Kamis, 23 Juni 2011

WITHOUT YOU (Cerpen by mawarfatmah)

Oik Cahya seorang gadis mungil yang cantik sekarang sedang terbaring lemah di ruang ICU ditemani oleh alat-alat rumah sakit, ia sedang berjuang, berjuang melawan maut yang sedari tadi sudah ingin mengajaknya terbang ke surga. Cakka kekasih yang selalu setia menungguinya terbangun dari tidur panjangnya, sampai sekarang belum pernah meninggalkan tempat duduknya selangkah pun. Bahkan untuk makan saja ia tak lagi sempat, karna ia ingin tetap berada disisi oik, walau ia tahu bahwa oik tak akan melihatnya tapi ia tahu bahwa oik akan merasakan kehadirannya

****

Sore itu alvin dan oik sedang jalan-jalan sore di sekitar kompleks perumahan tempat tinggal mereka. Mereka bercanda sepanjang perjalanan
“hati-hati ik jalannya jangan sampai kamu gk lihat di depanmu ada lubang trus kamu jatuh” pesan alvin yang melihat cara oik berjalan sudah seperti setengah berlari
“kakak tuh yang gk bisa lihat kalau di depan ada lubang, soalnya mata kakak itu merem mulu” balas oik lalu berlari
“hikz.. awas yah kamu” kata alvin sambil mengejar oik. Dengan cepat oik berlari ia tahu kalau sampai ia tertangkap ia pasti di kelitikin sama alvin. Saat alvin mulai mendekat ia memutuskan untuk menyebrang jalan Dan betapa tidak beruntungnya oik hari itu, tiba-tiba sebuah mobil xenia melaju dengan kencang dan menabraknya. Ia terguling, kepalanya dengan keras menghantam aspal. Membuat darah segar tak berhenti mengalir dari kepalanya. Alvin segera menghampiri oik, ia memangku kepala oik
“ik bertahan” kata alvin
“aku sayang sama kakak dan cakka. Aku gk mau cakka sedih karna aku pergi. Cakka orangnya kuat, aku yakin dia akan ihklas kak” itulah pesan terakhir oik pada alvin. Ia menangis mendengar pesan terakhir oik. Dengan segera ia membawa oik ke rumah sakit dan menelpon cakka. Ia sangat merasa bersalah. Yah semua salahnya, ia memaksa oik untuk ikut dengannya. Ia sudah mempersiapkan diri, akan cacian yang akan keluar dari mulut cakka. Ia tahu sepupunya itu sangat sayang pada kekasihnya. Apapun akan ia lakukan demi kebahagiaan kekasihnya. Apalagi kalau sudah menyangkut nyawa mungkin keluarganya pun akan ia singkirkan kalau memang keluarganya yang membuat nyawa oik melayang
“kka, maafin aku yach” kata alvin sedikit menunduk, wajahnya terlihat pucat pasi. Cakka berusaha tersenyum lalu menatap alvin. Alvin melihat raut wajah yang sedih di wajah cakka, mata yang bengkak akibat seharian menangis. Bahkan kondisi cakka sudah menyamai kondisi oik. Setelah menatap alvin ia kembali menatap oik
“jangan ribut oik lagi tidur” balasnya lalu mengelus rambut oik.
“benar yang dibilang oik, cakka orang yang kuat” batin alvin
“cakka” panggil alvin
“hush… aku kan udah bilang jangan ribut oik lagi tidur” balas cakka masih tetap mengelus rambut oik
“vin. Oik lucu yach kalau lagi tidur” tanya cakka sambil menggenggam tangan oik. Alvin menyeka air matanya. Dia tak pernah menyangka bahwa sepupunya ini akan berbaik hati padanya. Ia sangat sedih melihat keadaan sepupunya. Ia tahu sepupunya seperti ini semua karna dia. Ia hanya mampu tersenyum
“alvin” panggil cakka
“yach. Kenapa?” tanya alvin
“koq gk jawab”
“och iya oik lucu koq” jawab alvin
“kka. Lihat kepala oik yang dibalut perban. Lihat oik kka. Lihat pernapasannya saja dibantu. Lihat mata yang selalu tertutup itu. Kalau kau menganggap oik sedang tidur itu sama saja kalau menyiksa dirimu dengan harapan ia akan bertahan” kata alvin pelan. Cakka menatap senduh ke arah alvin ia tersenyum lalu kembali menatap oik
“vin ingat gk waktu kita masih kecil dulu saat kita main ditaman” tanya cakka ia menghiraukan perkataan alvin sebelumnya. Alvin hanya mampu menghela napas
“yach aku masih ingat cakka. dan aku gk menyangka oik akan seperti ini sebelum mimpinya tercapai. Dan akan secepat ini kita menungguinya terbaring” balas alvin

_FlashBack_

Disebuah taman… 3 orang anak kecil berusia 9 tahun sedang asyik bercerita akan cita-cita mereka, satu diantara mereka adalah seorang gadis kecil yang bercita-cita jadi seorang dokter
“kalau kak avin. Mau jadi apa kalau sudah besar” tanya gadis itu
“aku mau jadi pemain sepak bola yang handal dan terkenal, aku akan berlatih sekeras-kerasnya agar aku bisa membawa pulang piala dunia mengatas namakan PSSI” jawab lelaki yang di panggil avin itu. Ia berwajah oriental Dan bermata sipit
“kalau kamu kka?” tanya gadis itu pada sahabatnya yang satu lagi. Sahabatnya yang ini cool n berambut agak gondrong
“aku mau jadi musisi terkenal di seluruh dunia. Aku ingin seperti justin, cuman berawal dari youtube dia bisa mendunia” jawab lelaki itu
“kalau kamu sendiri ik mau jadi apa” tanya kedua lelaki tersebut
“aku mau jadi seorang dokter yang baik n berguna, aku janji gk akan korupsi, kalau aku sudah jadi dokter aku ingin mengobati masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, aku ingin mengobati anak-anak yang gizi buruk dan semua itu gratis. Oh iya kalau aku juga sudah jadi dokter nanti, aku akan selalu mengikuti alvin kemana pun kamu pergi, supaya kalau kamu cederah nanti aku bisa mengobati lukamu” jelas gadis itu
“pilih kasih kamu ik” kata lelaki yang cool itu
“kenapa” tanya oik. Si gadis kecil
“koq cuman alvin sih yang di ikutin kemanapun dia pergi. Aku juga donk kalau misalnya aku pingsan gara-gara kecapekan gimana” protesnya
“gimana yach” pikirnya
“aha! Aku tahu gimana kalau alvin gk ada jadwal main bola, aku bakalan rawat kamu” lanjut oik
“gpp dech yang penting aku juga bisa kamu rawat” balas cakka. Lelaki yang cool abizz
“trus kalau aku sakit yang jagain aku siapa” tanya oik
“aku‼” seru kedua sahabatnya
“hore! Aku punya dua sahabat yang baik. Makasih yach” kata oik
“sama-sama” balas alvin. Si lelaki oriental. Waktu kecil oik tak suka memanggil alvin dengan sebutan alvin tapi avin, karna dia ribet menyebut huruf L
“janji yach kalau suatu saat nanti aku terbaring lemah dengan segala alat rumah sakit di sekelilingku kalian harus ada disampingku, jangan pernah meninggalkanku sebelum nyawaku lepas dari tubuhku” pinta oik. Cakka Dan alvin saling menatap
“janji‼” seru mereka kemudian

_Flash On_

“tuhan telah mengaturnya vin, kalau bisa diminta aku juga tak ingin oik seperti ini. aku akan menepati janjiku pada oik. Sebelum nyawa oik lepas dari tubuhnya aku gk akan meniggalkan tempat ini” kata cakka ia mempererat genggaman tangannya
“maafin aku yach kka. Aku selalu merebut kebahagiaanmu. Andai aku tak datang ke jakarta persahabatanmu dengan oik akan baik-baik saja. Andai aku tak datang ke jakarta oik tak akan terbaring seperti ini” kata alvin
“lupakan masa lalu vin. Semua itu sudah berlalu. Oik terbaring disini juga bukan karna kamu. Oik hanya menghindar darimu dan ia tidak tahu bahwa bahaya sedang menunggunya sehingga dia langsung saja menyebrang tanpa melihat keadaan jalan” balas cakka. Alvin telah menceritakan detail kejadiannya
“tapi cakka…”
“sudah gk usah di ungkit. Sana kamu istirahat dulu”
“kau selalu tegar. Aku bangga denganmu” batin alvin

