Minggu, 01 Mei 2011

PACARKU TETEP ORANG UTAN (Cerpen by AyassRR)

Oik P.O.V

Saat ini gue udah 3 bulan gue jadian sama Cakka dan semenjak gue jadian sama Cakka gue tinggal di rumah Acha dan kini gue udah sukses jadi cewek anggun speerti yang di ingingin Cakka.

Saat ini gue lagi main di rumahnya Cakka sekalian nemenin Acha pacaran sama Ray. Yap Acha masih langgeng sama Ray bahkan tambah romantis. Kebetulan Cakka lagi gak ada di rumah jadinya gue duduk-duduk di taman sambil di kelilingi sahabat-sahabat hewan gue.

Gue lagi ngebayangin masa lalau gue dimana gue susah payah untuk mengubah hidup gue yang akhirnya berhasil gue ubah. Hal itu dapat terjadi dengan bantuan dua sabahat gue Acha dan Ray. berkat rencana mereka gue bisa ubah hidup gue. Gue inget banget pertama kali gue masuk rumah Acha…


~Flashback 18 bulan yang lalu…

Author P.O.V

Saat ini Ray, Acha dan Oik sedang perjalanan menuju rumah Acha tepat setelah mereka berpamitan dengan Cakka untuk membawa Oik ke rumah Acha yang ada d puncak walaupun sebenarnya Oik hanya di bawa ke rumah Acha di Jakarta ga jauh dari rumah Cakka. Itulah rencana Raycha. Raycha sengaja membawa jauh Oik dari Cakka dan di sini Acha bertugas untuk mengubah semua yang ada dalam diri Oik menjadi lebih baik seperti yang diingini Cakka. Di sini Acha juga di bantu oleh mamanya yang udah tahu semua masalahnya dan bersedia membantu.

“Achaa… mau kita kemana??” tanya Oik yang duduk di belakang di sebelah Acha.

“Kita mau ke rumah gue Ik… loe bilang kan kalau loe mau berubah demi Cakka…” kata Acha. Oik hanya mengangguk.

“Cha makasih yaloe udah mau bantuin gue…” kata Ray yang menyetir di depan sendiri.

“Iya Ray gue lakuin ini demi Cakka kok…” kata Acha yang sontak membuat Ray mendelik cemburu gak jauh beda Oik juga mendelik cemburu.

“Ouw jadi demi Cakka nie sekarang?? Oke Fine…” kata Ray jealous.

“Acha! boleh tidak Cakka ambil! Cakka Oik punya..” kata Oik sambil manyun.

“Eh-eh… bukan gitu.. jangan salah paham dulu donk… maksud gue bukan gitu…” kata Acha.

“Lah itu apa loe bilang demi Cakka…” kata ray jealous.

“Astaga Ray maksudnya demi Cakka sahabat gue… dan ini juga demi bantuin loe pacar gue yang paling unyukkkk…” rayu Acha mencubit pipi Ray dari belakang.

“Ihhh Acha sakit taukkk…” rintih Ray. Acha Cuma tertawa geli.

“Acha.. suka gak beneran kan??” tanya Oik.

“Iya enggak lah Ik… lagian gue kan udah ada yang punyaaa…” kata Acha melirik ke Ray.

“Siapa Cha…” kata Ray menggoda sok gak tahu. Sontak Acha langsung sebel.

“Gak tahu orang gilak kalik!!!” Kata ACha manyun abis gak dianggep. Ray sama Oik Cuma bisa ketawa geli.

Beberapa menit kemudian tibalah mereka di sebuah rumah mewah yang tidak lain adalah rumah Acha.

TOK TOK… Acha mengetuk pintu tidak lama Mama Acha membukakan pintu.

“Eh Acha udah dateng…” sapa Mama Oik panggil lah dia mama winda.

“Ini Oik?” lanjt Mama winda. Oik yang merasa asing dengan mama winda Cuma bersembutnyi di balik punggung Acha dengan wajah ketakutan.

“Iya mah…” jawab Acha.

“Makasih banget ya camer udah mau bantuin kitaaa…” kata Ray sok manis.

“Camer??” tanya Acha menatap heran Ray.

