Minggu, 01 Mei 2011

PACARKU ORANG UTAN (Cerpen by AyassRR)

Cakka P.O.V

Hari ini gue, sama sepupu gue mau berburu ke hutan. Berburu adalah salah satu hobi gue selain basket, gitar, nyanyi dan ngeband. Udah jadi rutinitas mingguan gue, sama sepupu gue untuk berburu. Kenapa sejak tadi gue sebut sepupu gue?? Soalnya gue itu di rumah tinggalnya Cuma sama sepupu gue, nyokap gue udah meninggal saat ngelairin gue dan bokap gue sibuknya bukan main yaudah gue ajakin aja sepupu gue itu bua tinggal serumah sama gue. Rumah gue emang di Jakarta sih tapi buat berburu gue bakalan rela menempuh perjalan berjam-jam naik mobil hanya untuk berburu.

Sekarang gue, sama sepupu gue udah sampek si salah satu hutan di daerah puncak nie. Gue sama sepupu gue udah paling antusias banget kalau masalah berburu terkadang kita taruan siapa yang bisa dapetin buruan pertama tugasnya bakalan di kerjain sama yang kalah. Dan kalian tahu gak siapa yang selalu menang??? Sepupu gue ? ahh sebel gue kalau kalah sama dia. Tapi hari ini gue harus menang dari sepupu gue. Kalau sampek kalah mau di taruh mana muka gue.

Sekarang gue sama sepupu gue udah bawa senapan berburu nie.

“Loe siap kka???” tanya sepupu gue nantangin gue.

“Siap donk Ray… kali ini gue gak bakalan kalah sama loe…” kata gue sama sepupu gue yang namanya Raynald itu.

“Oke kalau gitu sekarang kita mencar…yang pertama sampek sini dengan bawak buruan itu yang menang” kata sepupu gue.

“Ayoookkk siapa takut…” kata gue. Kita pun mencar untuk cari buruan.

Pokoknya gue harus dapetin tangkepan itu, gue gak perduli harus masuk hutan lebih dalem. Malu banget dah kalau kalah muluk sama si Ray. pokoknya gue harus dapetin tangkepan.

“Mana sih nie hewan-hewan?? Kok gak ada?? Apa udah pada tahu ya kalau mau di buru??” tanya gue celingak-celinguk cari binatang tapi gak ada sepi banget.

“Ayolah kijang, monyel atau apapun hewan keluar donk…” kata gue celingak-celinguk sambil udah siap senjata.

KRESEK-KRESEK-KRESEK gue denger ada suara dari balik semak-semak. Dengan sigap gue langsung siap senjata dan berjalan deketin sumber suara.

“Akhirnya dapet jugaaa… kali ini pasti gue yang menang… lihat aja Ray… kali ini gue Cakka Nuraga yang bakalan menang…” kata gue berjalan mendekati sumber suara.

SREETTT… perlahan gue buka semak-semak itu dan.

“WRAUWWWWWWWWWWWWWWWWWWWW”

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAA….” Ternyata itu harimau.

“WRAUWWWWWWWWWWWWWWWWWWW”

“KYAAAAAAAAAAAAAAAA….” Gue teriak ketakutan sampek jatuh ke tanah karena ada harimau dan kelihatannya harimau itu laper deh, gue berharap Ray denger teriakan gue terus selametin gue tapi mustahil gue sekarang ada di tengah hutan, jauh dari Ray. aduhhh gilak harimau itu mekin deket lagi.

“TOLONGGGGG!!!! KYAAAAAAAAAAAAA…” teriak gue minta tolong sambil ngesot ke belakang karena perlahan dengan wajah garang harimau itu deketin gue denga tampang laper.

“SIAPAPUNNNN TOLONGGG GUE!!!! TOLONG!!!! KYAAAAAAAAA…” gue terus teriak minta tolong sambil ngesot ke belakang.

“WRAAAWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWW…” harimau laper itu makin deketin gue dengan tampang mau nerkam.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA…” teriak gue mencoba berdiri dan perlahan berjalan mundur dannnn tanpa basa-basi…

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA….” Gue lari secepat kilat tapi begoknya gue, gue lupa kalau mangsa harimau lari si harimau malah tambah ngejar yaudah Alhasil gue dikejar-kejar sama harimau tapi gue gak menyerah gue terus lariiii!!!!!!

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…” kata gue lari kenceng.

“Ohh Tuhan tolong gue, gue gak mau matiiii plissssss… gue janji siapapun yang bisa bantuin gue kalau cowok bakalan gue jadiin sodara tapi kalau cewek bakalan gue jadiin cewek…” doa gue saat gue masih lari dikejar harimau. Gue terus lariiii…

***

Author P.O.V

“WRAWWWWWWWWWWWWWWW…” geram harimau itu mengejar cakka.