_FlashBack_

Cakka, Alvin, dan Oik adalah 3 sahabat yang sangat bahagia didunia. Alvin adalah sepupu cakka dari malang ia baru sebulan di jakarta. Sedangkan oik adalah sahabat karib cakka sejak duduk dibangku klz 1 sekolah dasar. Sejak dulu cakka sayang pada oik, oik pun begitu. Tapi rasa sayang oik ke cakka berubah ketika alvin datang. Cakka jadi sering iri dengan kedekatan alvin n oik, tapi cakka orang yang kuat, ia tetap tersenyum. Cakka tahu ia sayang pada oik hanya sebagai seorang sahabat, ia juga tahu kalau ia masih kecil untuk mengerti bahwa rasa sayangnya kepada oik itu adalah CINTA jadi ia tetap tegar jika oik lebih membela alvin daripada dirinya, ia sudah mendapat kebaikan oik sejak dulu sedangkan alvin baru sebulan. Berbeda dengan sepupunya alvin, ia malah menganggap bahwa rasa sayangnya pada oik itu adalah cinta, ia tak pernah berpikir bahwa ia masih berumur 9 tahun untuk merasakan hal itu. Akhirnya ia dekat dengan oik bahkan sampai melupakan cakka, tapi cakka ia tak pernah berpikir bahwa alvin adalah seorang perusak dalam hubungannya dan oik, ia tetap tersenyum jika oik tak ada waktu untuk bermain dengannya, hingga mereka menginjakkan kaki di bangku kelas 2 SMP alvin sakit hati. Ia menyesal telah menyimpulkan sendiri perasaannya, ternyata selama ini sayangnya oik hanya untuk cakka, cakka, n cakka. oik memberitahukan hal itu pada alvin ketika alvin mengungkapkan perasaannya, alvin tak ingin egois, ia ingin oik mendapat kebahagiaannya, akhirnya ia mempersatukan kedua sahabatnya itu, dan ia ingin seperti cakka tetap kuat dan selalu tersenyum walau hati teriris, tapi ia tak mampu akhirnya ia memutuskan untuk menghindar dari cakka.
“kak alvin” panggil oik. Yang dipanggil menoleh dan tersenyum tipis ke arah oik
“ngapain kakak disini” tanya oik yang sekarang sudah ada disamping alvin. Seseorang yang bersembunyi di balik sebuah pohon yang besar berusaha tegar
“memangnya ada yang  melarang kalau aku ada disini” tanya alvin balik lalu menatap lurus kedepan
“gk ada sich” jawab oik
“yaudah jdi gk masalah kan kalau kakak ada disini” balas alvin. Oik tersenyum lalu menunduk
“harusnya aku gk bilang sama kakak” kata oik. Alvin bingung lalu menatap oik
“maksud kamu”
“Kalau aku tahu bahwa kakak akan seperti ini. harusnya aku gk bilang kalau aku itu sayang sama cakka, harusnya aku gk bilang kalau aku hanya menganggap kakak itu sebagai kakakku”
“aku senang koq bilang seperti itu”
“lalu kenapa kakak menjauh dari cakka”
“aku hanya tidak mau menganggu kalian”
“tapi cakka sedih kak, kakak itu sepupunya cakka, cakka sedih kalau hanya karna CINTA dalam persahabatan kita, kakak jauh dari dia. Aku lebih suka saat kita bersahabat, daripada saat kakak mencintaiku. Bukankah kakak ingin aku dan cakka bahagia. Kalau kakak menjauh itu hanya membuatku sedih melihat cakka yang selalu terdiam” jelas oik lalu berdiri dan pergi
“aku sulit untuk tersenyum didepan kalian berdua. Aku iri melihat cakka, kau bisa setegar itu sedangkan aku, aku sulit untuk seperti itu” lirih alvin
“tapi berdiam diri seperti ini, menjauh seperti ini itu bukanlah langkah yang tepat untuk membuatku dan oik bahagia” celetuk seseorang. Alvin menoleh
“cakka” kagetnya lalu berdiri
“kau suka kan dengan oik” tanya cakka. Alvin bingung harus menjawab apa
“ng.. gk koq” jawab alvin
“ketahuan muka kamu bohong. Vin aku sepupu kamu, aku sudah mengerti semua sifatmu. Jangan pernah bohongin perasaanmu yach. Aku gk akan suka dengan oik, aku mau persahabatan kita kembali seperti dulu. Seperti sebelum kau menyatakan perasaanmu dengan oik. Seperti sebelum kau berusaha mempersatukanku dengan oik” kata cakka lalu memeluk alvin
“please jangan menghindar. Aku mohon kembali lah menjadi sahabatku dan kakak bagi oik” pinta cakka dalam pelukan alvin. Alvin membalas pelukan cakka
“aku salut dengan kamu. Aku akan menjadi sahabatmu. Ketahuilah kau sepupuku yang paling hebat” balas alvin

_Flash On_

“kamu mau nitip makanan” tanya alvin
“gk usah aku masih kenyang” jawab cakka. Alvin cengo
“kenyang?? Kamu habis makan apa” tanya alvin. Setahunya sepupunya ini belum pernah meninggalkan tempatnya di meja juga tak ada bungkusan berisi makanan
“biar gk makan, asalkan lihat muka oik aku juga kenyang koq” balas cakka. Lagi-lagi alvin cengo
“demi cinta kau seperti ini” tanya alvin
“bukan demi cinta vin. Tapi demi janjiku pada oik sewaktu kita masih kecil. Saat ini oik terbaring bukan sebagai kekasihku. Tapi sebagai sahabatku, sahabat kecilku yang polos dan manja. Aku sudah  berjanji dan aku akan menepatinya. Tak akan kutinggalkan tempatku walau sejengkal pun itu”
“yaudah aku keluar dulu yah” pamit alvin lalu keluar
“kau terlalu baik untuk mendapat cobaan ini kka. Kenapa harus kau yang di beri cobaan ini. Aku sangat bangga menjadi sepupumu” batin alvin

2 hari telah berlalu. Oik tetap saja betah dengan kondisinya. Masih sama seperti kemarin, tapi cakka adalah sosok yang kuat, ia juga tetap betah berada di kursinya, benar-benar betah. Ia menepati janjinya tak meninggalkan tempat itu sejengkal pun. Ia makan jika alvin membawakannya itu juga tidak dia habiskan, hanya 2-3 sendok makan saja, setelah itu ia kenyang. Setiap malam sebelum tidur ia membacakan dongeng kesukaan oik. Kisah putri tidur. Dulu sewaktu orang tua oik meninggal setiap malam cakka kerumah oik. Menemani oik belajar, membacakan dongeng ketika oik ingin tidur. Dan ia akan kembali ke rumahnya jika ia yakin bahwa oik sudah terlelap

_FlashBack_

“kka. Sebelum aku tidur bacain dongeng dulu yah” pinta oik
“iya, kamu maunya dongeng apa” tanya cakka
“putri tidur” jawab oik
“itu lagi? Apa kamu gk bosen?” tanya cakka
“aku selalu lupa bagian akhirnya”
“gimana mau ingat, aku masih baca waktu putri itu makan apel beracun dari nenek sihir kamu udah tidur”
“hehehe. Makanya bacain lagi yach”
“iya. Tapi kali ini aku gk mulai dari awal nanti kamu tidur lagi. Jadi aku lanjut aja yah”
“hm…” balas oik. Cakka lalu mengambil buku dongeng oik. dan mulai bercerita
“setelah memakan apel beracun itu. Sang putri lalu terjatuh. Si nenek sihir pun tertawa penuh kemenangan” cakka mulai membaca
“hihihi sang nenek sihir pun tertawa terbahak-bahak lalu meninggalkan sang putri. Saat tiba di istana nenek sihir kembali bertanya pada cerminnya. Wahai cermin siapakah yang tercantik di negeri ini. Cermin pun berkata nyonyalah yang paling cantik di negeri ini. Sedangkan di rumah sang putri para kurcaci menemukan sang putri sudah tergeletak di lantai, mereka lalu mengangkat sang putri ke ranjang. Sang kurcaci pun bersedih akan kepergian sang putri, tapi mereka tak menguburkan sang putri karna mereka yakin sang putri hanya tertidur” oik dengan seksama mendengarnya
“berhari-hari. Bahkan berbulan-bulan sang putri tertidur dengan pulas, hingga seorang pangeran datang ke gubuk kurcaci. Ia adalah pangeran yang selama ini mencari seorang putri yang hilang, Dan putri itu adalah putri tidur.  para kurcaci yakin, cinta yang tulus dan suci dari seorang pria akan membangunkan sang putri dari tidur panjangnya. Maka sang pangeran pun mengungkapkan perasaannya lalu mengecup kening sang putri, tak lama kemudian tangan sang putri pun bergerak dan matanya perlahan terbuka. Benar saja cinta yang tulus dan suci mampu mengalahkan mantra sihir dari nenek sihir itu. Melihat sang putri sadar para kurcaci bersorak ria. Sedangkan di istana si nenek sihir marah karna sang putri hidup kembali dan mengalahkan kecantikannya ia pun merusak cermin ajaibnya, dan pergi. Sang putri dan pangeran pun hidup bahagia tanpa nenek sihir yang menganggu. Selesai” kata cakka
“hoamm” oik menguap. Cakka geleng-geleng
“tuh ngantuk lagi”
“akhir ceritanya bagusnya. Kalau aku juga tertidur lama seperti putri apa akan ada seseorang yang mau mengecup keningku”
“oik kalau kamu tidur selama itu aku main sama siapa”
“makanya kalau aku tidur lama-lama kamu datang trus kecup keningku aku pasti bangun”
“hih dasar kamu”
“hehehe”
“udah malam ayo tidur”
“siap bos” balas oik lalu berbaring. Cakka menarik selimut oik
“tidur yang nyenyak  yah peri kecil” kata cakka. Ia masih di tempatnya. Sebelum ia pergi ia ingin memastikan bahwa oik sudah benar-benar tidur
“kalau kamu benar-benar tertidur lama seperti putri tidur, dan jika jalan satu-satunya untuk menyadarkanmu adalah mengecup keningmu, aku akan melakukan itu ik. Kamu adalah sahabatku, aku tak ingin kamu pergi walau sehari” lirih cakka lalu keluar dari kamar oik

_Flash On_

Cakka mengenggam tangan oik, mengelus rambutnya, lalu mengelus pipi chubby oik
“kenapa kau tak mau bangun ik. Sudah dua hari kau tertidur. Kamu sedang mimpi apa. Kenapa tidurmu begitu nyenyak” tanya cakka sambil memainka jemari oik
“apa sekarang kau seperti putri tidur. Apa kau ingin tidur sampai seseorang mengecup keningmu”
“ayolah ik bangun. Aku tak ingin melihat benda-benda ini menempel di badanmu”
Cakka terdiam sejenak lalu menunduk
“aku sudah berusah tersenyum di depan alvin. Tapi sebenarnya aku sedih melihat keadaanmu seperti ini, kumohon ik sadarlah” ucap cakka pelan. Tetes air mata jatuh dari pelupuk matanya ia tetap menunduk dan sekarang ia meletakkan tangan oik di pipinya
“aku sedih kan ik. Kuhomon bangunlah jika ingin melihat senyumku. Jangan siksa aku seperti ini” lirih cakka. Tetes air mata membahasi lengan oik. Sepertinya oik merasakannya, air matanya ikut menetes. Cakka kembali meletakkan tangan oik, menatap wajah oik dalam, menghapus sisa air mata oik
“kumohon peri kecil bangunlah” ucapnya lalu mengecup kening oik. Tangan mungil itu perlahan bergerak
“anak ilang” lirih oik lalu perlahan matanya terbuka
“oik‼” seru cakka betapa senangnya cakka, ia lalu beranjak dari duduknya ia ingin memanggil dokter juga alvin tapi tangan mungil itu menahannya
“gk usah hhh panggil dokter. Aku hhh baik-baik aja koq. hhh”
“tapi ik” kata cakka oik membalasnya dengan senyuman
“kalau alvin aku boleh panggilkan” tanya cakka
“aku hhh gk lama koq” balas oik. Cakka tak ingin oik kenapa-kenapa ia sudah tau apa keinginan oik. Akhirnya ia menekan bel yang khusus untuk memanggil dokter  dan kembali duduk
 “aku cuman mau bilang hhh m..makasih selama ini hhh dah mau hhh a..ada untuk a..ku. ayah dan bunda sudah menungguku hhh aku ingin k..kau tetap kuat tanpaku. Bye anak ilang thank’s for everything. Aku akan menunggumu disana” kata oik. Ia tersenyum simpul
“aku ingin melihat senyum terakhirmu kka” pintanya disela air mata cakka berusaha tersenyum. Lalu dokter dan alvin datang. Oik tersenyum melihat senyum cakka ia melirik alvin yang sudah berdiri disamping cakka, tersenyum ke arah alvin lalu menutup matanya perlahan garis di monitor menjadi lurus. Cakka menjauh ia membiarkan dokter menangani oik. Dokter segera menempelkan alat pemacu detak jantung di dada oik, oik terguncang lalu kembali terbaring dengan tenang. Cakka kembali melirik monitor tak ada perubahan. Dokter sudah lelah ia berbalik ke arah cakka dan alvin lalu tersenyum penuh kekecewaan
“oik‼” seru cakka lalu memeluk oik
“jangan pergi. Kumohon” pinta cakka. Perlahan alvin berusaha melepas pelukan cakka dari oik. Tapi tak bisa
“bangun ik‼ demi aku” pinta cakka, tapi sia-sia oik telah pergi ke tempat yang tenang, menemui kedua orang tuanya di surga
“cakka!” lirih alvin. Cakka pun melepas pelukannya, menghapus air matanya dan berlari ke luar
“seharusnya aku yang ada di posisimu ik” lirih alvin