“Calon mertua donk say…” balas Ray sambil nyengir.
Sedangkan mama winda Cuma bisa tertawa dengan tingkah Ray.

“Aduh-aduh Nak Ray-Nak Ray kamu itu selalu saja bisa membuat tante tertawa.” Kata mama winda.

“Waaahhh iya dong camerrr…. Hehehehehehehe… siapa dulu camen…. Hehehehehehe” Kata Ray nyengir.

“Aduh Cha pacar kamu itu loh kelihatan banget ngebombalnyaa…” goda mama winda.

“Ahh mama apaan sih…” kata Acha tersipu malu.

“Hehehehehe… tante bisa ajaaa.. sekali lagi saya ucapkan terima kasih ya tante..” kata Ray.

“Iya lagian Acha udah cerita semuanya kok…” kata Mama winda.

“yaudah lebih baik kita masuk sekarang ajaa…” ajak mama winda.

“Oik ayo masukk…” ajak Acha. merekapun masuk ke rumah.
Dan dari situlah di mulai perjuangan Oik untuk bisa menjadi seperti yang diingini Cakka.

***

Hari-hari Oik kini diselimuti dengan berbagai macam pelajaran kepribadian, dari cara jalan, cara makan, cara berbicara, dan cara bertingkah laku yang baik dan benar. Memang sulit untuk Oik mengikuti semuanya dengan baik namun dengan kemauan dan kegigihan Oik yakin kalau Oik pasti bisa. Apalagi di bantu oleh dorongan dari Ray, Acha dan Mama WInda yang sangat sayang sama Oik.

Sekarang Oik lagi belajar bagaimana cara makan yang baik bersama Mama Winda.

“Nah Oik sekarang kamu pegang pisau di tangan kanan kamu dan garpu di tangan kiri kamu…” arahan Mama winda sambil meberi contoh. Dengan bingung Oik memegang sendok garpu.

“Pisau? Garpu?” kata Oik bingung sambil melihat kedua benda itu di bedua tangannya.

“Nah sekarang kamu tusukin garpunya ke steak ini…” arahan mama Winda lagi.

“tusuk…” kata Oik menusuk steak itu.

“Nah abis itu kamu iris dagingnya dengan pisau yang ada ditangan kanan kamu…” arahan mama winda sabar.

“Iriss…” kata Oik mengiris steak itu sudah payah.

“ihh susah.. susah.. iris.. susah…” eluh Oik yang gak bisa-bisa mengiris steak itu.

“Ngirisnya yang dalem tapi sabar…” kata Mama winda.

“Susaahhh…” kata Oik masih berusaha mengiris steak itu.

“Ihh susahh…Bisa Tidak Oik.. susah… argghhh…” garam Oik karena steak itu gak keiris-iris juga. Karena jengkel Oik langsung membuang pisau dan garpu itu dan langsung memakan steak itu dengan tangannya sampek-sampek bumbu steak itu belepotan di bibir Oik.

“Gampang lebih ini…” kata Oik melahap steak itu dengan seenaknya. Melihat tingkah Oik Mama Winda Cuma bisa tertawa kecil.

“Oik-Oik kamu emang polos banget yaaa…” kata Mama winda tertawa kecil melihat tingkah Oik.

“Siang Mahhh…” tiba-tiba datang seorang gadis bertubuh mungil dengan seragam sekolah.

“Acha kamu udah pulang sekolah??” tanya mamam Winda. Ya gadis itu Acha.

“Iya mah…” jawab Acha mencium pundak tangan mamanya.

“Acha pulang sudah?? Main ayukkk..” kata Oik semangat dengan belepotan.

“Loh Oik kok loe belepotan banget sih???” tanya Acha heran.

“Ini Cha tadi mama ajarin Oik cara makan steak pakee sendok pisau tapi dianya gak bisa yaudah dia makan langsung steaknya. Tuh jadinya belepotan deh…” jelas mama winda.

“Oalah gitu toh… dasar Oik-Oik…” kata Acha geleng-geleng.

“Main ayukk Achaa..” ajak Oik menarik-narin tangan Acha.

“Eh bentar dulu gue gannti baju dulu gue kan capek abis sekolah…” kata ACha.

