Selasa, 07 Juni 2011

SAAT AKU MENCINTAIMU (Cerpen by mawarfatmah)

Mengapa kau pergi, mengapa kau pergi, disaat aku mulai mencintaimu


aku duduk di ranjangku sambil memandangi gitar pemberiannya. Waktu itu aku sendiri tak tahu kenapa dia menitipkan ini padaku
“kenapa kau tinggalkan ini. Bukankah ini gitar kesayanganmu” tanyaku bingung.
“aku ingin kau menyimpannya. Hanya gitar ini yang menyimpan kenangan kita. Jadi jika suatu saat nanti kau rindu padaku lihatlah gitar ini” jawabnya
“tapi kenapa harus gitar ini. Kan bisa kalung persahabatan kita” tanyaku lagi
“itu tidak cukup ik. Sudah jangan banyak bertanya, sebentar lagi aku take off. Jaga diri kamu baik-baik” pesannya. Aku mengangguk lalu menundukkan kepalaku. Jujur saja aku berat akan perpisahan ini
“kenapa kamu menangis” tanyanya. Aku lalu memeluknya dia membalas pelukanku
“kamu janji kan bakal balik. Kamu janji kan gk akan ninggalin aku” tanyaku di sela isak tangisku dalam pelukannya
“aku janji oik” balasnya. Ia mencoba untuk melepas pelukanku
“aku gk mau lepasin. Aku gk mau kamu pergi” kataku. Perlahan ia melepas pelukanku. Memegang kedua pundakku menatapku dalam
“oik percaya aku akan kembali”
“tapi kalau kamu kembali apa kau akan ingat denganku?” tanyaku polos
“I always remember you. Oik satu hal yang harus kau tahu” tatapannya membuatku salting tapi aku tetap oke
“apa itu” tanyaku
“I love you” katanya sambil mencium keningku
“I love you too” balasku
“jaga diri kamu baik-baik yah, jangan lupa makan tepat waktu, aku gk mau lihat kamu sakit, aku pergi dulu yah, bye” pamitnya lalu segera berjalan ke arah pesawat yang sebentar lagi akan take off aku melambaikan tanganku. Aku tak pernah berpikir bahwa itu adalah kalimat terakhir darinya yang kudengar

berharap engkau jadi kekasih hatiku, malah kau pergi jauh dari hidupku

setelah dia pergi pagi harinya aku melihat berita di tv bahwa pesawat Garuda Indonesia Airlines tujuan jakarta-amsterdam mengalami kecelakaan dan diperkirakan tak ada yang selamat
“itu pesawat yang ditumpangi cakka” kataku pada kakakku
“maksudmu”
“itu pesawat yang ditumpangi cakka Dan keluarganya ke amsterdam. Kak kita ke bandara sekarang” kataku menahan isak tangis
“tapi ik kamu harus sekolah”
“yasudah kalau kakak tak mau menemaniku. Aku bisa pergi sendiri” kataku lalu segera berdiri
“tunggu ik. Kakak mau menemanimu” balas kakakku. Akhirnya aku dan kakakku segera ke bandara soekarno-hatta
Sesampai disana aku segera kebagian informasi menanyakan kebenaran berita itu
“mbak apa benar pesawat garuda airlines yang berangkat kemarin tujuan amsterdam itu benar mengalami kecelakaan” tanyaku
“benar dek” jawab mbak itu
“gk ada korban yang selamat” tanyaku lagi
“kami belum tau pasti dek karna tim sar masih melakukan pencarian. Tapi kalau melihat keadaan pesawat yang hancur kami telah menyimpulkan bahwa semua korban tak ada yang selamat” jawabannya kali ini membuatku terdiam dan menatap kak alvin lalu aku merasa lemah tak berdaya aku menunduk dan menangis
“cakka pergi” lirihku kak alvin lalu memelukku
“kamu sabar yah” kata kak alvin menenangkanku. Aku meronta dalam pelukan kak alvin
“CAKKA” teriakku
“cakka. Gk mungkin cakka gk selamat kak” kataku dalam pelukan kak alvin. Kak alvin mengelus pundakku berusaha menenangkanku
“kamu yang sabar” kak alvin kembali menenangkanku. Aku melepas pelukan kak alvin lalu berlari ke arah lapangan lepas landas. Kak alvin menahanku
“kamu mau kemana” tanyanya
“mencari cakka. Aku yakin cakka masih hidup. Dia belum meninggal”
“oik tenangkan pikiranmu”
“aku mau cari cakka kak” aku berusaha melepas cekalan kak alvin. kak alvin  menahanku dengan keras hingga aku tak kuat lagi Dan akhirnya aku pun terjatuh tak sadarkan diri

menyendiri lagi, menyendiri lagi, disaat kau tinggalkan diriku pergi.