Cuaca hari ini mendung. Mungkin alam ingin menemani cakka yang sedang sedih
Cakka tetap diam di tempatnya, mengelus nisan kekasihnya. Sedangkan alvin hanya mampu menguatkan cakka dengan mengelus pundak sepupunya itu
“ayo pulang” ajak alvin. Cakka diam dan tak berhenti mengelus nisan oik
“tunggu aku yah ik. Cepat atau lambat, aku akan menyusulmu” kata cakka
“cakka” lirih alvin
“sosok yang kuat selama ini kulihat dalam diri cakka telah hilang. Sosok yang selalu kubanggakan. Kenapa seperti ini kka. Kumohon semangat” batin alvin, air matanya menetes dengan cepat ia menghapusnya
“cakka udah mau hujan pulang yuk” ajak alvin tak ada respon dari cakka
“tunggu sebentar lagi vin” balas cakka kemudian. Alvin menghelas napas
“baiklah” kata alvin
“oik, kaulah harta terindahku. Aku lahir tanpa mengenal orang tuaku. Aku pandai berbicara tanpa orang tua disampingku. Bertemu dengan keluargamu aku seperti merasa bahwa aku sudah merasakan kasih sayang dari orang tua. Walau  tanpa orang tuaku. Aku tak pernah sedih karna ada kamu, om, dan tante. Orang tuaku pergi meninggalkan sejuta harta untukku tapi aku tak pernah bahagia dengan harta itu. Tapi bertemu dengan keluargamu aku merasa bahwa aku memiliki segalanya. Harusnya aku yang berterima kasih padamu ik. Aku tidak akan pernah bisa lupa semua tentangmu dan tentang kita. Semoga kamu bahagia disana” jelas cakka lalu berdiri, alvin juga berdiri, mereka lalu berjalan ke arah pintu keluar pemakanan, cakka berhenti lalu berbalik menatap nisan oik. Angin berhembus dengan kencangnya dan sesosok gadis tersenyum menatap cakka, cakka pun tersenyum melihat gadis itu, lalu daun-daun kering yang asyik beterbangan menghapus sosok gadis itu. Detik itu juga, awan menjatuhkan airnya menjadi  hujan. Tak ada cara lain, dengan terpaksa alvin menarik cakka ke mobil

Seminggu setelah kau pergi teman silih berganti menghiburku
Berkata semua teratasi dan terus sembunyi dibalik senyum palsu

Cakka duduk di samping makam dengan nama Oik Cahya Ramadlani terukir halus di batu nisannya. cakka menaburi kuburan itu dengan bunga lalu menadahkan tangan mengirim doa untuk orang terkasihnya. Setelah selesai berdoa, ia kembali mengelus nisan oik
“udah seminggu ik kamu pergi. Tapi duniaku tetap saja tak berubah masih kelam sama seperti pertama kali kau meninggalkanku. Aku ingin cepat kesitu. Aku ingin secepatnya bertemu denganmu. Bukannya aku lelah berada disini. Tapi hari-hariku terasa suram tanpamu”
“aku pulang ik. Selamat beristirahat” kata cakka lalu berdiri
“subhanallah‼” serunya saat melihat bayangan oik sedang berdiri didepannya
“oik??”
“aku akan menjemputmu jika sudah waktunya. Bersabarlah dan jangan pernah meminta untuk itu” kata bayangan itu lalu tersenyum
“tapi apa aku bisa tanpamu” tanya cakka. Tak ada jawaban dari bayangan itu
“pulanglah. Kau pasti bisa!” pintanya lalu bayangan itu menghilang tersapu oleh angin yang berhembus. Cakka menghela napas lalu berjalan keluar dari pemakaman



Tanpamu apa aku bisa tersenyum??
Tanpamu apa duniaku akan berwarna??
Tanpamu apa aku bisa kuat dan tegar??
Ketahuilah aku bisa tersenyum karna bisa melihat wajahmu
Duniaku berwarna karna kau masih ada
Aku bisa kuat dan tegar karna aku tahu aku masih bisa melihat wajahmu, dan mendengar suaramu
Tapi sekarang aku hanya bisa memandangi gambar wajahmu, tanpa harus mendengar suara indahmu
Aku tak yakin berapa lama aku akan bersabar menunggumu…
Tapi kau harus yakin aku tak akan pernah berhenti berharap bahwa jika nanti aku ingin pergi kaulah orang yang menjemputku
Aku juga tak akan pernah mencari seorang pengganti untukmu. Kaulah satu-satunya cinta. Kaulah satu-satunya orang yang mampu mengisi hatiku…

PEMILIK HATI (Cerpen by mawarfatmah)

Alvin & Oik mungkin mereka adalah pasangan yang sangat bahagia. Alvin yang setia dan oik yang pengertian, benar-benar serasi. jika ada masalah dalam hubungan mereka, mereka selalu menyelesaikannya dengan kepala dingin. Semua pasangan kekasih iri melihat mereka, kenapa tidak alvin cowo oriental yang cuek tapi ngangenin, gk cuman cakep tapi juga smart. Semua gadis pasti mau jadi pacarnya. Sedangkan oik cewe mungil yang manis, sama dengan alvin gk cuman imuet dia juga smart. N pria mana yang gk mau jadi pacarnya. Hubungan mereka juga langgeng sudah berjalan hampir 3 tahun
Pagi ini sudah menjadi rutinitas alvin untuk menjemput oik, setelah selesai oik segera pamit pada bundanya dan pergi ke sekolah bersama alvin
Tiba di sekolah, oik turun dari motor alvin, setelah menyimpan motornya oik n alvin pun meninggalkan parkiran tapi tunggu dulu, sebuah mobil ferrari SA aperta berwarna merah memasuki parkiran dan berhenti di samping motor alvin.
“mobil siapa ni” batin alvin. Akhirnya sang pemilik pun turun dari mobil
“pagi ik, pagi vin” sapanya
“pagi” balas oik setengah kagum
“pagi” balas alvin. Ia lalu masuk meniggalkan alvin n oik
“ada yang aneh dengan admirermu say” kata alvin
“maksud kamu”
“baru kali ini dia gk ngajak ke kelas bareng”
“baguslah biar kamu gk cemburu trus” balas oik. Alvin dan oik segera berjalan ke kelas

“kalian makin hari makin lengket aja. Mustahil aku bisa memilikimu”

Tettt….. bel istirahat pertama berbunyi semua siswa berhamburan keluar kelas di dalam kelas XII. Ipa-A tersisa dua murid saja

“hai cakka” sapa sivia. Cewe yang eksis di SMU 5 selain karna wajah yang cantik, bakat dance juga sifat ramah n tidak sombong yang dimilikinya membuatnya dijuluki ratu di SMU 5. Sudah banyak cowo yang mau jadi pacarnya tapi hanya satu kalimat yang selalu dia ulang aku gk berminat buat pacaran
“hai” balas cakka. Cowo yang juga eksis di SMU 5 selain karna wajah yang keren, tapi juga karna bakatnya di bidang olahraga yaitu basket yang sangat hebat. Cakka juga tidak pernah menyombongkan kekayaan orang tuanya yang sudah terdaftar sebagai orang terkaya nomor 2 di indonesia#amin…
Sama dengan sivia. Sudah banyak juga cewe yang mau jadi pacarnya cakka tapi cakka cuman bisa bilang aku nunggu seseorang  jawaban cakka itu pastinya membuat para cewe gigit jari n terkapar ke lantai
“mau ke kantin” ajak sivia. Sebenarnya sivia adalah sahabat oik tapi karna sivia gk enak gangguin oik ama alvin jadi setiap hari ia lebih memilih mengajak cakka ke kantin dari pada mengajak oik
“boleh! Tunggu bentar aku rapiin dulu bukuku”  balas cakka lalu memasukkan buku-bukunya ke dalam tas
“yuk” ajak cakka. Sivia n cakka pun berjalan bersama ke kantin. Membuat puluhan pasang mata yang kebetulan ada di koridor memperhatikan mereka. Bukan hanya saat ini tpi semenjak dua hari yang lalu. Semenjak sivia merasa risih berada di antara alvin n oik. Ia merasa cemburu melihat alvin n oik. Ia juga merasa tidak enak pada alvin jika oik hanya berbicara padanya. Karna kebetulan cakka juga selalu sendiri, jadi dia mengajak cakka, dan cakka pun tak risih berjalan dengan sivia
Sesampai di kantin mereka duduk di salah satu meja kantin sekitar dua meja dari meja yang di tempati dua insan yang lagi dimabuk asmara. Siapa lagi kalau bukan oik and alvin