“Sekolah?? Sekolah apa itu?” tanya Oik heran.

“Sekolah itu tempat di mana kita belajar dan tempat di mana kita meraih prestasi…” jelas Acha.

“Sekolah! Mau Oik sekolah! Mau Oik sekolah..!!” kata Oik antusias. Mendengar itu Acha menatap mamanya.

“Oik mau sekolah?” tanya mama WInda.

“Mau Oik sekolah…” kata Oik angguk2.

“Gimana mah?” tanya Acha pada mamanya.

“Yaudah gak papa sayang dia kita homeschooling aja…” kata Mama Winda.

“Yaudah deh Mah ntar aku bilang Ray…” kata Acha.

“yaudah Ik kalau kamu mau sekolah ntar kamu sekolah di rumah aja yaaa…” kata ACha pada Oik.

“Iyaa..mau Oik…” kata Oik angguk-angguk.

“Yaudah gue ganti baju dulu yaaa… sekalian mau hubungin Ray tentang rencana ini.” kata Acha langsung naik ke atas. Di kamarnya dia menceritakan masalah niat Oik sekolah dan ray menyetujuinya.

Nah sejak saat itulah Oik juga di homeschooling-In walaupun awalnya susah bagi Oik untuk mengejar ketertinggalan selama 19 tahun ini. tapi dengan semangat Oik dan motivasi Oik demi Cakka, Oikpun bisa mengejar ketertinggalan itu.

Terus terus dan terus… Oik terus belajar tentang kepribadian untuk mengubah hidupnya menajdi lebih anggun demi Cakka.
Entah apa yang ada dalam benak Oik hingga dia rela melakukan apapun demi Cakka orang yang selama ini selalu memarahinya. Semua di pelahjari Oik dengan serius dan Oik rela mengubah cara berbicaranya menjadi lebih baik. Kini cara berbicara Oik lambat laun menjadi lebih baik. Yang dulunya cara berbicara Oik terbalik-balik kini dia sudah bisa menyusun kosa kata dengan baik dan kini Oik juga menggunakan logat gue-elo seperti Acha.

Yap semua itu Oik lakukan hanya untuk Cakka. Just one Cakka. Dan kini berkat semangat dan motivasi Cakka satu tahun berhasil Oik laluin dengan sempurna dan kini dia sudah menjadi seperti yang cakka ingini menjadi Oik yang anggun.

~Flash back Off…

***

Di taman belakang Oik terus membayangkan masa lalaunya di mana dia berusa sekuat tenaga agar menjadi Oik yang anggun untuk Cakka.

(menghela nafas) “Selalu aja gue ketawa kalau bayangin masa lalu gue… Cuma demi Cakka gue mau rubah semuanya… sekarang ini gue udah bisa menjadi apa yang Cakka ingini dan gue pun juga uda bisa dapetin Cakka. Ini semua berkat Ray dan Acha…” kata Oik sambil senyum-senyum sendiri memandangi langit.

“Woyy… senyam-senyum sendiri aja…” tiba-tiba Cakka datang dan membangtingkan dirinya duduk di sebelah Oik.

“Astaga cakka loe tuh dateng-dateng ngangetin aja…” omel Oik yang kaget.

“Ya abisnya cewek aku yang cantik ini senyum-senyum sendiri sih…” goda Cakka menoel dagu Oik.

“Ihh Cakka genit banget sih…” kata Oik.

“Yaa gak papa donk.. kan genitnya sama elo…” goda Cakka menoel dagu Oik lagi.

“Ihh Cakka…” kata Oik manyun.

“Hhe.. jangan ngambek donk… gue kan Cuma bercandaa…” bujuk Cakka.

“Siapa yang ngambek..” kata Oik masih manyun.

“Ya itu bibirnya manyun…” kata Cakka menunjuk bibir Oik yang manyun. Sontakk Oik langsung tidak memanyunkan bibirnya lagi.

Sejenak keadaan menjadi hening. Namun keheningan itu terpecah saat cakka merasa risih ada banyak senyut yang merambat di badannya.

“Ihh semut sialan banget sihhh…” eluh Cakka sambil memukul-mukul sampek mati semut yang merambat di badannya.

