berhari-hari. Bahkan berbulan-bulan sang putri tertidur dengan pulas, hingga seorang pangeran datang ke gubuk kurcaci. Ia adalah pangeran yang selama ini mencari seorang putri yang hilang, Dan putri itu adalah putri tidur.  para kurcaci yakin, cinta yang tulus dan suci dari seorang pria akan membangunkan sang putri dari tidur panjangnya. Maka sang pangeran pun mengungkapkan perasaannya lalu mengecup kening sang putri, tak lama kemudian tangan sang putri pun bergerak dan matanya perlahan terbuka. Benar saja cinta yang tulus dan suci mampu mengalahkan mantra sihir dari nenek sihir itu. Melihat sang putri sadar para kurcaci bersorak ria. Sedangkan di istana si nenek sihir marah karna sang putri hidup kembali dan mengalahkan kecantikannya ia pun merusak cermin ajaibnya, dan pergi. Sang putri dan pangeran pun hidup bahagia tanpa nenek sihir yang menganggu. Selesai” kata cakka
“hoamm” oik menguap. Cakka geleng-geleng
“tuh ngantuk lagi”
“akhir ceritanya bagusnya. Kalau aku juga tertidur lama seperti putri apa akan ada seseorang yang mau mengecup keningku”
“oik kalau kamu tidur selama itu aku main sama siapa”
“makanya kalau aku tidur lama-lama kamu datang trus kecup keningku aku pasti bangun”
“hih dasar kamu”
“hehehe”
“udah malam ayo tidur”
“siap bos” balas oik lalu berbaring. Cakka menarik selimut oik
“tidur yang nyenyak  yah peri kecil” kata cakka. Ia masih di tempatnya. Sebelum ia pergi ia ingin memastikan bahwa oik sudah benar-benar tidur
“kalau kamu benar-benar tertidur lama seperti putri tidur, dan jika jalan satu-satunya untuk menyadarkanmu adalah mengecup keningmu, aku akan melakukan itu ik. Kamu adalah sahabatku, aku tak ingin kamu pergi walau sehari” lirih cakka lalu keluar dari kamar oik

_Flash On_

Cakka mengenggam tangan oik, mengelus rambutnya, lalu mengelus pipi chubby oik
“kenapa kau tak mau bangun ik. Sudah dua hari kau tertidur. Kamu sedang mimpi apa. Kenapa tidurmu begitu nyenyak” tanya cakka sambil memainka jemari oik
“apa sekarang kau seperti putri tidur. Apa kau ingin tidur sampai seseorang mengecup keningmu”
“ayolah ik bangun. Aku tak ingin melihat benda-benda ini menempel di badanmu”
Cakka terdiam sejenak lalu menunduk
“aku sudah berusah tersenyum di depan alvin. Tapi sebenarnya aku sedih melihat keadaanmu seperti ini, kumohon ik sadarlah” ucap cakka pelan. Tetes air mata jatuh dari pelupuk matanya ia tetap menunduk dan sekarang ia meletakkan tangan oik di pipinya
“aku sedih kan ik. Kuhomon bangunlah jika ingin melihat senyumku. Jangan siksa aku seperti ini” lirih cakka. Tetes air mata membahasi lengan oik. Sepertinya oik merasakannya, air matanya ikut menetes. Cakka kembali meletakkan tangan oik, menatap wajah oik dalam, menghapus sisa air mata oik
“kumohon peri kecil bangunlah” ucapnya lalu mengecup kening oik. Tangan mungil itu perlahan bergerak
“anak ilang” lirih oik lalu perlahan matanya terbuka
“oik‼” seru cakka betapa senangnya cakka, ia lalu beranjak dari duduknya ia ingin memanggil dokter juga alvin tapi tangan mungil itu menahannya
“gk usah hhh panggil dokter. Aku hhh baik-baik aja koq. hhh”
“tapi ik” kata cakka oik membalasnya dengan senyuman
“kalau alvin aku boleh panggilkan” tanya cakka
“aku hhh gk lama koq” balas oik. Cakka tak ingin oik kenapa-kenapa ia sudah tau apa keinginan oik. Akhirnya ia menekan bel yang khusus untuk memanggil dokter  dan kembali duduk
 “aku cuman mau bilang hhh m..makasih selama ini hhh dah mau hhh a..ada untuk a..ku. ayah dan bunda sudah menungguku hhh aku ingin k..kau tetap kuat tanpaku. Bye anak ilang thank’s for everything. Aku akan menunggumu disana” kata oik. Ia tersenyum simpul
“aku ingin melihat senyum terakhirmu kka” pintanya disela air mata cakka berusaha tersenyum. Lalu dokter dan alvin datang. Oik tersenyum melihat senyum cakka ia melirik alvin yang sudah berdiri disamping cakka, tersenyum ke arah alvin lalu menutup matanya perlahan garis di monitor menjadi lurus. Cakka menjauh ia membiarkan dokter menangani oik. Dokter segera menempelkan alat pemacu detak jantung di dada oik, oik terguncang lalu kembali terbaring dengan tenang. Cakka kembali melirik monitor tak ada perubahan. Dokter sudah lelah ia berbalik ke arah cakka dan alvin lalu tersenyum penuh kekecewaan
“oik‼” seru cakka lalu memeluk oik
“jangan pergi. Kumohon” pinta cakka. Perlahan alvin berusaha melepas pelukan cakka dari oik. Tapi tak bisa
“bangun ik‼ demi aku” pinta cakka, tapi sia-sia oik telah pergi ke tempat yang tenang, menemui kedua orang tuanya di surga
“cakka!” lirih alvin. Cakka pun melepas pelukannya, menghapus air matanya dan berlari ke luar
“seharusnya aku yang ada di posisimu ik” lirih alvin