“via, apa komentarmu tentang mereka” tanya cakka pada sivia sambil menunjuk ovin dengan dagunya lalu kembali menikmati teh botolnya
“cocok”
“hanya itu”
“lalu apa yang harus kukatakan lagi. Bukankah mereka memang cocok”
“dan bukankah kau suka dengan alvin”
“hu’uk” sivia tersedak mendengar pertanyaan cakka
“kenapa kamu bilang seperti itu”
“aku tahu kamu pasti cemburu melihat mereka, tapi kamu berat kan dengan sahabatmu” tutur cakka. Sivia terdiam
“gk usah bohong via, kita gk jauh beda koq”
“maksud kamu”
“aku sama seperti kamu. Menyayangi orang yang sudah memiliki” balas cakka lalu menunduk. Sivia melirik meja alvin n oik. Lalu kembali menatap cakka yang duduk di hadapannya
“oik??” tanya sivia. Cakka tersentak, ia mendongak menatap sivia
“gk lah. Aku hanya kagum padanya” jawabnya tanpa rasa berat
“lalu shilla??” tanya sivia lagi. Cakka mengangkat kedua bahunya lalu menyeruput teh botolnya
“kita mungkin ditakdirkan untuk itu kka” kata sivia
“hm…”

****

“vin aku boleh pinjem pacar kamu sebentar” tanya cakka pada alvin, Alvin tampak menimbang.
“emang kamu mau kemana” tanya alvin
“cuman di depan kelas, aku mau bicara sesuatu ama pacarmu. Penting‼”
“disini bisa kan”
“kayaknya gk, soalnya ini masalah sekolah”
“yaudah tapi jangan lama”
“apa banget deh kamu vin” batin cakka. Oik lalu pergi dengan cakka.
Sesampai di luar kelas. Cakka pun mulai bercerita dengan oik tentang masalah osis. Cakka ketua osis, dan dia berniat untuk mundur karna sudah sejak kelas satu sma dia menyandang status sebagai ketos. Karna oik adalah sekertaris osis, dia ingin minta pendapat oik siapa yang bisa di usulkan untuk menggantikannya di rapat osis lusa nanti.
“yaudah thank’s yah ik” kata cakka
“masama” balas oik lalu berbalik ia sudah ingin masuk ke kelas tapi tangan cakka menahan lengannya. Ia berbalik menatap cakka
“ada apa??” tanya oik. Cakka tersenyum
“hari ini kamu cantik, aku makin suka sama kamu, walaupun kamu udah milik alvin tapi hatiku tetap untukmu dan hanya kamu pemilik hati ini” kata cakka lalu melepas tangan oik dan pergi ke kelasnya. Kelas cakka juga lagi gk belajar. Sama dgn kelas oik XII. Ipa-2
Oik masih terdiam di depan kelasnya “tak adakah yang lain selain aku kka” lirih oik

****

bel pulang sekolah baru saja berbunyi… sivia membereskan buku-bukunya lalu cakka menghampiri bangkunya dan duduk disampingnya
“via pulang bareng siapa” tanya cakka
“sendiri” jawab sivia
“kamu bawa motor” tanya cakka lagi
“gk. To the point aja deh kka. Kamu mau ngajakin aku pulang bareng kan” jawab+tanya sivia. Cakka menggaruk kepalanya yang tidak gatal
“udah ngerti rupanya” kata cakka sambil tersenyum. Setelah sivia selesai merapikan bukunya cakka n sivia berjalan ke parkiran.
“mana motor kamu” tanya sivia yang kebingungan karna disitu hanya ada mobil ferrari SA aperta berwarna merah bukan motor honda cbr warna kuning
“aku gk bawa motor tapi mobil” kata cakka. Sivia mangap
“mobil baru kka”
“udah seminggu koq. tapi baru aku pake aja”
“aku kayak orang istimewa kamu aja”
“maksud kamu”
“yah ini kan masih baru sedangkan aku hanya sahabat kamu harusnya orang yang menikmati mobil baru kamu ini pacar kamu”
“aku kan gk punya pacar”
“makanya cari”
“sebelum nyuruh aku. Suruh diri sendiri dulu”
“aku sih gk usah, mana ada yang mau ama aku”
“pasti banyak kamu kan cantik”
“gk juga koq”
“udah gk usah terlalu merendah deh via”
“mau pulang gk nih” tanya sivia yang mulai ngambek
“iya…iya…” kata cakka lalu membukakan pintu untuk sivia. Lalu ia masuk ke mobil. Saat ingin menstater mobilnya ia menoleh ke sampingnya ia melihat oik masih serius bercanda dengan alvin. Mereka belum pulang mereka masih asyik pacaran di parkiran. Melihat oik yang begitu bahagia dengan alvin, ia merasa senang
“kau tetap indah di hatiku ik” batinnya. Lalu menstater mobilnya n pergi ke rumah sivia

****

“kak cakka” panggil seseorang ia berbalik. Ia tersenyum lalu orang itu menghampirinya
“kakak masih betah untuk menunggu” katanya
“mau gimana lagi zy, kakak sudah terlanjur sayang padanya, dan sulit untuk melupakannya” jawabnya
“kalau aku lihat kak alvin n kak oik sudah sangat lengket sulit untuk memisahkan mereka”
“kalau kk ditakdirkan bersama oik, aku yakin sekuat apapun hubungan mereka kalau mereka bukan jodoh, mereka akan pisa, n oik akan berpaling pada kakak” kata ozy. Dia adalah adik cakka, adik yang selalu mendukung kebahagiaan kakaknya
Cakka tersenyum lalu merangkul adiknya
“kamu selalu mensport kk”
“demi kakak apapun akan aku lakukan oh iya jangan pernah untuk berhenti berharap yah kak bahwa oik itu hanya milik kakak”
“iya kakak gk akan berhenti berharap”

****

“alvin lusa aniv kita yang ke 3. Rayain dimana” tanya oik. Sambil memandangi alvin, alvin tampak berpikir
“jangan di pantai yah” kata oik
“kenapa” tanya alvin sambil membelai rambut oik. Sekarang oik sedang tiduran di pangkuannya. N mereka lagi ada di bawah pohon kepala. Tepatnya di pinggir pantai
“yach aku gk mau aja, gpp kan” tanya oik
“iya gpp koq, aku bakal kasih kamu suprise”
“jadi gk sabar nunggu sampai lusa”

****

“pagi oik” sapa cakka saat bertemu dengan oik di koridor kls XII
“pagi” balas oik
“alvin mana” tanya cakka
“dia ada di kelas”
“tumben gk bareng kamu”
“aku mau ke toilet”
“och”
“aku pergi yah” pamit oik
“yah” balas cakka oik lalu pergi
“gadis mungil itu, tak maukah kau jadi milikku” batin cakka
“hei! Ngapain ngelamun” tanya sivia
“sotoy deh, siapa juga yang ngelamun”
“kalau gk ngelamun apa dong namanya”
“aku tuh cuman diem”
“gitu yach” balas sivia
“pasti lagi mikirin oik kan” bisik sivia
“sotoy”
“ih aku bener kali kka. Mukamu itu bukan muka-muka yang jago acting”
“ngeledek yah” kata cakka sambil mengacak rambut sivia
“hih cakka, jangan mainin rambut aku” kesal sivia lalu melepas tangan cakka n merapikan rambutnya
“sini aku bantuin” kata cakka lalu merapikan rambut sivia
“cieee‼!” suara riuh dari dalam kelas XII. Ipa-A membuat cakka berhenti merapikan rambut sivia
“jangan pacaran di koridor woy” teriak salah satu teman sekelas cakka
“siapa juga yang pacaran” kesal cakka lalu masuk ke kelas
“sirik aja sih kalian” kata cakka lalu duduk di bangkunya. Sivia lalu masuk ke kelas
“cakka tuh cuman sahabat aku” kata sivia lalu duduk dibangkunya
“iya deh, sahabat di depan kita tapi di belakang kita cakka itu sayangnya kamu, iya gk teman-teman”
“yoi”
“terserah apa kata kalian” kesal sivia, lalu guru mata pelajaran pun masuk membuat keriuhan berubah menjadi keheningan

****

“via, besok aniv-nya ovin nich” kata cakka pada sivia
“trus masalahnya ama aku apa”
“gk mau ngucapin selamat”
“emang aku siapa? Harus kasih selamat ke mereka”
“sahabat oik”
“iya sih”
“kenapa?? Berat bilang itu untuk sahabat” tanya cakka. Sivia menunduk, cakka lalu merangkulnya
“aku tahu koq posisi kamu. Mereka udah tiga tahun bareng, artinya kecil kemungkinan bakal pisah, kamu sabar yach via, mungkin ada yang lebih baik dari alvin”
“makasih cakka kamu baik deh”
Cakka tersenyum “oh iya via bukannya mama kamu sakit, balik yuk”
“oh iya untung kamu ingetin”
“gimana sih orang tua sendiri koq lupa”
“hehehe gini aku kalau udah deket ama kamu semuanya lupa deh. Habisnya kamu selalu ajakin bercanda”
“ada-ada aja. Yuk aku antar kamu sekalian jenguk mama kamu” kata cakka lalu beranjak dari tempat duduknya, lalu menggandeng sivia ke parkiran

****

“vin, oik selamat yach. Kalian bisa bertahan selama tiga tahun. Semoga langgeng” kata cakka memberi selamat pada oik n alvin yang ada di parkiran
“thank’s yah atas doamu” balas alvin
“eh gw masuk duluan yah” pamit cakka lalu meninggalkan parkiran
“sivia” panggilnya saat melihat sivia di gerbang. Sivia mengangkat tangannya lalu menghampirinya
“hei cakka” balas sivia. Akhirnya cakka n sivia ke kelas bersama
“mereka pacaran ik” tanya alvin pada oik
“mungkin. Karna selama aku bareng kamu, sivia udah jarang jalan ama aku”
“och gitu”
“kenapa vin, nanya gitu”
“nanya aja. Cemburu??”
“menurutmu??”
“iya”
“aku tuh bukan kamu vin. Yang setiap di gombal ama cakka pasti udah nyala tuh apinya. Aku kan orangnya sabar gk kayak kamu emosional” kata oik lalu berlari. Alvin mengejarnya
“awas yah kamu ik”