“WRAWWWWWWWWWWWWWWWWW…” ada suara mirip harimau lagi tapi ini mirip soalnya kalau di denger-denger itu suara manusia yang niruin suara harimau dan kelihatannya itu suara cewek. Cakka pun pun berhenti dan nengok kebelakang.

“WRAWWWWWWWWWWWWW… ganggu jangan dia...” ternyata bener ada orang yang niruin suara harimau itu dan dia berani banget sama harimau itu.

“Gilak tuh berani banget…” kata Cakka heran lihat orang itu dan anehnya orang itu bisa ngomong sama harimau itu. Penampilannya orang itu kayak tarzan.

“WRAWWWWWWWWWWWWW lapar saya…” kata harimau itu dengan bahasanya pada orang itu.

“WRAAWWWWW ganggu jangan dia.. teman saya dia…” kata orang itu dengan bahasa hewan.

“WRAWWWWWWWW tidak saya makan tetap dia…” kata harimau itun ngotot dan malah langsung nerkap orang itu untung orang itu sigap menghindar dan terjadi pertarungan antara harimau dan orang itu. Cakka yang ngelihat itu Cuma cengo aja ‘kok ada ya orang yang bisa berantem sama harimau??’ batinnya heran.

“Woi Kka…” tiba-tiba ada seorang cowok gondrong yang mendatangi Cakka sambil berlari.

“Huwaa Rayy… kemana aja lo?? Gue teriak-terika sejak tadi loe gak denger apa??” protes Cakka ka orang itu yang ternyata adalah Ray sepupunya. Ternyata Ray mendengar teriakan itu dan langsung mencari Cakka namun karena Cakka berada di tengah hutan banget makanya lama ketemunya.

“Gue denger makanya gue samperin loe… sekarang mana harimaunya…” tanya Ray.

“Tuh…” kata Cakka menunjuk pertarungan harimau itu dengan seseorang. Pertarungan yang terjadi sangat sengit sampek guling-gulingan.

“WRAWWWWWWWW…”

“Widih!!!” Ray melonjak kaget.

“Itu orang yang berantem sama harimau??” tanya Ray heran. Cakka Cuma bisa nganguk cengo.

“Gilak kok bisa ada orang yang bernatem sama harimau yaa??” tanya Ray heran.

“Tauk tapi yang jelas dia udah selametin gue…” kata Cakka masih cengo ngelihatin pertarungan itu.

“Hah???” kata ray juga cengo sambil ngelihatin pertarungan itu.

“WRAWWWWWWWWWWWW…” pertarungan itu terus berlangsung sedangakn Cakka dan Ray masih cengo lihat pertarungan antara manusia dan harimau, sekitar 10 menit kemudian pertarungan itu selesai dan yang menang orang itu walaupun orang itu menang penuh luka. Harimau yang kalah itu langsung kabur. Orang itu langsung mendatangi Cakka dan Ray yang masih cengo.

“Hay…” kaget orang itu penuh luka. sontak Cakka dan Ray langsung sadar dari kecengoannya.

“Loe manusia??” tanya Ray.

“Manusia saya ini??” kata cewek itu dengan logat aneh.

“hah? Ngomong apa loe?? Kagak ngerti gue…” kata Cakka gak ngerti omongan orang itu.

“Manusia saya ini, tinggal tapi saya di sini… kalian siapa??” tanya orang itu.

“Hah kok ngomong loe di balik-balik…” tanya Ray.

“Ini memang ngomong cara saya… tarzan saya ini…” kata orang itu.

“Tarzan?? Kok cewek??” tanya Cakka heran ternyata tarzan itu cewek.

“cewek saya ini… kenapa emang cewek kalau saya??” kata cewek itu.

“Ya gak papa sih tapi aneh aja…” Kata Ray garuk-garuk kepala keheranan.

“Aduhhh sakit saya….” Rintih cewek itu pada luka kakinya yang cukup parah akibat cengkraman binatang buas itu.

“Loe kenapa??” tanya Ray panic.

“Sakit saya.. harimau cengkram tadi…” rintih cewek itu.

“Aduhh…” kata cewek itu langsung terjatuh dan gak sadarkan diri.

“E.eh.. dia pingsann..” kata Ray panic.

“Yaudah bawa dia ke mobil kita…” kata Cakka gak kalah paniknya. Merekapun langsung membawa cewek hutan itu ke mobilnya.

“Mau di bawa ke mana nie??” tanya Cakka menidurkan cewek hutan tadi di mobil.

“Ya bawa ke rumah lahh…” kata Ray.

“Hah?? Gilak loe?? Ogah gue kalau dia dibawa ke rumah… dia itu cewek liar…” kata Cakka.

“Astaga gitu banget loe! Dia itu udah selametin loe tauk! Loe tega tinggalin dia di hutan gini?? Loe mau di mati…” omel Ray.

