Kamis, 23 Juni 2011

SAAT KU MENUNGGUMU (Cerpen by Annisa Dirga YankYonk)

                        Tik.. Tik.. Tik..
            Jam di rumahku terus bergerak di setiap detiknya. Hari ini tepat pada tanggal 30 Juli 2011. Tanggal di mana dulu kamu membuat janji kepada ku di tempat ini. Tempat yang kita beri nama ‘Secret Garden’. Karna hanya kita berdua yang tau tempat ini.


                        FlashBack

            Seorang gadis perempuan yang berumur sekitar 7 tahun lari keluar dari rumahnya. Entah apa yang ada di otak gadis kecil itu, Dia terus berlari tanpa kenal arah. Setelah cukup jauh dari rumahnya. Barulah dari sadar betapa jauhnya dia berlari.
                        Brukk..
            Karna sedari tadi menghadap belakang dia tertabrak seorang lelaki kecil. Sepertinya umut mereka tidak jauh beda. Gadis itu terjatuh, lelaki kecil itu membantunya berdiri.
            “Ma.. Maaf.. Aku.. Gak sengaja..” Ucap Gadis itu takut-takut, Dia melihat wajah lelaki kecil itu. Tatapan dingin, Dan gadis bernama Oik itu benar-benar benci di tatap dengan dingin begini.
            “Apa kamu terluka?” Tanya lelaki itu memerhatikan Oik. Oik merasa sikunya sedikit perih, Dia pun melihatnya dan Benar! Ada darah di sana.
            “Ayo.. Ikut aku..” Ucap Lelaki itu, Mereka pun jalan. Tapi, Cakka stop. “Tunggu biar aku saja yang ambil obatnya. Kamu tunggu sini.. Rumahku gak jauh dari sini. Jadi aku takkan lama..” Ucap-nya lalu pergi. Setelah kembari barulah sama-sama mereka jalan yang entah kemana.
Lalu entah gimana mereka sampai di sebuah taman yang sedikit kusam. Mereka masuk ke taman itu dan HEY! Dalam taman ini begitu indah, Ada sebuah danau kecil disini, Dan tempat permainan anak-anak. Benar-benar di luar dugaan. Dari depan tempat ini benar-benar kelihat kusam dan kumuh tapi di dalamnya. Benar-benar indah…

“Apa kamu pernah ke sini?” Tanya Cakka. Oik menggeleng. Cakka sendiri bingung bagaimana bisa di kesini. “Tempat ini indah bukan?” Tanya cakka. Oik mengangguk. Lalu cakka mengobati Luka Oik.
“Rumah kamu di mana?” Tanya Cakka, Dia berniat mengantarkan Oik. Oik diam, Dia tau maksud Cakka. Tapi, Sekarang dia gak mau pulang. Oik menggeleng.
“Maksud kamu?” Cakka bingung. ‘Apa mungkin Gadis ini tidak jauh jalan?’ Batinnya.
“Aku gak mau pulang.. Aku gak mau liat Papa sama Mama kelai” Ucap Oik dengan suara tertahan dia menahan tangisnya. Cakka tertegun, ‘Sama’ Batin Cakka lagi.
“Apa orang tua mu bermasalah juga?” Tanya Cakka. Dia meranggul Oik. Hanya untuk menenagkan gadis kecil ini. Oik mengangguk.
“Ya sudah tidak Usah sedih.. Orang tua memang selalu mau memang sendiri.. Bertindak tanpa memikirkan perasaan anaknya..” Ucap Cakka menenangkan Oik. Dia tersenyum manis ke Oik.