“oik ayo makan. Sudah seharian kamu gk makan nanti kamu sakit”
“oik mau pergi cari cakka kak. Oik gk kuat tanpa cakka”
“oik kalau kamu pergi kakak sama siapa”
“kakak kan bisa sama kak sivia. Kalau aku? Aku udah gk punya cakka orang yang selalu mensport aku setelah kakak”
“kamu ingat pesan terakhir cakka” tanya kak alvin aku mengangguk
“kamu ingat kalimat yang cakka selalu ucapkan padamu” tanya kak alvin aku mengangguk lagi
“kebahagiaan terbesarku adalah senyumnya. Senyum terindahku adalah kebahagiaannya” lirihku
“cakka pasti ingin melihatmu bahagia disini agar dia selalu senyum disana. Cakka pasti ingin melihatmu senyum disini agar dia bahagia disana”
“tapi kak. Mayatnya cakka tuh gk ditemuin. Jadi aku gk bisa percaya kalau dia itu udah pergi. Aku mau nyusul dia. Aku mau nyari dia. Aku mau kalau mayatnya cakka ada didepanku”
“itu mustahil ik. Pesawat itu jatuh di samudra”
“apa yang tidak mustahil kalau tim sar berusaha kak”
“baiklah oik. Nanti kakak akan menghubungi mereka. Kamu berdoa dan jangan lupa untuk makan”

 tak pernah ada yang menghiasi hariku, disaat aku terbangun dari tidurku

sudah dua hari dilakukan pencarian. Orang tua cakka telah ditemukan dengan keadaan tak lagi bernapas. Sedangkan cakka masih dalam pencarian. Aku menangis didalam kamar. Aku sudah putus asa untuk berharap bahwa cakka masih hidup.
“pagi kak”
“pagi”
“kak, cakka bagaimana”
“belum ditemukan”
“kak biasanya kalau pagi seperti ini cakka sudah datang menjemputku”
“oik”
“cakka membukakan pintu mobil untukku. Menyiapkan tempat duduk untukku. Dia selalu memperlakukanku bagai tuan putri”
“oik sudahlah kamu jangan larut dalam kesedihanmu”
“justru karna aku tak mau larut dalam kesedihanku aku ingin terus mengingat semua tentang dia, agar aku merasa dia ada disampingku”

Malam harinya aku bersandar di jendela menatap keluar, memperhatikan satu persatu bintang lalu aku memandangi gitar hitam cakka. Gitar kesayangannya yang ia berikan padaku sebagai kenangan terakhir darinya
“cakka jika kau benar sudah pergi semoga kamu bahagia disana, tunggu aku Dan aku berharap kau selalu ingat padaku. Tapi jika kau masih hidup, kumohon bertahanlah dan kembali padaku”
“sayang” lirih kak alvin sambil memelukku dari belakang
“kakak” balasku lalu berbalik kak alvin melepas pelukannya
“apa kau masih ingin melakukan pencarian ini”
“apa kakak yakin kalau cakka sudah meninggal”
“kalau kamu yakin kakak akan yakin”
“aku belum yakin kalau cakka belum ada di depanku”
“baiklah demi kamu kakak akan terus melakukan pencarian asal kamu mau makan yah”

aku inginkan dirimu datang dan temui aku, kan ku katakan padamu aku sangat mencintai dirimu

“assalamualaikum” kak alvin baru datang dari bandara, sebenarnya tadi aku ingin ikut tapi karna keadaanku yang tak memungkinkan kak alvin melarangku untuk pergi
“kak bagaimana dengan cakka”
“masih belum ditemukan”
“ik sudah 5 hari tim melakukan pencarian tapi cakka juga tak di temukan”
“jadi kakak ingin menghentikan pencarian ini”
“oik percayalah cakka sudah pergi. Lupakan dia. Bangkit ik. Kamu gk boleh lemah kayak gini”
“kakak gk ngerti betapa berharganya cakka bagi oik. Coba kakak yang ada di posisi oik aku yakin kakak juga akan sama kayak oik” ucapku kesal lalu berlari naik ke kamarku

aku inginkan dirimu datang dan temui aku, kan ku katakan padamu aku sangat mencinta