Cuaca hari ini mendung. Mungkin alam ingin menemani cakka yang sedang sedih
Cakka tetap diam di tempatnya, mengelus nisan kekasihnya. Sedangkan alvin hanya mampu menguatkan cakka dengan mengelus pundak sepupunya itu
“ayo pulang” ajak alvin. Cakka diam dan tak berhenti mengelus nisan oik
“tunggu aku yah ik. Cepat atau lambat, aku akan menyusulmu” kata cakka
“cakka” lirih alvin
“sosok yang kuat selama ini kulihat dalam diri cakka telah hilang. Sosok yang selalu kubanggakan. Kenapa seperti ini kka. Kumohon semangat” batin alvin, air matanya menetes dengan cepat ia menghapusnya
“cakka udah mau hujan pulang yuk” ajak alvin tak ada respon dari cakka
“tunggu sebentar lagi vin” balas cakka kemudian. Alvin menghelas napas
“baiklah” kata alvin
“oik, kaulah harta terindahku. Aku lahir tanpa mengenal orang tuaku. Aku pandai berbicara tanpa orang tua disampingku. Bertemu dengan keluargamu aku seperti merasa bahwa aku sudah merasakan kasih sayang dari orang tua. Walau  tanpa orang tuaku. Aku tak pernah sedih karna ada kamu, om, dan tante. Orang tuaku pergi meninggalkan sejuta harta untukku tapi aku tak pernah bahagia dengan harta itu. Tapi bertemu dengan keluargamu aku merasa bahwa aku memiliki segalanya. Harusnya aku yang berterima kasih padamu ik. Aku tidak akan pernah bisa lupa semua tentangmu dan tentang kita. Semoga kamu bahagia disana” jelas cakka lalu berdiri, alvin juga berdiri, mereka lalu berjalan ke arah pintu keluar pemakanan, cakka berhenti lalu berbalik menatap nisan oik. Angin berhembus dengan kencangnya dan sesosok gadis tersenyum menatap cakka, cakka pun tersenyum melihat gadis itu, lalu daun-daun kering yang asyik beterbangan menghapus sosok gadis itu. Detik itu juga, awan menjatuhkan airnya menjadi  hujan. Tak ada cara lain, dengan terpaksa alvin menarik cakka ke mobil

Seminggu setelah kau pergi teman silih berganti menghiburku
Berkata semua teratasi dan terus sembunyi dibalik senyum palsu

Cakka duduk di samping makam dengan nama Oik Cahya Ramadlani terukir halus di batu nisannya. cakka menaburi kuburan itu dengan bunga lalu menadahkan tangan mengirim doa untuk orang terkasihnya. Setelah selesai berdoa, ia kembali mengelus nisan oik
“udah seminggu ik kamu pergi. Tapi duniaku tetap saja tak berubah masih kelam sama seperti pertama kali kau meninggalkanku. Aku ingin cepat kesitu. Aku ingin secepatnya bertemu denganmu. Bukannya aku lelah berada disini. Tapi hari-hariku terasa suram tanpamu”
“aku pulang ik. Selamat beristirahat” kata cakka lalu berdiri
“subhanallah‼” serunya saat melihat bayangan oik sedang berdiri didepannya
“oik??”
“aku akan menjemputmu jika sudah waktunya. Bersabarlah dan jangan pernah meminta untuk itu” kata bayangan itu lalu tersenyum
“tapi apa aku bisa tanpamu” tanya cakka. Tak ada jawaban dari bayangan itu
“pulanglah. Kau pasti bisa!” pintanya lalu bayangan itu menghilang tersapu oleh angin yang berhembus. Cakka menghela napas lalu berjalan keluar dari pemakaman



Tanpamu apa aku bisa tersenyum??
Tanpamu apa duniaku akan berwarna??
Tanpamu apa aku bisa kuat dan tegar??
Ketahuilah aku bisa tersenyum karna bisa melihat wajahmu
Duniaku berwarna karna kau masih ada
Aku bisa kuat dan tegar karna aku tahu aku masih bisa melihat wajahmu, dan mendengar suaramu
Tapi sekarang aku hanya bisa memandangi gambar wajahmu, tanpa harus mendengar suara indahmu
Aku tak yakin berapa lama aku akan bersabar menunggumu…
Tapi kau harus yakin aku tak akan pernah berhenti berharap bahwa jika nanti aku ingin pergi kaulah orang yang menjemputku
Aku juga tak akan pernah mencari seorang pengganti untukmu. Kaulah satu-satunya cinta. Kaulah satu-satunya orang yang mampu mengisi hatiku…

0 komentar:

Posting Komentar

 

Caikers Family Official Blog. Design By: SkinCorner