“Semut…” kata Oik lirih.

“Ihh semut sialan…” umpat Cakka.

“Cakka loe apa-apaan sih!” bentak Oik.

“Apa-apaan?? Apa-apaan gimana?” tanya Cakka bingung melihat Oik membentaknya.

“Loe apaain semut ini!”kata Oik sambil menunjuk semut yang udah mati.

“Semut?? Emang kenapa sama semut?” tanya cakka masih bingung sama maksud Oik.

“Loe udah bunuh temen gue… semut ini temen gue…” kata Oik menatap sebel Oik.

“Temen loe?? Loe kok bilang semut ini temen loe? Ini kan Cuma semut biasa… semut ini kan Cuma hewan kecil… wajar lah kalau semut ini mati gue bunuh… lagian banyak kok orang yang bunuh semut…” kata cakka tanpa dosa. Dia lupa kalau Oik itu sensitive sama hewan, semua hewan Oik anggap teman sekecil apapun. Bagi Oik semua hewan itu temannya maklumlah sejak kecil Oik hidup di lingkungan yang penuh dengan hewan bahkan sejak kecil Oik di rawat oleh hewan.


Mendengar perkataan itu Oik menatap wajah cakka sebal dan tanpa sadar air mata mengalir dari pelupuk mata Oik.

“Wajar loe bilang??”’ tatap Oik pada Cakka penuh sebal dan menitikan air mata.

“Loh emang kenapa??” tanya Cakka masih belum peka.

“Loe jahat Kka…” kata Oik marah dan langsung berlari masuk ke dalam rumah Cakka.

Saat Oik berlari memasuki rumah Cakka Oik melewati Ray dan Acha yang lagi pacaran di ruang tamu. Ray dan Acha yang melihat Oik beralari berurai air mata bingung dan sempat menahan langkah Oik.

“Loh Oik loe kenapa?” tanya Acha dalam pelukan Ray menahan Oik di ambang tangga. Oik sempat berhenti dan menatap Ray dan Acha dengan penuh air mata namun ia langsung pergi tanpa berkata apapun.

“Loh Oik kenapa sih Ray?” tanya Acha saat Oik udah berlari menuju kamar Oik yang ada di rumah Cakka.

“Gue gak tahu juga Cha… loe coba samperin Oik aja.. dia pasti ke kamarnya… loe tenangin dia yaa…” pinta Ray.

“Iya Ray…” kata Acha beranjak dan berlari mengejar Oik. Tak lama kemudian Ray melihat Cakka berlari dari arah yang sama dengan Oik dan berusaha mengejar Oik. Dengan sigap Ray berankan dan menahak langkah Cakka.

“Tunggu Kka…” tahan Ray mengahlangi langkah Cakka.

“Loe apa-apaan sih Ray…. gue mau kejar Oik.. gue harus jelasin semuanya ke Oik…” kata Cakka.

“Biar Acha tenangin Oik dulu…” kata Ray.

“Gak! Gue harus jelasin semuanya…” paksa Cakka.

“Sabar Kka… Oik butuh waktu sendiri…” kata Ray.

“Ck!” kata Cakka sebel dan pasrah mengikuti kata Ray.

***

Di balkon kamar Oik yang dulu Oik sedang duduk di kursi sambil menangis. Tiba-tiba Acha datang mengampiri Oik yang sedang menangis.

“Loe jahat Kka…” kata Oik sesenggukan.

“Oik…” panggil Acha mendekati Oik.

“Acha…” kata Oik menengok ke Acha dengan berurai air mata.

“Loe kenapa Ik?” tanya Acha duduk menyebelahi Oik.

“Cakka jahat Chaa… dia udah bunuh semut temen gue…” curhat Oik.

“Semut?? Jadi Cuma masalah semut??” tanya Acha.

“Tukan kenapa sih semua selalu bilang Cuma masalah semut?? Semut itu temen gue dan di depan mat ague Cakka membunuh semut…” kata Oik sebel karena Acha juga menganggap masalah semut itu masalah biasa.

“Loh bukan gitu Ik. Maksud gue itu… itu masalah yang terlalu kecil sampek buat loe nangis dan marah sama Cakka…” kata ACha.