“ik, ke kantin yuk” ajak acha temanku sedari aku duduk di bangku SMP
“kamu pergi aja cha”
“kamu kenapa sih ik”  tanya acha. Aku terdiam Dan menunduk
“oik, don’t sad. Cakka don’t like if you like this. Cakka will sad too there because you sad here”
“cha listen! never say cakka is dead. Never. Cakka don’t dead him just disappeared“
“ok  whatever can you say. But don’t sad. Come on oik keep smile. Where oik first?. Where sweet smile from oik?. Where?. Don’t because cakka you such this, ik”
“I want alone. You can go”
“well if you want, I’ll leave it”
“cakka tak bisakah kau disini, menemaniku disaat ku ingin denganmu”

Mengapa kau pergi, mengapa kau pergi, disaat aku mulai mencintaimu

Sudah sebulan cakka menghilang kak alvin juga sudah memutuskan untuk menghentikan pencarian. Dan tentu saja itu adalah keputusan yang sangat berat untuk aku terima. Aku mengambil gitar cakka. Memang hanya gitar ini yang menyimpan kenanganku dengan dia. Dia pernah mengajarkanku bermain gitar Dan gantinya aku mengajarkan bermain piano. Aku mulai memetik senarnya menyanyikan satu lagu yang aku ingin cakka mendengarnya

Mengapa kau pergi, mengapa kau pergi
disaat aku mulai mencintaimu
berharap engkau jadi kekasih hatiku
malah kau pergi jauh dari hidupku
menyendiri lagi, menyendiri lagi
disaat kau tinggalkan diriku pergi.
tak pernah ada yang menghiasi hariku
disaat aku terbangun dari tidurku
aku inginkan dirimu datang dan temui aku
kan ku katakan padamu aku sangat mencintai dirimu
aku inginkan dirimu datang dan temui aku
kan ku katakan padamu aku sangat mencinta

perlahan kak alvin mendekatiku “oik” lirihnya sambil mengelus punggungku aku meletakkan gitar cakka disampingku
“ada apa kak”
“kamu bisa kan mengihklaskan cakka” tanyanya. Aku menghela napas panjang lalu terdiam dan menunduk. Aku tak mampu menjawab pertanyaan kak alvin yang bisa kulakukan saat ini hanyalah menangis. Kak alvin lalu memelukku
“kak, kenapa cakka pergi? Apa cakka sudah tak sayang sama aku? Padahal kan aku sangat sayang pada cakka”
“kakak yakin cakka sayang padamu… tapi tuhan lebih  sayang pada cakka.. makanya tuhan mengambil cakka lebih dulu”
“apa tuhan tak sayang padaku… tuhan kan tahu bahwa aku sayang pada cakka dan tuhan tahu apa yang akan terjadi padaku jika tuhan mengambil cakka”
“tuhan juga sayang padamu… makanya dia mengambil cakka tuhan ingin melihat sampai mana keihklasan hati mu melepas orang yang kamu sayangi”
“tapi kak”
“berusahalah sayang, kakak tahu kamu pasti bisa. Kamu tidak boleh larut dalam kesedihanmu… kalau kamu sayang sama cakka buatlah cakka bahagia disana. Doakanlah dia dan berharaplah bahwa tuhan akan mempertemukanmu dengannya suatu saat nanti”

Sebuah Doa Bisa Pergi Ke Tempat Dimana Aku Tak Bisa Pergi… Melalui Doa Aku Bisa Bersamamu Tanpa Harus Berada Disitu. Aku Mungkin Jauh, Tapi Doa-Doaku Selalu Bersamamu. Biarlah Semua Yang Baik, Indah, dan Damai  Selalu Untukmu