“serasi‼ aku berat untuk memisahkan kalian”

****

Malam harinya, alvin membawa oik ke danau, danau favorit oik. Lake Love. Danau tempat alvin menyatakan cintanya. Alvin mempersilahkan oik duduk di kursi yang sudah dia sediakan, ia duduk di depan oik. Meja berisi makanan. Pinggir danau dipenuhi dengan lilin. Disekitar meja mereka juga banyak lilin
“ini??”
“kamu masih ingat tempat ini” tanya alvin oik mengangguk
“indah bukan??”
“makasih vin” balas oik. Alvin lalu mengeluarkan sesuatu dari saku jas-nya sebuah kotak Ia membuka kotak itu sambil menggenggam tangan oik
“cincin??” batin oik. Alvin lalu memakaikan cincin itu di jari manis tangan kiri oik
“ik. Udah tiga tahun kita bareng. Aku berharap kita bisa terus bersama. Aku sayang sama kamu. Dan aku gk mau kamu pergi dari hidupku. Mau kan jadi milikku untuk selamanya” tanya alvin.
Oik tampak berpikir. Lalu mengangguk malu-malu. Alvin lalu mengecup tangan oik
“makasih ik”
“sama-sama vin”

****

Sivia baru saja mendapat telpon dari pembantunya bahwa mamanya kritis, dengan segera ia berjalan ke parkiran, tanpa sengaja cakka yang ada di lapangan basket yang tak jauh dari kelas XII. Ipa-A melihat sivia berjalan terburu-buru. Ia lalu melempar bolanya ke arah ozy yang juga sedang bermain dengannya
“via” panggil cakka sivia menoleh dan berhenti
“cakka ada apa”
“mau kemana koq buru-buru. Kan bel 10 menit lagi” tanya cakka
“mama kritis” jawab sivia
“biar aku anter kamu ke rumah sakit. Tunggu bentar yah aku ambil tas dulu, kamu nunggu dimobil aku aja” kata cakka sivia mengangguk. Cakka segera berlari ke kelasnya. Sedangkan ozy menghampiri sivia
“mau balik kak” tanya ozy
“iya, mau ikut”
“gk usah nanti aku dicariin ama bu guru. Lagian bentar lagi juga bel koq. semoga mama kakak cepat sembuh yah”
“makasih yah dek”
“zy, nanti kalau kk telat pulang bilang ama bunda yah kakak jenguk mamanya kak sivia”
“sip kak! Kakak hati-hati”
“iya. Yuk via” aja cakka. Lalu masuk ke mobil, sivia juga masuk. N cakka pun pergi ke rumah sakit
“kalau aku bisa milih aku lebih suka kak cakka ama kak sivia, mereka kan sama-sama mencintai orang yang sudah memiliki” batin ozy

****

Sesampai dirumah sakit tanpa menunggu lama, sivia dan cakka segera berjalan ke ruang ICU. Perlahan-lahan sivia memegang handel pintu didepannya.
Cakka memegang kedua bahu sivia “via, ayo masuk. Apapun keadaan mama kamu, kamu harus kuat” cakka berusaha menenangkan sivia.
Sivia menatap cakka “temani aku. Kamu mau kan” tanya sivia
Cakka mengangguk “aku gk akan tinggalin kamu”
Lalu, sivia membuka handel pintu. Suasana hening menyambutnya. Sivia melangkah perlahan menuju ranjang yang terletak di tengah ruangan itu. Mamanya tengah berbaring disana
Keadaanya memprihatinkan. Di tangan kirinya, terdapat impus darah. Di hidungnya, terdapat selang oksigen, sebagai alat pembantu pernapasan. Sementara di dadanya,ada alat yang menghubungkannya dengan monitor pemancar jantung
Mama sivia terkena penyakit kanker hati. Operasi sudah dilakukan di singapura untuk menyembuhkannya tapi hasilnya nihil. Sivia tak berhenti sampai disitu, ia lagi-lagi membawa mamanya ke australia untuk di sembuhkan tapi hasilnya tetap sama, penyakit itu tak bisa sembuh. Bahkan hingga isi tabungan terakhir sivia. Penyakit itu pun tak sembuh
“ma.. ini via… via ada disamping mama” kata sivia lemah. Ia menggenggam erat tangan mamanya. Ia menangis
“ma ayo bangun… jangan tinggalin via sendiri” sivia menunduk, air matanya mengalir deras. Cakka mendekat, memegang kedua bahu sivia, berusaha menguatkan sosok itu
“sivia…” gumam mama sivia pelan
“mama‼” seru sivia sambil menyeka air matanya
“kamu jangan nangis sayang. Mama baik-baik aja sayang”
“via gk nangis koq ma. Ma… mama harus janji jangan pergi. Sivia gk mau sendiri, papa udah pergi ninggalin sivia, dan aku gk mau mama harus pergi. Mama yach, tetap disini ama via, temani via” balas sivia
“kalau mama udah gk kuat temani kamu. Kamu gk keberatan kan kalau cakka yang menemanimu” tanya mama sivia lalu melirik ke arah cakka
“cakka” panggil mama sivia.
Cakka mendekat ke ranjang “iya tante” balasnya
“kamu mau kan jagain sivia”
“ya tante”
“makasih”
“sivia udah aku anggap seperti saudaraku sendiri tante”
Mama sivia tersenyum lalu kembali menatap sivia
“sivia” mama sivia menggeggan tangan sivia “makasih udah mau jadi anak yang hebat. Makasih kamu udah berjuang untuk menyembuhkan mama. Mama sayang sama kamu via. Tetaplah jadi yang terbaik untuk mama dan papa walaupun kami gk ada disampingmu” kata mama sivia lalu mengecup kening sivia
Saat itu juga, grafik di monitor mulai bergerak naik turun dengan cepat, hingga akhirnya
Niiittttttt……. Garisnya berubah menjadi lurus
“MAMA‼” teriak sivia. Ia mengguncan tubuh mamanya
“mama, bangun. Jangan tinggalin via ma‼” sivia berteriak. Air matanya tak mau berhenti mengalir. Ia tertunduk lemah, satu-satunya harta terindah yang dimilikinya pergi. Cakka mengelus pundak sivia
“kka. Mama pergi ninggalin” lirih sivia. Cakka tak kuat melihat kondisi sivia ia lalu memeluk sivia
“huhu… mama kka” sivia terisak dalam pelukan cakka
“via. Aku ada disini, aku akan menemanimu. Kamu harus kuat. Kirimkan doa terindahmu untuk mamamu biarkan dia tenang disana bersama papamu” kata cakka sambil mengelus rambut sivia. Sivia menangis dalam pelukan cakka

****
sejak pemakan selesai. Sivia selalu menyendiri, ia masih berat atas kepergian mamanya, ia tersenyum jika cakka menghiburnya, tapi sesungguhnya ia masih merasa kehilangan
“kka. Hari ini aku mau lake love. Kamu gk usah anter aku pulang” kata sivia pada cakka. Lake love memang bukan danau milik oik dan alvin, tapi danau itu milik sivia dan oik
“kalau gitu aku antar ke lake love yah”
“hm…”
“aku tahu kamu pasti ingin menenangkan diri” batin cakka

****

“vin kita ke lake love yuk”
“kita ketemunya disana aja. Aku lagi pengen naik sepeda nih. Kan jaraknya gk terlalu jauh dari rumahku
“jangan telat yah vin”
“bye” oik menutup pembicaraannya dengan alvin lalu mengambil tasnya dan segera pergi ke lake love. Ia ingin memberi sesuatu pada alvin. Alvin juga ingin memberi sesuatu padanya