“Tapi Cha loe kan tahu siapa gue… perasaan gue itu peka banget sama hewan dan gue paling gak suka lihat orang bunuh hewan sekecil apapun…” kata Oik.

“Yaudahlah Ik gue yakin Cakka pasti gak sengaja juga kok… mungkin dia lupaaa…” kata Acha menennagkan Oik.

“Lagian loe rela berantem sama Cakka Cuma karena semut? Apa loe rela semua usaha loe buat dapetin Cakka sia-sia Cuma karena pertengkaran ini…” kata Acha. mendengar itu Oik menatap Acha. terlihata tatapan menyesal di wajah Oik dia gak mau kehilangan Cakka.

“Gue nyesel Chaa…” kata Oik menunduk.

“Yaudah kalau loe nyesel loe turun terus maafin Cakka yaa…” pinta ACha. Oik Cuma mengangguk kecil. Achapun mengajak Oik turun kebawah menemui Oik.


Di bawah udah ada Cakka dan Ray yang menunggu Oik dengan cemas. Cakka berharap Acha bisa menenangkan Oik dan Oikpun bisa memaafkan kesalahan cakka.

“Cakka…” panggil Acha sambil menuruni tangga bersama Oik yang usdah tidak berurai air mata. Mendengar suara Acha sontak Ray dan Cakka menengok. Dengan semangat Cakka langsung mendatangi Oik.

“Oik maafin gue… gue gak bermaksud ngomng kayak gitu ke elo… maafin gue Ik…” bujuk Cakka saat Oik sudah berada di bawah.

“Gue maafin loe kok Kka…” jawab Oik.

“Loe serius???” tanya Cakka memastikan.

“Iya Kka… tapi ada satu permohonan gue…” kata Oik.

“Apa ik?? Semua permohonan loe pasti gue kabulin.. apapun demi elo…” kata Cakka antusias.

“Jangan pernah loe sakitin hewan lagi. sekecil apapun hewan itu. kalau sekali lagi aja gue lihat loe sakitin hewan gue akan pergi dari hidup loe selamanya…” kata Oik.

“Iya Ik gue setuju… gue akan lakuin semuanya demi loe…” kata Cakka langsung memeluk Oik.

“Cieee gitu donk jangan berantem lagi…” kata Acha menghampiri Ray dan Raypun merangkulnya.

“Iya nie jangan berantem lagi donk…” kata Ray merangkul Acha. Oik dan Cakka Cuma bisa tersenyum bahagia saat saling berpelukan.

Sejak saat itu mereka sudah baikan dan Cakka sudah berjanji sama Oik untuk gak menyakiti hewan apapun dan sekecil apapun.


***

Sudah lewat 1 bulan sejak kejadian itu. kejadian Cakka berjanji pada Oik untuk gak menyakiti hewan apapun dan sekecil apapun.

Hari ini entah mengapa Cakka merasa badmood banget dan biasanya kalau cakka merasa badmood dia selalu marah-marah kepada siapapun tanpa terkeculi. Saat ini cakka sedang duduk di teras depan dengan wajah yang kusut. Hari ini Cakka bener-bener ngerasa sebel dan pusing banget tapi dia gak tahu sebel sama siapa dan pusing karena apa. Saat cakka sedang duduk dengan sebelnya anjing tetangga asal masuk sambil menggong-gong berulang kali. Mendengar itu Cakka sebel banget.

GUK GUK GUK GUK GUK GUK!!!! Gong-gongan anjing keras banget sampek buet Cakka emosi.

“Ahh sialan anjing siapa sih?! Gak tahu apa kalau gue itu lagi pusing dan sebel banget! Sialan nie anjing!” umpat Cakka.

“DIEM LOE NJING!!!” bentak Cakka pada sang anjing.

GUK GUK GUK GUK GUK GUK GUK GUK GUK!!!! Anjing itu malah makin menggong-gong.

“ASSHHH DIEM LOE NJING!!!!! Gue timpuk mampus loe…” bentak Cakka sambil melempas asbak yang ada di sampingnya.
KAING KAING… terdengar rintihan dari anjing itu, namun sesaat terdengar gong-gongan dari anjing itu lagi.