Sebulan telah berlalu, sebulan kujalani hari tanpa suara cakka yang selalu membuatku senyum, sebulan kulalui malam tanpa hangat dekapan cakka yang selalu membuatku nyaman
Malam ini sangat dingin, dinginnya terasa menusuk hingga ke tulang-tulangku Dan hal ini mengingatkanku beberapa hari sebelum cakka berangkat ke amsterdam. Waktu itu ditaman belakang tempatku sekarang duduk
“ik, malam ini dingin banget yah?”
“ehm…”
“emang kamu gk dingin”
“hhh” aku hanya mampu menghela napas dingin malam itu membuatku tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Cakka yang mengerti keadaanku lalu melepas jaketnya Dan memakaikannya ke badanku. Hangat dan wangi. Aku menatapnya
“trus kamu gimana” tanyaku
“aku udah biasa. Kamu pake aja. Ntar kamu sakit” sosok yang sangat perhatian. Aku berharap dialah orang yang terakhir yang mampu membuat hariku selalu bermakna
“cakka, apa yang akan kamu lakukan jika aku sudah tak ada”
“aku?”
“yah”
“yang akan aku lakukan jika kamu sudah tidak ada, adalah aku akan selalu mengenangmu, aku akan memberitahu semua orang bahwa aku pernah mengenal sosok oik cahya yang sangat manja, lucu, dan cantik” sosok yang selalu membuat orang ingin tersenyum. Aku berharap dia tak akan pernah hilang dari hidupku
Aku tersenyum “benarkah itu” tanyaku. Dia tersenyum lalu mengangguk
“kalau kamu ik. Apa yang akan kamu lakukan jika aku sudah pergi”
“aku akan mengurung diri didalam kamar”
“lho koq gitu”
“karna menurut aku. Napas, nyawa, dan hidupku itu hanyalah kamu. Jadi jika kamu pergi aku hanya bisa merenung berharap kau kembali. Dan melengkapi hidupku lagi” kataku cakka tersenyum lalu memelukku
“jangan lakukan itu jika aku sudah pergi. Jika kau melakukan itu aku akan sedih disana. Aku mau kau tersenyum. Aku kan sudah pernah bilang kebahagiaan terbesarmu adalah senyumku. Senyum terindahmu adalah kebahagiaanku. Jadi senyumlah jika kau ingin membuatku bahagia. Bahagialah jika ingin membuatku senyum”
Aku tersenyum mengingat kalimat cakka. Aku merasakan kalau cakka sekarang ada disampingku. Semakin malam semakin dingin, kak alvin lalu memanggilku agar aku segera masuk. Rasanya aku tak ingin meninggalkan tempat ini. Berada disini membuatku merasa berada didekat cakka. Karna tempat ini memang tempat favoritku dengannya

menyendiri lagi, menyendiri lagi, disaat kau tinggalkan diriku pergi.

“pagi ik” sapa acha. Aku hanya membalasnya dengan seulas senyum
“gini baru oik yang aku kenal” kata acha sambil merangkulku. Sepertinya hari ini aku kehabisan kata-kata hingga aku membalas acha hanya dengan seulas senyum
“cha, gimana caranya kamu bisa lupain rizky sebelum kau mengenal ozy”
“yang aku lakukan sama seperti apa yang kamu lakukan satu bulan yang lalu”
“apa itu membuatmu lupa dengan rizky”
“gk ik. Itu hanya membuatku merasa tersiksa. Sebulan aku berdiam diri hingga ozy masuk ke kehidupanku membuatku mengerti bahwa tak hanya rizky satu-satunya pria didunia ini. Masih banyak orang yang sayang sama aku. Masih banyak orang yang ingin melihatku tersenyum. dan aku harus memperlihatkan itu pada mereka, aku tak boleh mengecawakan banyak orang hanya karna satu orang. Aku tak boleh mengorbankan pasukanku hanya karna senjataku rusak. Kalau senjata pasukanku masih bagus itu bukan akhir dari segalanya kan” jelas acha panjang, lebar kali tinggi. Aku tersenyum melihatnya
“apa aku bisa cha?”
“gk ada yang gk bisa selama ada usaha”
“kamu mau bantuin aku”
“apa sih yang gk buat sahabatku” kata acha. Aku lalu memeluknya ia membalas pelukanku
“makasih yah cha”
“sama-sama ik”

aku inginkan dirimu datang dan temui aku, kan ku katakan padamu aku sangat mencintai dirimu