****

Sesampai di lake love alvin tak mendapati siapa-siapa akhirnya ia memutuskan untuk duduk di pinggir danau, ia merentangkan kedua tangannya lebar-lebar berusaha menghirup udara segar yang masih ada, lalu ia melihat sosok gadis sedang duduk di pinggir danau, ia lalu menghampirinya
“hei ik” panggilnya. Yang dipanggil lalu menoleh
“via? Kiran oik! Sendirian aja nih” tanya alvin lalu duduk disamping sivia. Sivia tak bergeming
Alvin lalu memandang sivia. Mata yang bengkak dan sisa air mata di pipi
“kamu kenapa” tanya alvin. Sivia tetap diam
“cakka udah nyakitin kamu” tanya alvin lagi kali ini sivia menggeleng
“lalu kamu kenapa” tanya alvin. Sivia meneteskan air mata membuat alvin teringat akan dua hari yang lalu
“kamu ingat mamamu” tanya alvin pelan. Sivia lalu menoleh ke arah alvin
“bagaimana rasanya memiliki orang tua vin” tanya sivia
“via, aku lebih senang melihatmu yang dulu. Apa ketika mamamu pergi kau harus seperti ini. Tidak via, perjalananmu masih panjang, kau harus tetap bertahan. Aku yakin mamamu pasti punya mimpi yang ingin kamu wujudkan. Aku bisa membantumu jika kau tak sanggup” jelas alvin, ia menatap sivia dalam
“makasih” balas sivia sambil tersenyum.
“gitu donk senyum. Kan lebih cantik” kata alvin. Wajah sivia memerah, ia lalu memalingkan wajahnya
“bisa aja kamu” balas sivia.
“via, lihat aku” pinta alvin, sivia jadi bingun, ia lalu menoleh ke arah alvin
“kenapa” tanya sivia
“kamu harus kuat yah walaupun tanpa orang tua di sampingmu. Aku akan menemanimu, oik juga. Aku lebih senang melihatmu tersenyum daripada menangis” kata alvin, sivia hanya membalasnya dengan senyuman, alvin menatap sivia dalam. Tatapan mata alvin semakin dalam  seolah sivia jatuh kedalamnya. Tatapan yang sangat tulus, mata mereka saling bertaut.
Hingga 15 menit berlalu
Sivia menyentuh bibirnya dengan kedua jari tangan kanannya sambil menunduk ia meneteskan air mata “alvin” lirihnya. Alvin masih memegang kedua pundak sivia ia juga menunduk “maaf” lirihnya lalu memeluk sivia
“maafin aku via” pintanya. Sivia berusaha melepas pelukan alvin, tapi alvin tak ingin melepasnya
“kamu jahat vin” teriak sivia dalam pelukan alvin, ia menangis
“kamu jahat” sivia terus meronta agar alvin melepas pelukannya
“via kumohon maafin aku”
“alvin” teriak seorang gadis mungil. Matanya berkaca-kaca menyaksikan pemandangan di depannya. Pemandangan yang seharusnya indah berubah menjadi pemandangan yang terburuk untuknya. Indahnya air danau tertutup oleh pemandangan didepannya
Mendengar suaru itu alvin segera melepas pelukannya, dan sivia dengan linangan air mata ia berlari dari tempat itu
“aku bisa jelasin ik” kata alvin
“kamu??” tanya oik, air matanya jatuh, membasahai pipinya
“ik, kamu salah paham, semua gk sesuai dengan apa yang kamu lihat”
“gk sesuai? Alvin! aku lihat semua, aku lihat kamu nyium via, aku lihat kamu meluk via, n aku lihat kamu buat sivia nangis”
“oik”
“kita putus vin‼” teriak oik lalu menyeka air matanya dan berlari pergi dari danau itu,
“ik denger dulu” teriak alvin sambil mengejar oik, tapi sayang oik sudah menghilang. di dekat sebuah pohon besar sesosok tangan lembut menahannya dan membawanya pergi tapi alvin tak melihat itu
Alvin menunduk “bodoh‼ kamu vin. Apa yang udah kamu lakuin. Itu sivia” alvin mencaci maki dirinya sambil memukul kepalanya
Ditempat lain
“cakka” kaget oik yang melihat bahwa orang yang menariknya tadi adalah cakka. Ia lalu memeluk cakka, ia tahu cakka satu-satunya tempatnya saat ini untuk menampung air matanya
“menangislah sepuasmu ik”
“kenapa kau begitu baik padaku kka. Padahal aku tak pernah menganggapmu”
“karna kamu pemilik hatiku”
“cakka kenapa alvin nyakitin aku” cakka hanya mampu mengelus rambut oik, berusaha menenangkannya
“huhuhuhu” oik terisak dalam pelukan cakka
“oik udah jangan nangis lagi. Ini semua tuh kecelakaan gk ada yang menginginkan ini terjadi” kata cakka sambil mengelus rambut oik
“tapi kka, alvin lakuin itu sama sivia, sahabat aku. Dan di depan aku kekasihnya”
Cakka melepas pelukan oik “tapi ik, kamu gk akan marah kan ama sivia” tanya cakka. Oik terdiam
“ik, ini bukan salah sivia. Tapi aku juga gk nyalahin alvin. Tapi semua ini bukan salah sivia. Sivia masih bersedih karna kehilangan mamanya, Dan kalau harus kehilangan kamu sahabatnya itu akan membuatnya tambah sedih”
Oik menggeleng “aku gk nyalahin sivia koq kka, aku cuman kecewa sama alvin” kata oik lalu melirik cincin yang masih melingkar manis di jari manis tangan kirinya
“alvin juga manusia biasa yang tak pernah lepas dari sebuah kesalah, jangan benci dia ik, jangan marah sama dia. Kalau kamu gk mau ngasih dia kesempatan kedua anggap saja dia sebagai sahabatmu” jelas cakka. Oik tersenyum
“kamu gk jauh beda dari alvin. Seharusnya aku memilihmu dari dulu”
“tak ada kata terlambat ik” oik lalu memeluk cakka, cakka membalasnya
“aku sayang sama kamu ik, siapapun kamu, apapun kamu, bagiku kau selalu terindah”

****

Cakka perlahan mendekat ke ranjang sivia. Sivia sedang duduk dengan posisi memeluk kedua lututnya dan menunduk, cakka tau sivia sedang menangis. Perlahan dia duduk disamping sivia, mengelus rambut gadis itu
“sivia” panggil cakka, perlahan sivia mengangkat kepalanya, matanya sipit, merah, dan bengkak
“cakka” balas sivia lalu memeluk cakka, cakka tersenyum lalu membalas pelukan sivia
“aku gk ngelakuin itu kka”
“via”
“kka. Aku jahat banget jadi sahabatnya oik, aku gk bisa jaga perasaan oik”
“via”
“aku gk pantas disebut sahabat yang baik”
“via udah. Kamu gk salah koq, Dan kamu pantas disebut sebagai sahabat yang baik untuk oik. Semua ini kecelakaan via. Lagipula oik gk marah koq sama kamu”
“kamu juga gk marah sama aku”
“aku tahu siapa kamu, lagipula aku ada ditempat itu saat alvin nyium kamu, alvin tulus. Aku yakin alvin itu sayang sama kamu. Cuman selama ini, dia mengartikan sayangnya ke kamu itu hanya sebagai seorang teman”
“tapi alvin itu kekasih oik” cakka melepas pelukan sivia. Menghapus sisa air mata gadis itu, lalu memegang kedua pipi sivia
“asal kamu tahu yang tadi itu first kiss-nya alvin. First kiss yang hanya untuk orang tersayang. Oik tadi cerita bahwa alvin sama sekali gk pernah nyium dia, dipipi apalagi di bibir. Di kening juga gk pernah. Yang pernah hanya di tangan. Dan oik iri denganmu via-chan” kata cakka lalu menyolek hidung sivia
“cakka kau selalu bisa membuatku tersenyum. Kenapa oik tidak suka padamu, kamu orangnya funny” batin sivia
“cakka apaan sih” wajah sivia memerah ia lalu mengambil bantal dan bersembunyi dibalik bantal
“ah pipinya merah. Lucu deh kayak tomat ceri” kata cakka berusaha melepaskan bantal yang menghalangi wajah sivia
“ih cakka” lirih sivia di balik bantal
“oh iya siv jadi gimana nih. Kamu mau jadi cewenya alvin” tanya cakka. Masih bersembunyi dibalik bantal
“nanti aku dituduh merebut pacar sahabat sendiri. Temen makan temen. Pagar makan taneman”
“gk akan. Oik sudah melepas alvin dan kini giliranmu untuk menangkap alvin”
“dan giliranmu juga untuk mengambil oik” cakka tersenyum, sivia melepas bantal yang menutupi wajahnya
“kamu memang bisa yah mengalihkan pembicaraan” kata cakka sambil mengacak rambut sivia
“ini kesempatan emasmu. Hibur oik, aku yakin oik sedang sedih dan dia membutuhkan bahumu untuk menampung air matanya”
“alvin juga sedang terpukul karna kehilangan oik. dia juga butuh tempat untuk bersandar”
“tapi cakka, aku masih gk bisa lupain kejadian tadi”
“besok disekolah aku yakin alvin akan meminta maaf padamu. Kumohon maafkan dia”
“cakka”
“oik tak akan jadi milikku kalau kamu belum bersama alvin” sivia kembali memeluk cakka
“you are my best friend ever”

****

“via, soal yang kemarin kumohon maafin aku”
“lupain aja masalah itu vin”
“tapi kamu maafin aku kan. Kemarin aku gk sengaja”
“iya aku maafin kamu koq”
“makasih sivia”
“sama-sama”
“selesai” lirih seseorang lalu meninggalkan taman belakang sekolah
“gimana” tanya oik
“berhasil” jawab cakka
“tapi mereka belum jadian yah ik” kata cakka
“iya aku tahu” balas oik berat
“kamu masih sayang sama alvin kan”
“gk”
“jangan bohongin perasaan kamu. Jangan terima aku karna kamu kasihan sama aku” kata cakka lalu pergi. Oik menahan lengan cakka, ia memeluk cakka dari belakang
“aku tulus kka. Aku sadar ternyata selama ini aku sayang sama alvin hanya sebagai seorang sahabat, aku hanya tak pernah menganggapmu jadi aku merasa bahwa sayangku ke alvin itu adalah sayang seorang kekasih. Aku sayang sama kamu. TULUS” ucap oik. Cakka lalu membalikkan badannya
Cakka tersenyum lalu meraih salah satu tangan oik “aku percaya. Makasih yah udah mau tulus sayang sama aku” ucapnya
"kamu pemilik hatiku selamanya ik" lanjut cakka. oik tersenyum
“oik memang pantas untukmu kka” kata alvin tiba-tiba cakka lalu melepas tangan oik
“kalian lebih cocok” kata sivia dari balik punggung alvin
“kalian juga lebih cocok. Matanya sama-sama sipit” kata oik
“hih oik” sivia manyun
“via, jangan gitu jelek tau” kata cakka, alvin lalu merangkul sivia
“udah kita pergi yuk jangan gangguin orang yang lagi pacaran” kata alvin lalu melangkah
Plakk‼ satu jitakan mendarat dengan mulus di kepala alvin
“aduh! Cakka sakit tau” kesal alvin sambil mengelus kepalanya
“memangnya kalian juga gk lagi pacaran” tanya cakka lalu membawa oik pergi
“yuk susul mereka” kata alvin, sivia mengangguk

And then cakka dan oik bersatu, menjadi pasangan yang bahagia bahkan mengalahkan kebahagiaan oik saat bersama alvin, cakka selalu ada untuk oik dan oik selalu menghargai cakka. hubungan yang sangat langgeng, dari status pasangan kekasih hingga status sebagai pasangan suami-istri. Terlebih lagi mereka dikaruniai seorang bayi perempuan yang sangat lucu dan di beri nama Kasih. Lengkap sudah kebahagiaan oik saat ini,  cakka dan kasih adalah kebahagiaan terbesar yang pernah oik miliki.
Sama dengan CaIk, Alvin dan Sivia pun bersatu. Membuat sivia sadar bahwa kepergian mama bukanlah akhir dari kebahagiaannya, masih ada alvin yang tulus sayang padanya. Masih ada CaIk yang mau jadi sahabatnya. Hidup bersama alvin, bersumpah sehidup semati, membuat sivia bersemangat untuk hidup, ditambah lagi dengan sosok bayi laki-laki dalam keluarganya, Bian. Seorang yang membuat sivia tambah bahagia. Membuat sivia melupakan masa lalu yang sudah menguras air matanya. Dirinya, tanpa Alvin dan Bian, mungkin ia akan lebih sedih lagi dibanding dengan kehilangan mamanya
17 tahun kemudian, saat Kasih dan Bian sudah berumur 17 tahun. Caik n Alvia memutuskan untuk menjodohkan mereka. Kalau ovin gk bisa bersatu mungkin kasih dan bian bisa . walaupun alvin tak bisa memiliki hati oik, setidaknya dia bisa menjadi orang tua kedua dari anak oik



The End

SAAT KU MENUNGGUMU (Cerpen by Annisa Dirga YankYonk)

                        Tik.. Tik.. Tik..
            Jam di rumahku terus bergerak di setiap detiknya. Hari ini tepat pada tanggal 30 Juli 2011. Tanggal di mana dulu kamu membuat janji kepada ku di tempat ini. Tempat yang kita beri nama ‘Secret Garden’. Karna hanya kita berdua yang tau tempat ini.