FlashBack Off

Oik ingat betul awal perkenalannya dengan Cakka yang tidak di sengaja itu. Dan sejak hari itu Cakka atau pun Oik sering ketemu di taman yang  mereka ketemukan tidak sengaja itu. Semua berjalan lancer dan menyenangkan bagi Cakka dan Oik. Di saat cakka sedih karna orang tuanya yang bercerai Oik selalu memberi semangat. Dan di saat Oik yang sedih karna Orang tuanya yang selalu sibuk dengan kerjaan masing-masing Cakka menhiburnya.
            Lalu sebuah berubah ketika…


                        FlashBack

            Saat ini Oik sedang bermain ke rumah Cakka. Karna di rumah Oik sedang kosong. Pembantu-pembantunya pada pulang kampung. Dengan alasan yang Oik sendiri udah lupa, Sedangkan di rumah Cakka juga kosong karna ayahnya sedang kerja dan Masnya sedang ada ekstrakulikuler di sekolah dan bakalan pulang malam.
            “Eh.. Ik, Suka nonton Idola Cilik gak?” Tanya Cakka ke Oik sekarang mereka duduk di ruang keluarga atau ruang tv.
            “Suka.. Kamu suka juga?” Jawab + tanya Oik. Cakka menagguk.
            “Kamu suka siapa? Aku suka Shilla.. Dia cantik, Baik and suaranya bagus banget..” Ucap Cakka bersemangat, Dia menyetel RCTI, menunggu Idola Cilik Mulai.
            “Aku suka Gabriel atau Dayat.. Mereka nyanyinya keren sama ganteng juga.. Haha..” Tawa Oik ketika dia menyebutkan kata ‘ganteng’.

                        3 Minggu kemudian…
            Kali ini Cakka yang sedang main ke rumah Oik. Sama seperti tiga minggu yang lalu. Mereka sedang dag-dig-dug *Duaarrr..* nunggu penentuan siapa yang keluar di minggu ini. Dan ternyata Septian yang harus keluar *sory, ini nyasal sumpah. Karna saya gak ngikutin perkembangan icil 1..*.
            “Huh.. Untung buka Shilla atau Sivia.. Mereka kan suaranya bagus..” Ucap Cakka. Oik menangguk membetulkan.
            “Untuk juge bukan kak Dayat.. Emang gak mungkin sih.. Kak Dayat, Hari ini kan kak Dayat nyanyinya keren..” Ucap Oik sambil tersenyum cengengesan.
            “Eh.. Ik, Kan ini Idola Cilik udah 5 Besar.. Kemaren Papa aku bilang.. Papa aku dukung kalo aku ikut Idola Cilik 2..” Ucap Cakka semangat. Oik tersenyum senang.
            “Wah.. Serius, Kka? Seru donk..” Ucapan Oik terpotong, Dia membayangkan sesuatu. “Tapi, Nanti kita masih bisa ketemukan..” Tanya Oik dengan muka sedih. Cakka tersenyum lalu ngucek rambut Oik.
            “Pasti.. Aku Janji.. sekarang, Besok, lusa, Minggu depan sampai tahun depan dan SELAMANYA.. Kita masih bisa ketemu..” Ucap Cakka. Mereka mengaitkan kedua kelingking mereka.

            Seminggu kemudian.. Pendaftaran Idola Cilik 2 sudah sampai di Jogja. Cakka pun mengikuti Audisinya dan ternyata syukur Alhamdulillah. Dia berhasil lolos masuk ke babak 42 Besar.
            FlashBack Off


            Dan sekarang Oik sudah berumur 17 tahun dan Cakka 16 tahun. Dan sudah 7 tahun Cakka dan Oik gak pernah bertatap muka dan tau kabar, Oik selalu mengikuti perkembangan Cakka dari fanssite atau pun jejeraring social seperti Twitter.
            Cakka gak pernah ngasih kabar sama Oik. Malah sekarang Oik denger Cakka sudah pacaran dengan Shilla, Artis Idola Cilik yang dulu sangat Cakka kagumi bersama dengan Oik.
            Dan semenjak di tinggal Cakka. Hidup Oik berubah, Dia menjadi pemalu dan Gak percaya diri. Sekarang di lebih milih Homescholling dari pada sekolah seperti anak pada umurnya. Dia pun gak punya sahabat atau pun teman, Satu-satunya temannya hanyalah pembantu di rumahnya.
            Dan Orang tua Oik pun masih sama seperti dulu. Selalu sibuk dengan kerjaan masing-masing. Gak jalang Oik mendengar mereka berkelahi jika pulang bersamaan larut malam. Kalau dulu ada cakka yang menghiburnya. Kini hanya Mbo Minah yang memberinya Motivasi.