daritadi bel berbunyi. Kak alvin pasti lagi jalan ama kak sivia. Dengan malas aku  berjalan ke arah pintu. Di rumah ini memang hanya ada aku dan kak alvin
“siapa sih” tanyaku lalu membuka pintu. Orang itu lalu berbalik ke arahku. Aku cengo lalu kembali menutup pintu. “Itu hanya bayangan” lirihku lalu kembali membuka pintu.
Orang itu tersenyum ke arahku manis sekali aku kembali menutup pintu “apa aku sedang bermimpi sambil berjalan” tanyaku lalu kembali membuka pintu
“hei kamu kenapa” tanya orang itu. “bisa bicara” batinku.
“aku pasti bermimpi” batinku lalu mencubit lenganku “aw… sakit” rintihku orang itu tertawa pelan.
“kamu kenapa” tanyanya
“satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa yang ada didepanku bukan bayangan adalah” lirihku lalu menjitak orang itu
“aw… sakit oik” kesalnya sambil mengelus kepalanya aku terlonjak lalu memeluknya
“CAKKA” teriakku sambil meneteskan air mata
“lebay‼ deh ik”
“kamu masih hidup aku yakin kamu gk akan pergi secepat itu”
“hidup kedua! Itulah yang aku dapatkan” ucap cakka lalu melepas pelukanku, ia menghapus sisa air mata di pipiku
“kamu mau aku cerita semuanya” tanyanya aku mengangguk. Aku dan dia lalu masuk kedalam rumah
“tinggal sejengkal lagi aku pergi ik, tapi karna aku ingat dengan perkataan kamu di taman belakang beberapa hari sebelum aku melakukan penerbangan, aku berusaha untuk hidup, aku menggunakan serpihan pesawat untuk berenang ke pinggir, karna bisa dibilang pesawatnya jatuh  tidak juga terlalu jauh dari pinggir laut”
“lalu kenapa kamu gk nolong tante ama om”
“mereka memang sudah tak bernapas kutemukan. Jadi aku menyelamatkan diri sendiri saja”
“lalu kenapa tak ada tim sar yang menemukanmu”
“aku lelah dan terdampar di pinggir pantai jauh dari tempat pesawat itu jatuh lalu ada seorang nelayan yang menemukanku dan merawatku. Dia bilang 3 hari aku tak sadarkan diri. dan aku harus memulihkan keadaanku dulu setelah itu aku berusaha lagi mencari bagaimana caranya agar aku kembali kesini. Ke kehidupanmu, menjadi pelengkap hidupmu” jelas cakka. Aku tersenyum lalu memeluknya
“makasih sudah bertahan untuk aku”
“Sama-sama karna sudah mendoakanku agar aku bertahan” balas cakka. Aku sangat bahagia ternyata sebagian dariku belum hilang.
“cakka you should know that you’re everthing to me. So don’t go anymore”
“I will go after you’re able to let me go” balasnya aku melepas pelukanku
“promoise” kataku sambil mengacungkan jari kelingkingku. Cakka tersenyum
“I promoise” balasnya sambil melingkarkan jari kelingkingnya di jari kelingkingku.
I hope if cakka go again I will keep smile
Karna cakka aku sudah bisa mengerti bagaimana sepinya kehilangan
Karna cakka aku sudah bisa mengihklaskan jika seseorang yang kusanyangi pergi
Cakka mengajarkan segalanya untukku. Kebahagiaan, Kasih Sayang, Pengorbanan, Perhatian, Kesetiaan, Keihklasan, Ketabahan, Sakit dan Rasa Kehilangan
Cakka juga mengajarkan bagaimana arti Kehidupan bagaimana seseorang harus memaknai hidup ini. Cakka membuatku bermakna, membuat hidupku berarti, membuat hariku cerah, dan membuat malamku terang.
Cakka lah harta terindah dan berharga yang pernah kumiliki setelah ortu dan kakakku
Cakka adalah teman, sahabat, kekasih, dan keluarga untukku

Kufikir dia sudah pergi ternyata belum. Kufikir dia sudah tak sayang lagi ternyata tidak. Dia bertahan untuk aku. Dia berusaha bernapas untuk bertemu denganku. Apa benar karna cinta tekad seseorang akan kuat? Apa benar karna cinta seseorang akan berjuang melawan apapun? Kalau iya kenapa harus ada yang tersakiti? kalau iya kenapa harus ada air mata? mungkin itu sebagian dari cobaan dalam hubungan. Keep smile jika seseorang yang kau sayangi pergi. Jika kau tak bisa melupakannya, simpanlah dia rapat-rapat di hatimu yang paling dalam, dan belajarlah untuk menyayangi seseorang yang menyayangimu. Jika orang yang kau sayangi pergi sesungguhnya tak selamanya dia pergi, jika tuhan telah menentukan bahwa dia adalah jodohmu, yakin dan percayalah kau akan bertemu dengan dia di kehidupan selanjutnya#pesan buat seseorang…

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Caikers Family Official Blog. Design By: SkinCorner