GUK GUK GUK GUK GUK GUK GUK GUK GUK GUK GUK GUK GUK GUK!!!! Gong-gongan anjing itu makin kenceng.

“ASHH SIALAN LOE!!!” kata Cakka mendekati anjing itu dan langsung menendang-nendang anjing itu.

“MAMPUS LOE! SIAPA SURUH LOE GANGGU GUE! NIH RASAIN!!!” umpat Cakka menendang-nendang anjing itu.

KAING KAING KAING KAING anjing itupun merintih kesakitan saking kerasnya tentangan Cakka yang berulang kali.

Tiba-tiba saat Cakka sedang menendang-nendang anjing itu Oik kebetulan datang ke rumah itu bersama Acha.

“CAKKA???” teriak Oik kaget melihat Cakka menendang-nendang anjing itu sampek anjing itu kesakitan.

“Oik??” tanya Cakka kaget melihat Oik. Oik langsung berjalan mendekati Cakka dan..

PLAKKK mendarat tamparan dari tangan Oik ke pipi Cakka.

“Awwww…” rintih Cakka kesakitan.

“Loe apa-apaan sih Ik kok dateng-dateng main tampar.” Kata Cakka emosi.

“Loe udah ingkarin janji lo eke gue?! Loe udah sakitin hewan lagi! !” amarah Oik.

“Loe itu kenapa sih Ik?! Hewan aja loe belain..!!” amarah cakka.

“Eh ini ada apaan sih ??” tanya Ray yang baru keluar dari dalam rumah karena mendengar pertengkaran.

“Loh Acha Oik…” kata Ray melihat ada ACha dan Oik. Oik dan Cakka tidak memperdulikan Ray dan melanjutkan pertengkaran itu lagi.

“Loe masih tanya kenapa? Loe kan udah janji sama gue kalau loe gak akan sakitin hewan lagi?! mana janji loe yang dulu…!” omel Oik.

“Ashh!!!! Loe itu gak tahu masalahnya!! Abis hewan ini yang mulai! Gak tahu apa gue lagi badmood ehh dia malah dateng dan asal gong-gong… wajar donk gue gebukin dia…” omel Cakka sebel.

PLAKKK!!!! Oik menampar Cakka lagi.

“Sialan loe! Loe tampar gue lagi!?! dasar orang utan!” umpat Cakka tanpa sadar yang membuat Oik sontak kaget dan penuh amarah pada Cakka. Oik kecewa banget sama Cakka.

“Apa loe bilang??” tanya Oik gak percaya sama omongan Cakka uang mengumapt dia sebagai orang utan sambil berurai air mata.

“Iya Dasar ORANG UTAN!!! LIAR!!!!” Umpat Cakka lagi belum sadar dengan semua umpatannya pada Oik.

“Gue tahu kalau gue itu emang orang utan! Gue sadar kok dank arena itu gue gak pantes ada di sini?! Gua akan pergi dari hidup loe!! Dan satu hal lagi gue udah salah nilai loe selama beberapa bulan ini. ! loe itu jahat! Loe gak punya hati !!!!” kata Oik kecewa sambil berurai air mata.

“gue kecewa sama loe!! Gue akan pergi! Jangan cari gue!” kata Oik langsung pergi meninggalkan Cakka, Ray dan Acha penuh uraian air mata dan kekecewaan. Ray dan Acha yang melihat Oik seperti itu gak berani mengejar Oik.

“Loe kenapa sih Kka?! Loe tahu gak sih loe itu udah buat Oik kecewa sama loe!? Loe itu goblok ya Kka!” omel Ray sebel.

“Emang gue kenapa…” tanya Cakka baru sadar.

“Loe masih tanya kenapa?! Loe udah umpat Oik sebagai orang utan dan loe udah sukses buat Oik kecewa!” omel Acha juga.

“A,apa? Gue ngomong kayak gitu? Gak.. gak mungkin.. gue gak mungkin ngomong kayak gitu…” kata Cakka gak percaya.

“Terus sekarang Oik mana?” tanya Cakka gak percaya.