                        FlashBack

            Seorang gadis perempuan yang berumur sekitar 7 tahun lari keluar dari rumahnya. Entah apa yang ada di otak gadis kecil itu, Dia terus berlari tanpa kenal arah. Setelah cukup jauh dari rumahnya. Barulah dari sadar betapa jauhnya dia berlari.
                        Brukk..
            Karna sedari tadi menghadap belakang dia tertabrak seorang lelaki kecil. Sepertinya umut mereka tidak jauh beda. Gadis itu terjatuh, lelaki kecil itu membantunya berdiri.
            “Ma.. Maaf.. Aku.. Gak sengaja..” Ucap Gadis itu takut-takut, Dia melihat wajah lelaki kecil itu. Tatapan dingin, Dan gadis bernama Oik itu benar-benar benci di tatap dengan dingin begini.
            “Apa kamu terluka?” Tanya lelaki itu memerhatikan Oik. Oik merasa sikunya sedikit perih, Dia pun melihatnya dan Benar! Ada darah di sana.
            “Ayo.. Ikut aku..” Ucap Lelaki itu, Mereka pun jalan. Tapi, Cakka stop. “Tunggu biar aku saja yang ambil obatnya. Kamu tunggu sini.. Rumahku gak jauh dari sini. Jadi aku takkan lama..” Ucap-nya lalu pergi. Setelah kembari barulah sama-sama mereka jalan yang entah kemana.
Lalu entah gimana mereka sampai di sebuah taman yang sedikit kusam. Mereka masuk ke taman itu dan HEY! Dalam taman ini begitu indah, Ada sebuah danau kecil disini, Dan tempat permainan anak-anak. Benar-benar di luar dugaan. Dari depan tempat ini benar-benar kelihat kusam dan kumuh tapi di dalamnya. Benar-benar indah…

“Apa kamu pernah ke sini?” Tanya Cakka. Oik menggeleng. Cakka sendiri bingung bagaimana bisa di kesini. “Tempat ini indah bukan?” Tanya cakka. Oik mengangguk. Lalu cakka mengobati Luka Oik.
“Rumah kamu di mana?” Tanya Cakka, Dia berniat mengantarkan Oik. Oik diam, Dia tau maksud Cakka. Tapi, Sekarang dia gak mau pulang. Oik menggeleng.
“Maksud kamu?” Cakka bingung. ‘Apa mungkin Gadis ini tidak jauh jalan?’ Batinnya.
“Aku gak mau pulang.. Aku gak mau liat Papa sama Mama kelai” Ucap Oik dengan suara tertahan dia menahan tangisnya. Cakka tertegun, ‘Sama’ Batin Cakka lagi.
“Apa orang tua mu bermasalah juga?” Tanya Cakka. Dia meranggul Oik. Hanya untuk menenagkan gadis kecil ini. Oik mengangguk.
“Ya sudah tidak Usah sedih.. Orang tua memang selalu mau memang sendiri.. Bertindak tanpa memikirkan perasaan anaknya..” Ucap Cakka menenangkan Oik. Dia tersenyum manis ke Oik.

FlashBack Off

Oik ingat betul awal perkenalannya dengan Cakka yang tidak di sengaja itu. Dan sejak hari itu Cakka atau pun Oik sering ketemu di taman yang  mereka ketemukan tidak sengaja itu. Semua berjalan lancer dan menyenangkan bagi Cakka dan Oik. Di saat cakka sedih karna orang tuanya yang bercerai Oik selalu memberi semangat. Dan di saat Oik yang sedih karna Orang tuanya yang selalu sibuk dengan kerjaan masing-masing Cakka menhiburnya.
            Lalu sebuah berubah ketika…


                        FlashBack

            Saat ini Oik sedang bermain ke rumah Cakka. Karna di rumah Oik sedang kosong. Pembantu-pembantunya pada pulang kampung. Dengan alasan yang Oik sendiri udah lupa, Sedangkan di rumah Cakka juga kosong karna ayahnya sedang kerja dan Masnya sedang ada ekstrakulikuler di sekolah dan bakalan pulang malam.
            “Eh.. Ik, Suka nonton Idola Cilik gak?” Tanya Cakka ke Oik sekarang mereka duduk di ruang keluarga atau ruang tv.
            “Suka.. Kamu suka juga?” Jawab + tanya Oik. Cakka menagguk.
            “Kamu suka siapa? Aku suka Shilla.. Dia cantik, Baik and suaranya bagus banget..” Ucap Cakka bersemangat, Dia menyetel RCTI, menunggu Idola Cilik Mulai.
            “Aku suka Gabriel atau Dayat.. Mereka nyanyinya keren sama ganteng juga.. Haha..” Tawa Oik ketika dia menyebutkan kata ‘ganteng’.

                        3 Minggu kemudian…
            Kali ini Cakka yang sedang main ke rumah Oik. Sama seperti tiga minggu yang lalu. Mereka sedang dag-dig-dug *Duaarrr..* nunggu penentuan siapa yang keluar di minggu ini. Dan ternyata Septian yang harus keluar *sory, ini nyasal sumpah. Karna saya gak ngikutin perkembangan icil 1..*.
            “Huh.. Untung buka Shilla atau Sivia.. Mereka kan suaranya bagus..” Ucap Cakka. Oik menangguk membetulkan.
            “Untuk juge bukan kak Dayat.. Emang gak mungkin sih.. Kak Dayat, Hari ini kan kak Dayat nyanyinya keren..” Ucap Oik sambil tersenyum cengengesan.
            “Eh.. Ik, Kan ini Idola Cilik udah 5 Besar.. Kemaren Papa aku bilang.. Papa aku dukung kalo aku ikut Idola Cilik 2..” Ucap Cakka semangat. Oik tersenyum senang.
            “Wah.. Serius, Kka? Seru donk..” Ucapan Oik terpotong, Dia membayangkan sesuatu. “Tapi, Nanti kita masih bisa ketemukan..” Tanya Oik dengan muka sedih. Cakka tersenyum lalu ngucek rambut Oik.
            “Pasti.. Aku Janji.. sekarang, Besok, lusa, Minggu depan sampai tahun depan dan SELAMANYA.. Kita masih bisa ketemu..” Ucap Cakka. Mereka mengaitkan kedua kelingking mereka.

            Seminggu kemudian.. Pendaftaran Idola Cilik 2 sudah sampai di Jogja. Cakka pun mengikuti Audisinya dan ternyata syukur Alhamdulillah. Dia berhasil lolos masuk ke babak 42 Besar.
            FlashBack Off


            Dan sekarang Oik sudah berumur 17 tahun dan Cakka 16 tahun. Dan sudah 7 tahun Cakka dan Oik gak pernah bertatap muka dan tau kabar, Oik selalu mengikuti perkembangan Cakka dari fanssite atau pun jejeraring social seperti Twitter.
            Cakka gak pernah ngasih kabar sama Oik. Malah sekarang Oik denger Cakka sudah pacaran dengan Shilla, Artis Idola Cilik yang dulu sangat Cakka kagumi bersama dengan Oik.
            Dan semenjak di tinggal Cakka. Hidup Oik berubah, Dia menjadi pemalu dan Gak percaya diri. Sekarang di lebih milih Homescholling dari pada sekolah seperti anak pada umurnya. Dia pun gak punya sahabat atau pun teman, Satu-satunya temannya hanyalah pembantu di rumahnya.
            Dan Orang tua Oik pun masih sama seperti dulu. Selalu sibuk dengan kerjaan masing-masing. Gak jalang Oik mendengar mereka berkelahi jika pulang bersamaan larut malam. Kalau dulu ada cakka yang menghiburnya. Kini hanya Mbo Minah yang memberinya Motivasi.

            Dan mala mini, Tepat di hari 7 Tahun Cakka dan Oik gak pernah bertemu dan di saat ini pula Oik selalu berharap dia ada sebuah mukzizat yang mempertemukan Dia dan Cakka.
            Oik sudah sering membayangkan, Bila dia ketemu Cakka di akan menceritakan semua yang terjadi pada dirinya selama 7 Tahun ini.

                        Ting.. Tong.. Ting.. Tong…
            Oik mendengar suara bell rumahnya menyala. Dia tetap pada posisinya saat ini. Duduk di atas kasur sambil memandang ke kuar jendela.
                        Tok.. Tok.. Tok..
                Kini pintu Kamar Oik yang di ketok dari luar. Oik berdiri, menghapus air mata yang tadi jatuh di pipinya. Lalu berjalan gontai menuju pintu kamarnya dan membuka-kannya.
            “Ada apa, Mbo?” Tanya Oik ke Mbo Minah yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya.
            “Ada tamu buat non..” Ucap Mbo Minah. Oik kaget, tumben-tumbenan ada tamu buat dia. Padahal dia gak punya temen atau siapa pun. Apa mungkin saudara jauh yang baru datang. Tapi ini kan hari sekolah.
            Dengan penuh rasa penasaran Oik berjalan ke arah ruang tamu. Tempat di mana dua orang lelaki bertubuh endut dan turus duduk.
            “Misi.. Ada apa ya?” Tanya Oik sopan pada kedua tamu yang kelihatan lebih tau dari dia ini. Pelan-pelan Oik duduk kursi Sopa depan kedua lelaki itu.
            “Saya ke sini atas nama C~LUVers!..” Baru mendengar C~LUVers aja jantung Oik sudah berdegub kencang. Dan perlahan dia mengenal siapa kedua orang lelaki di depannya ini. Kak Ikhsandy dan Kak Gege Danish *minjem nama kak…*.
            “Kamu salah satu Orang yang berhasil memenangkan Quiz  #Sweet17CakkaNRG..” Hah? Apa ? Gak salah denger? Aku emang ikut Quiz itu tapi perasaan jawabanku salah deh.. Kok Bisa menang? Batin Oik bingung.
            “Jadi kamu berhak dapat satu undangan VVIP ulang tahun Cakka.. Selamat ya..” Ucap Kak Ikhsan.
            “Tapi.. Saya liat jawaban saya salah..” Ucap Oik. Kak Iksan dan Kak Gege saling tatapan mata yang meng-isyaratkan bertanya.
            “Tapi, Dari hasil penusuran kami kamu masuk ke dalam orang yang menjawab benar.. Dan pada saat di Undi nama kamu keluar.. ” Jelas Kak Gege. Dan gak berapa lama kak Gege dan Kak Ikhsan langsung pamitan karna masih ada 3 Undangan lagi yang harus di antar.