            Dan mala mini, Tepat di hari 7 Tahun Cakka dan Oik gak pernah bertemu dan di saat ini pula Oik selalu berharap dia ada sebuah mukzizat yang mempertemukan Dia dan Cakka.
            Oik sudah sering membayangkan, Bila dia ketemu Cakka di akan menceritakan semua yang terjadi pada dirinya selama 7 Tahun ini.

                        Ting.. Tong.. Ting.. Tong…
            Oik mendengar suara bell rumahnya menyala. Dia tetap pada posisinya saat ini. Duduk di atas kasur sambil memandang ke kuar jendela.
                        Tok.. Tok.. Tok..
                Kini pintu Kamar Oik yang di ketok dari luar. Oik berdiri, menghapus air mata yang tadi jatuh di pipinya. Lalu berjalan gontai menuju pintu kamarnya dan membuka-kannya.
            “Ada apa, Mbo?” Tanya Oik ke Mbo Minah yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya.
            “Ada tamu buat non..” Ucap Mbo Minah. Oik kaget, tumben-tumbenan ada tamu buat dia. Padahal dia gak punya temen atau siapa pun. Apa mungkin saudara jauh yang baru datang. Tapi ini kan hari sekolah.
            Dengan penuh rasa penasaran Oik berjalan ke arah ruang tamu. Tempat di mana dua orang lelaki bertubuh endut dan turus duduk.
            “Misi.. Ada apa ya?” Tanya Oik sopan pada kedua tamu yang kelihatan lebih tau dari dia ini. Pelan-pelan Oik duduk kursi Sopa depan kedua lelaki itu.
            “Saya ke sini atas nama C~LUVers!..” Baru mendengar C~LUVers aja jantung Oik sudah berdegub kencang. Dan perlahan dia mengenal siapa kedua orang lelaki di depannya ini. Kak Ikhsandy dan Kak Gege Danish *minjem nama kak…*.
            “Kamu salah satu Orang yang berhasil memenangkan Quiz  #Sweet17CakkaNRG..” Hah? Apa ? Gak salah denger? Aku emang ikut Quiz itu tapi perasaan jawabanku salah deh.. Kok Bisa menang? Batin Oik bingung.
            “Jadi kamu berhak dapat satu undangan VVIP ulang tahun Cakka.. Selamat ya..” Ucap Kak Ikhsan.
            “Tapi.. Saya liat jawaban saya salah..” Ucap Oik. Kak Iksan dan Kak Gege saling tatapan mata yang meng-isyaratkan bertanya.
            “Tapi, Dari hasil penusuran kami kamu masuk ke dalam orang yang menjawab benar.. Dan pada saat di Undi nama kamu keluar.. ” Jelas Kak Gege. Dan gak berapa lama kak Gege dan Kak Ikhsan langsung pamitan karna masih ada 3 Undangan lagi yang harus di antar.

            Oik V.O.P


±2 Minggu kemudian..
            Saat ini tepat tanggal 18 Agustus, Tepat di tanggal ulang tahun kamu. Aku bimbang, Apakah aku harus datang atau tidak. Tapi, Rasanya aku belum siap untuk bertemu langsung dengan kamu. Walau sebenarnya aku sangat-sangat merindukanmu.
            Aku menceritakan semua ini ke Mbo Minah. Dan Mbo Minah memaksa ku agar bisa datang ke pesta itu. Dan di sinilah Aku sekarang. Sedang di dandanin oleh Mbo Minah.
            “Apa aku gak usah datang aja Mbo..” Ucap ku menghentikan tangan mbo minah yang sedang mendandaniku dengan lipstick tipis. Mbo minah megeleng tanda tidak setuju. 30 Menit kemudian. Jam di Rumahku menunjukan pukul Setengah  Tujuh Malam. Tiga Puluh Menit lagi acara di mulai.
            Dan Sepuluh menit kemudian aku sudah selesai di dandanin oleh Mbo Minah. Aku berdiri di depan Kaca rumahku. Hmm.. Bener-bener kesen, Hari ini aku merasa sangat cantik.
            Aku memakai dress Tanpa lengan dengan bagaian rok sedikit mekar sepanjang di atas dengkul-ku. Sungguh Gaun yang cantik. Aku juga menambahkan bando pink lenda lucu di kepala ku dan mengunakan HighHeels 7 cm. Dengan make up tipis. Aku benar-benar merasa cantik sekerang.
 