“Pergi! Dia udah pergi! Puas loe!” bentak Ray.

“Gak... gue harus gimana donk..!! gue gak sengaja bilang kayak gitu…” kata Cakka menyesal.

“Y aloe minta maaf!” bentak Acha.

“Tapi gimana caranyaa??” tanya Cakka bingung.

“Ya kejar donk goblok!!!” bentak Ray.

“Yaudah gue akan kejar dia… kalian ikut gue yaaa…” ajak Cakka panic.

“yaudah yuk kita kejar Oik…” kata Ray.

Akhirnya mereka bertiga mengejar Oik. Namun percuma mereka gak bisa mengekar Oik. Oik beneran pergi dari Cakka. Sampek2 Oik gak ada di rumah Acha, Oik udah pergi dan merek gak tahu di mana. Cakka bener2 menyesal. Dia dan Raycha terus mencari Oik sampek ketemu.


***

Sudah 1 minggu sudah berlalu dan Cakka belum menemukan Oik.

“Duh Kka ini udah 1 minggu kita cari Oik tapi belum ketemu juga… kita harus gimana??” tanya Acha udah mulai kehilangan semangat.

“gak kita harus tetep cari Oik..” kata Cakka masih semangat.

“tapi kita harus cari di mana lagi Kka??” tanya Ray juga mulai kehilangan semangat.

“…” cakka berfikir sejenak.

“gue tahu kita cari di mana..” kata Cakka.

“Di mana?” tanya Acha dan ray.

“Kalian ikut guee…” ajak Cakka.

***

Ternyata Oik kembali ke hutan lagi. dia kembali ke rumah lamanya di hutan. Sudah 2 minggu ini Oik berada di hutan itu bersama kawanannya. Oik juga sudah berpenampilan sama seperti dulu, seperti tarzan.

Saat ini Oik lagi duduk diatas pohon bersama Onyet kesayangannya yang mengingatkannya pada Cakka sambil curhat.

“Onyett… kecewa Oik..” kata Oik.

“Kenapa Oik?” tanya Onyet.

“Orang Oik yang suka… kecewain Oik sudah…” kata Oik.

“Kenapa??” tanya Onyet.

“Jahat dia sama hewan…” kata Oik.

“sayang kamu sama itu orang?” tanya Onyet.

“Sayang sebenernya sama dia Oik…” kata Oik.

“Yaudah sabar kamu Oik..” kata Onyet menenangkan Oik dengan cara monyet.

“OIK !!!!” terdengar teriakan memanggil Oik.

“Cakka…” lirih Oik.

“Orang dia??” tanya Onyet. Oik Cuma mengangguk.

“Di datengin kenapa enggak??” tanya onyet. Oik langsung menggeleng cepat.

“Oik loe di mana?? maafin guee…” teriak Cakka dari bawah pohon yang belum sadar kalau ada Oik dia atas pohon.

“Kka loe yakin Oik di sini??” tanya Ray.

“Iya gue yakin Ray… gue yakin kalau Oik di sini…” kata cakka penuh keyakinan.

“Jadi Cakka masih cari gue?! Apa dia masih sayang sama gue?! Tapi enggak dia udah jahat sama gue!” batin Oik terus melihat cakka dari bawah.

“Tapi Kka apa loe yakin Oik bakalan mau nemuin loe?” tanya Acha.

“…” Cakka berfikir sejenak.

“Gue tahu Oik gak mungkin mau temun gue tapi gue tahu gimana caranya oik biar muncul..” kata Cakka yakin.

“Gimana?” tanya Ray.

“WRAWWWWWWWWWWWWWWWW…” tiba-tiba Cakka meraung seperti harimau tapi ngasal.

“Kka?? Loe ngapain?” tanya Ray. Cakka menghiraukan dan terua meraung ngasal untuk memangil harimau.

“WRAAAAWWWWWWWWWWWWW…” Cakka terus meraung agar harimau datang dan menerkamnya.Cakka berharap Oik akan datang lagi menyelamatkannya.

“Cakka? Kenapa dia ngelakuin itu?” batin Oik heran.