            Oik V.O.P


±2 Minggu kemudian..
            Saat ini tepat tanggal 18 Agustus, Tepat di tanggal ulang tahun kamu. Aku bimbang, Apakah aku harus datang atau tidak. Tapi, Rasanya aku belum siap untuk bertemu langsung dengan kamu. Walau sebenarnya aku sangat-sangat merindukanmu.
            Aku menceritakan semua ini ke Mbo Minah. Dan Mbo Minah memaksa ku agar bisa datang ke pesta itu. Dan di sinilah Aku sekarang. Sedang di dandanin oleh Mbo Minah.
            “Apa aku gak usah datang aja Mbo..” Ucap ku menghentikan tangan mbo minah yang sedang mendandaniku dengan lipstick tipis. Mbo minah megeleng tanda tidak setuju. 30 Menit kemudian. Jam di Rumahku menunjukan pukul Setengah  Tujuh Malam. Tiga Puluh Menit lagi acara di mulai.
            Dan Sepuluh menit kemudian aku sudah selesai di dandanin oleh Mbo Minah. Aku berdiri di depan Kaca rumahku. Hmm.. Bener-bener kesen, Hari ini aku merasa sangat cantik.
            Aku memakai dress Tanpa lengan dengan bagaian rok sedikit mekar sepanjang di atas dengkul-ku. Sungguh Gaun yang cantik. Aku juga menambahkan bando pink lenda lucu di kepala ku dan mengunakan HighHeels 7 cm. Dengan make up tipis. Aku benar-benar merasa cantik sekerang.
 

            Aku pun segera berangkat ke pesta Cakka. Di antar oleh mang Ujang. Sopir Pirbadiku. Sekitar 20 Menit aku sampai di sana dan jam di HPku sudah menunjukan Pukul Delapan lewat Lima menit.
            Aku bergegas masuk ke Café yang sudah di sulapnya menjadi acara Sweetseventeennya ini. Tapi, tunggu ada yang aneh. Di sini emang sudah penuh sesak karna banyaknya CLUVers! Yang datang tapi semua memakai baju yang biasa jeans dan lain-lain. Gak ada yang mengunakan Dress seperti aku atau pun jas. Aku mengenakan drees. Karna di undangan tertuliskan acara Semi-Formal. Jadi tidak salah bukan bila aku pakai dress.
Aku masuk dan duduk di kusri VVIP yang ada di atas kiri paggung. Ku lihat sudah semua kursi VVIP terisi. Dan aku cukup menjadi pusat perhatian. Dan kau paling gak suka itu. Namun, Aku gak bisa buat apa-apa.
10 Menit kemudian Acara pun di mulai. Ku lihat Cakka sudah naik ke atas panggung yang di sambul hysteria semua yang ada di situ termasuk yang di VVIP. Gila, aku bener-bener deg-degkan takut kalau cakka menyadari bahwa ini aku. Temen masa kecilnya yang di telantarkan.
Cakka sudah membawakan 3 Lagu plus games. Jadi, Sekarang adalah acara inti. Tiup lilin dan potong kue. Namun, ternyata sebelum itu cakka menyanyikan sebuah lagu dulu. Justin Bieber – One Less Lonely Girl.
Cakka berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah kiri panggung. Tempat kursi VVIP. Dan HEY! Dia berhenti di depanku dan masih dengan bernyanyi dia mengajakku ke tengah panggung.
Jantungku gak bisa berhenti loncat-loncat. Aku bener-bener deg-degan. Seseorang dari arah belakang memegang pundakku. Ku lihat Cakka melepas pegangan tanganku. Aku menoleh ke belakang dan Ada mas Elang, Dia tersenyum lalu memberikan Kue tart ulang tahunnya ke aku, lalu berbisik.
“Bawain Cakka kuenya, Oik..” Ucap Mas Elang. Aku Speechless, Mas elang inget ama aku? Jangan-jangan cakka juga.. Batin Ku ketakutan. Kemudian Kak Gege Danish mendekat ke aku menyalakan lilin tepat di saat cakka menyanyikan bait terakir.
Yang entah dari mana langsung di sambut dengan nyanyian Happy Birthday buat Cakka. Aku berjalan mendekati Cakka yang sudah berdiri di depan sibuk menjabati tangan CLUVERS! Satu-persatu.
Cakka menhadapku memejamkan mata dan meniup Lilin ulang tahunnya. Aku masih gak bisa ngomong apa-apa aku bingung dan gak tau mau ngapain. Kak Tyo yang menjadi MC langsung nguruh cakka buat first cake. Kak Gege ngasih pisaunya terus Cakka memotong sepotong(?) kue.
Kue tart yang  tadi ku pegang udah di ambil alih sama Kak Gege. Kue first Cake Cakka di kasihin ke  Aku. Aku sendiri masih diam melongo gak ngerti harus ngapain. Sedangka Cafe sudah bergemuruh karna adegan yang aku sendiri bingung ini ngapain. Dan jujur, Aku merasa bahwa ini mimpi.
            “Suapin balik.. Suapin balik.. Suapin balik…” Seruan-seruan macam ini bergeming di seluruh café ini. Aku masih diam, aku bener-bener bingung sekarang ini. Cakka menjauhkan Micnya dari aku lalu berkata sama aku.
            “Please, Suapin aku.. Putri Kecil..” Mendengar panggilan Cakka. Aku gak bisa nahan air mata. Dia ingat sama panggilan aku itu? Batinku. Aku memotong kue itu lalu mensuapin ke mulut cakka.
****

            Sekarang pukul 23. 30. Acara ulang tahun cakka sudah selesai. Dan dari acara potong kue tadi aku gak di bolehin kembali ke tempatku sama cakka. Aku di suruh duduk di deretan Om Tunggul, Mas Elang dan beberapa CCrew.
            Dan sekarang aku masih duduk di situ, Bingung. Orang-orang sudah mulai membersihkan bekas pesta. Cakka sendiri entah kemana. Om Tunggul, Mas elang dan CCrew lainnya ngilang entah kemana. Aku gak ngerti kenapa orang-orang ini ngilang semua.
            Aku memutuskan untuk pulang. Saat aku berdiri, tiba-tiba lenganku ditahan. Oleh siapa lagi kalo bukan Cakka. Dia menyuruhku untuk duduk lagi dan dia pun duduk di sampingku. Aku menurut.
            “Aku.. Aku minta maaf, Ik..” Ucap Cakka sambil menatap ku tajam. Aku hanya menunduk. Dia memegang bagu-ku. Dan mengangkat wajahku menatap wajahnya.
            “Aku tau aku salah.. Ik, Gak nepatin janji aku..” lanjut cakka aku masih diam. Gak tau mau ngomong aku, Padahal aku sering membayangkan jika aku bertemu cakka. Aku ingin ngobrol banyak hal dengan dia.
            “Aku.. Aku gak tau.. Mau ngomong apa.. Tapi, Banyak hal.. Yang ingin…. Aku bilang ke kamu…” Ucap Oik pelan dan terbata-bata.
            “Aku Cuma mau bilang satu hal, Ik..” Ucap Cakka menatapku tajam. “Aku cinta sama Kamu..” Ucap Cakka mampu membuat Oik diam seribu bahasa.
            “Tapi.. Shilla….” Belum selesai Oik ngomong Cakka memotong omongannya dengan cepat.
            “Gak. Jangan salah paham, Ik.. Aku gak pernah cinta sama dia.. Aku Cuma sayang sama kamu.. Aku Cuma cinta sama kamu.. Semua gossip di luar itu bohong.. Aku gak pernah pacaran sama dia..” Jelas Cakka cepat seakan gak mau Oik salah paham sebih jauh. Oik Cuma bisa diam.
***


                        EPILOG

            Hari ini tanggal 21 Agustus, Cakka mengajak aku untuk ketemuan di ‘secret garden’. Aku menurut dan dia menjemput aku di rumah lalu sama-sama ke ‘secret garden’ kami.
            Di sini aku sama cakka masih sama-sama diam dan tersenyum memandang danau kecil yang tampak kotor. Tidak sebersih dulu. Lalu cakka mengucapkan sesuatu yang membuat aku gak bisa ngomong apa-apa lagi.
            “Ik, Aku mau kamu jadi pacar aku.. Nemenin aku.. Dan aku janji akan selalu nemenin kamu.. I Love You..” Ucap Cakka tiba-tiba sambil berlutut di hadapanku. Aku diam.
            “Aku Cuma mau kamu tau semua yang terjadi ini gak di sengaja. Awalnya aku emang lupa sama kamu. Lupa kalau aku punya sahabat sebaik kamu. Tapi, Mas elang ingetin aku ke kamu. Aku jadi ingat sama kamu. Pas aku sudah mulai menjadi ke beradaan kamu. Banyak yang bilang kamu pindah rumah. Tapi ternyata endak. Mereka semua nutupin ke beradaan kamu… ” Ucap Cakka.
Aku tersenyum, Dan memeng aku yang menyuruh seluruh orang bilang bahwa aku pindah rumah karna aku gak mau ada temen sekolah ku atau siapa pun datang ke aku. Aku mau nikmati hidup ini sendiri. Semua itu aku lakuin karna aku sakit udah ke hilangan cahaya hidup aku. Cakka.
Tapi, Sekarang aku udah nemuin cahaya hidup aku lagi. Cakka. Aku ikut berlutut di hadapan Cakka. Dan aku langsung meluk dia. Cakka kelihatan kaget dan gak ngerti dengan semua ini.
“I Love You Too.. ” Bisikku di telinganya. Berlahan tangannya membalas Pelukannku.
The End
 

Caikers Family Official Blog. Design By: SkinCorner