            Aku pun segera berangkat ke pesta Cakka. Di antar oleh mang Ujang. Sopir Pirbadiku. Sekitar 20 Menit aku sampai di sana dan jam di HPku sudah menunjukan Pukul Delapan lewat Lima menit.
            Aku bergegas masuk ke Café yang sudah di sulapnya menjadi acara Sweetseventeennya ini. Tapi, tunggu ada yang aneh. Di sini emang sudah penuh sesak karna banyaknya CLUVers! Yang datang tapi semua memakai baju yang biasa jeans dan lain-lain. Gak ada yang mengunakan Dress seperti aku atau pun jas. Aku mengenakan drees. Karna di undangan tertuliskan acara Semi-Formal. Jadi tidak salah bukan bila aku pakai dress.
Aku masuk dan duduk di kusri VVIP yang ada di atas kiri paggung. Ku lihat sudah semua kursi VVIP terisi. Dan aku cukup menjadi pusat perhatian. Dan kau paling gak suka itu. Namun, Aku gak bisa buat apa-apa.
10 Menit kemudian Acara pun di mulai. Ku lihat Cakka sudah naik ke atas panggung yang di sambul hysteria semua yang ada di situ termasuk yang di VVIP. Gila, aku bener-bener deg-degkan takut kalau cakka menyadari bahwa ini aku. Temen masa kecilnya yang di telantarkan.
Cakka sudah membawakan 3 Lagu plus games. Jadi, Sekarang adalah acara inti. Tiup lilin dan potong kue. Namun, ternyata sebelum itu cakka menyanyikan sebuah lagu dulu. Justin Bieber – One Less Lonely Girl.
Cakka berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah kiri panggung. Tempat kursi VVIP. Dan HEY! Dia berhenti di depanku dan masih dengan bernyanyi dia mengajakku ke tengah panggung.
Jantungku gak bisa berhenti loncat-loncat. Aku bener-bener deg-degan. Seseorang dari arah belakang memegang pundakku. Ku lihat Cakka melepas pegangan tanganku. Aku menoleh ke belakang dan Ada mas Elang, Dia tersenyum lalu memberikan Kue tart ulang tahunnya ke aku, lalu berbisik.
“Bawain Cakka kuenya, Oik..” Ucap Mas Elang. Aku Speechless, Mas elang inget ama aku? Jangan-jangan cakka juga.. Batin Ku ketakutan. Kemudian Kak Gege Danish mendekat ke aku menyalakan lilin tepat di saat cakka menyanyikan bait terakir.
Yang entah dari mana langsung di sambut dengan nyanyian Happy Birthday buat Cakka. Aku berjalan mendekati Cakka yang sudah berdiri di depan sibuk menjabati tangan CLUVERS! Satu-persatu.
Cakka menhadapku memejamkan mata dan meniup Lilin ulang tahunnya. Aku masih gak bisa ngomong apa-apa aku bingung dan gak tau mau ngapain. Kak Tyo yang menjadi MC langsung nguruh cakka buat first cake. Kak Gege ngasih pisaunya terus Cakka memotong sepotong(?) kue.
Kue tart yang  tadi ku pegang udah di ambil alih sama Kak Gege. Kue first Cake Cakka di kasihin ke  Aku. Aku sendiri masih diam melongo gak ngerti harus ngapain. Sedangka Cafe sudah bergemuruh karna adegan yang aku sendiri bingung ini ngapain. Dan jujur, Aku merasa bahwa ini mimpi.
            “Suapin balik.. Suapin balik.. Suapin balik…” Seruan-seruan macam ini bergeming di seluruh café ini. Aku masih diam, aku bener-bener bingung sekarang ini. Cakka menjauhkan Micnya dari aku lalu berkata sama aku.
            “Please, Suapin aku.. Putri Kecil..” Mendengar panggilan Cakka. Aku gak bisa nahan air mata. Dia ingat sama panggilan aku itu? Batinku. Aku memotong kue itu lalu mensuapin ke mulut cakka.
****