“WRAWWWWWWWWWWWWW…” cakka terus meraung. Dan ternyata doa Cakka terkabul memang benar ada harimau yang dateng melihat itu Ray dan Acha langsung ngumpet tapi Cakka gak bergerak dari posisinya dia rela menghadapi harimau agar Oik mau keluar.

“Cakka?? Kok nekat banget sih loe!!” batin Oik kaget dengan sikap cakka.

“Ik kalau loe lihat gue sekarang dan loe denger gue sekarang! Gue gak akan mau lawan harimau ini! kalau loe emang sayang sama gue loe keluar tapi kalau loe emang gak sayang sama gue, gue rela mati demi loe!! Gue rela mati Ik…” teriak Cakka.
WRAWWWWWWWWWWW… harimau itu makin meraung dan mendekati Cakka.

“gue gak takut sama loe harimau jelek…” tantang Cakka.

“cakka… loe gak perlu lakuin itu…” batin Oik dari atas pohon.

“Oik… baik orang itu… orang itu selametin…” kata onyet.

“Enggak…” kata Oik menolak.

“Lihat Ik gue rela mati kalau loe gak keluar…” teriak Cakka.

WRAUWWWWWWWWWWWWW…harimau itu langsung menerkam Cakka dan sedikit mencabik wajah cakka dengan taring panjangnya.

“CAKKA!!!!!!!” teriak Oik langsung turun dan menyelamatkan Cakka.

“Cakka!!” teriak Ray dan Acha mendatangi Cakka yang sudah tercabik dan sekarang setengah sadar.

“WRAUUUUWWWW!!!! Kamu pergi!! Dia oik teman..” pinta Oik pada harimau itu. mendengar permintaan itu harimau itu langsung pergi dan Oik langsung mendatangi Cakka yang sudah sedikit tercabik.

“Cakka…” teriak Oik mendatangi cakka dan langsung memangku Cakka dalam pangkuannya. Terlihat cakka yang tak sadarkan diri.

“Cakka jangan pergi… gue sayang sama loe!! Jangan pergi.. gue maafin loe kok…” kata Oik menangisi Cakka dan memeluknya dalam pangukannya.

“loe sabar ya Ikk..” kata Acha.

“Cakka loe bangun!! Gue sayang sama loe!! Gue maafin loe..” kata Oik menangis. Sesaat setelah itu Cakka sontak membuka matanya lebar-lebar. Ternyata Cakka hanya pura2 tak sadarkan diri namun kalau cabikan itu gak pura2 kok.

“Loe serius kan Ik??” Tanya Cakka langsung membuka matanya.

“Cakka? Loe gak…” kata Oik kaget.

“Ya enggak lah … gue tetep hidup kok… demi loe..” kata Cakka nyengir.

“Ahh sialan loe..” kata Oik langsung membanting Cakka dari pangkuannya.

“Ahh sakit ikk…” rintih Cakka.

“Abis elo ngebohongin gue…” kata Oik buang muka. Raycha yang melihat itu Cuma senyum2 aja.

“Ya gak papa donk yang penting gue tahu kalau loe sayang sama gue..” kata Cakka.

“Ahh apaa sih loe..” kata Oik sebel.

“Oik maafin gue yaa…” kata Cakka menatap Oik dan Oikpun menatap Cakka.

“Loe janji kan loe gak akan kayak dulu lagi?” tanya Oik menatap Cakka.

“yap gue janji Ik… janji…” kata Cakka bersungguh-sungguh.

“Iy Kka gue maafin loe…” kata Oik tersenyum.

“Makasih ya Ik…” kata Cakka langsung memeluk Oik.

“Iya…. Gue sayang sama loe..” kata Oik dalam pelukan Cakka.

“Sama… gue jugaa… dan yang terpenting pacarku tetep orang utannn…” goda Cakka.

“Ahhh Cakka…” kata Oik langsung melepaskan pelukan cakka dan manyun.

“Hahahahahahaha…” Ray dan Acha tertawa melihat tingak Oik.

Yap sejak saat itu Cakka dan Oik kembali bersatu dan sejak saat itu pula Cakka bener2 berjanji untuk gak sakitin hewan lagi demi Oik. Semua itu demi Oik.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Caikers Family Official Blog. Design By: SkinCorner