            Sekarang pukul 23. 30. Acara ulang tahun cakka sudah selesai. Dan dari acara potong kue tadi aku gak di bolehin kembali ke tempatku sama cakka. Aku di suruh duduk di deretan Om Tunggul, Mas Elang dan beberapa CCrew.
            Dan sekarang aku masih duduk di situ, Bingung. Orang-orang sudah mulai membersihkan bekas pesta. Cakka sendiri entah kemana. Om Tunggul, Mas elang dan CCrew lainnya ngilang entah kemana. Aku gak ngerti kenapa orang-orang ini ngilang semua.
            Aku memutuskan untuk pulang. Saat aku berdiri, tiba-tiba lenganku ditahan. Oleh siapa lagi kalo bukan Cakka. Dia menyuruhku untuk duduk lagi dan dia pun duduk di sampingku. Aku menurut.
            “Aku.. Aku minta maaf, Ik..” Ucap Cakka sambil menatap ku tajam. Aku hanya menunduk. Dia memegang bagu-ku. Dan mengangkat wajahku menatap wajahnya.
            “Aku tau aku salah.. Ik, Gak nepatin janji aku..” lanjut cakka aku masih diam. Gak tau mau ngomong aku, Padahal aku sering membayangkan jika aku bertemu cakka. Aku ingin ngobrol banyak hal dengan dia.
            “Aku.. Aku gak tau.. Mau ngomong apa.. Tapi, Banyak hal.. Yang ingin…. Aku bilang ke kamu…” Ucap Oik pelan dan terbata-bata.
            “Aku Cuma mau bilang satu hal, Ik..” Ucap Cakka menatapku tajam. “Aku cinta sama Kamu..” Ucap Cakka mampu membuat Oik diam seribu bahasa.
            “Tapi.. Shilla….” Belum selesai Oik ngomong Cakka memotong omongannya dengan cepat.
            “Gak. Jangan salah paham, Ik.. Aku gak pernah cinta sama dia.. Aku Cuma sayang sama kamu.. Aku Cuma cinta sama kamu.. Semua gossip di luar itu bohong.. Aku gak pernah pacaran sama dia..” Jelas Cakka cepat seakan gak mau Oik salah paham sebih jauh. Oik Cuma bisa diam.
***


                        EPILOG

            Hari ini tanggal 21 Agustus, Cakka mengajak aku untuk ketemuan di ‘secret garden’. Aku menurut dan dia menjemput aku di rumah lalu sama-sama ke ‘secret garden’ kami.
            Di sini aku sama cakka masih sama-sama diam dan tersenyum memandang danau kecil yang tampak kotor. Tidak sebersih dulu. Lalu cakka mengucapkan sesuatu yang membuat aku gak bisa ngomong apa-apa lagi.
            “Ik, Aku mau kamu jadi pacar aku.. Nemenin aku.. Dan aku janji akan selalu nemenin kamu.. I Love You..” Ucap Cakka tiba-tiba sambil berlutut di hadapanku. Aku diam.
            “Aku Cuma mau kamu tau semua yang terjadi ini gak di sengaja. Awalnya aku emang lupa sama kamu. Lupa kalau aku punya sahabat sebaik kamu. Tapi, Mas elang ingetin aku ke kamu. Aku jadi ingat sama kamu. Pas aku sudah mulai menjadi ke beradaan kamu. Banyak yang bilang kamu pindah rumah. Tapi ternyata endak. Mereka semua nutupin ke beradaan kamu… ” Ucap Cakka.
Aku tersenyum, Dan memeng aku yang menyuruh seluruh orang bilang bahwa aku pindah rumah karna aku gak mau ada temen sekolah ku atau siapa pun datang ke aku. Aku mau nikmati hidup ini sendiri. Semua itu aku lakuin karna aku sakit udah ke hilangan cahaya hidup aku. Cakka.
Tapi, Sekarang aku udah nemuin cahaya hidup aku lagi. Cakka. Aku ikut berlutut di hadapan Cakka. Dan aku langsung meluk dia. Cakka kelihatan kaget dan gak ngerti dengan semua ini.
“I Love You Too.. ” Bisikku di telinganya. Berlahan tangannya membalas Pelukannku.
The End

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Caikers Family Official Blog. Design By: SkinCorner