“…” cakkapun perfikir sejenak. Dia mencoba menghilangkan sikap egois dan angkuhnya.

“Ck! Yaudah deh terserah loe…” kata cakka pasrah.
“yaudah sekarang kita balik ke Jakarta…” kata Ray.

***

@rumah Cakka, Jakarta

“Hey loe udah bangun??” tanya Ray yang melihat perlahan mata cewek hutan itu terbuka. Cewek itu du tidurkan di kamar tamu.

“Saya di mana ini??” tanya cewek itu masih lemas karena lukanya tadi namun sekarang luka itu sudah di perban.

“Loe di rumah gue…” kata Cakka yang berdiri di samping kasur dengan ketus.

“Kka! Jangan kasar napa sih??” omel Ray yang duduk di samping kasur.

“Siapa kalian??” tanya cewek itu.

“Gue Ray… dan Ini sepupu gue Cakka yang udah loe selametin tadi…” kata Ray.

“Selametin dia tadi saya??” tanya cewek itu.

“Iya… makasih yaa…” kata Cakka mengucap terima kasih walaupun dengan nada dingin.

“…” cewek itu hanya menatap wajah Cakka heran.

“Ngapain loe lihatin gue??” tanya Cakka ketus.

“Mirip dia sama onyet..” kata cewek hutan itu polos.

“Hhahahaha…” kata Ray ketawa.

“Onyet?? Maksud loe monyet?? Sialan loe!” kata Cakka sebel.

“Onyeettt…onyeettt…” kata cewek itu tepok-tepok tangan sambil ketawa-tawa lihatin Cakka yang dia bilang mirip onyet.

“Ahh sialan loe…” kata Cakka sebel.

“Hahahahaha.. udah-udah…” kata Ray.

“Ngomong2 nama loe siapa??” tanya Ray.

“Saya nama Oik.. Oik…” kata cewek itu.

“Ohh nama loe Oik..” kata Ray.

“Ray keluar bentar yukk..” ajak Cakka langsung menarik Ray.

“Eh apaan sih loe Kka…” kata Ray yang sekarang udah ada di depan kamar bersama Cakka.

“Loe mau dia tinggal di sini??” tanya Cakka.

“Ya gimana Kka dia kan masih sakit? lagian apa loe tega gitu sama orang yang udah selametin loe dari harimau?? Loe lupa kalau dia gak ad aloe gak bakalan ada di sini tapi di perut harimau…” kata Ray.

“Yaa tapi apa harus tinggal di sini??” tanya Cakka.

“Ya terserah loe sih.. ini juga rumah loe… tapi gue Cuma mau ingetin loe aja kalau dia itu udah selametin loe. SELEMETIN LOE..” kata Ray meberikan penekanan pada kata yang di capslock.

“Ck…” kata Cakka sebel.

PRANGGGGGGG… terdengar suara benda pecah dari dalam kamar. Dengan sigap Cakka dan Ray langsung masuk kamar dan dilihat Oik udah lompat-lompat kayak orang utan sampek mecahin benda-benda pecah belah di kamar itu.

“Astaga baru di tinggal semenit udah jadi kapal pecah??” kata Ray.

“OIKKK!!!!” teriak Cakka membentak. Oik langsung diam dan menatap Cakka.

“Kenapa marah Onyet??” tanya Oik polos. Sedangkan Ray Cuma bisa menahan ketawa aja.

“ARGGGHHHH!!” geram Cakka gak bisa marah soalnya walau bagaimanapun Oiklah yang udah selametin Cakka. Oik si orang utan yang udah selametin Cakka.

***

Skip~

Sekitar 3 bulan Oik udah tinggal di rumah Cakka bersama cakka dan Ray. Cakka sengaja gak paksa Oik untuk kembali ke hutan soalnya Cakka masih ingat janjinya pada Tuhan kalau siapapun yang bisa selametin Cakka kalau cowok jadi sodara kalau cewek jadi pacar. Tapi selama ini Cakka gak pernah bilang ke Ray soalnya Cakka takut kalau Ray tahu Ray bakalan paksa Cakka jadian sama Oik beneran, bisa mati berdiri Cakka jadian sama Oik, jadi pikir Cakka dengan membiarkan Oik tinggal di rumahnya itu udah cukup walaupun Cakka sering banget berantem sama Oik apalagi waktu perayaan ultah Ray dan Cakka ke 18 bulan lalu yang kebetulan barengan, Oik ngancurin ultah itu dengan buat rusuh. Di situ Cakka bener-bener marah dan sejak saat itu Cakka bener-bener cuekin Oik keculi waktu oik buat ulah dia baru marah-marah selebihnya diam tanpa kata.

“Ray cewek hutan itu masih tinggal di sini??” tanya Acha pacar Ray dalan rangkulan Ray.

“Iya Cha,, udah 3 bulan…” jawab Ray yang masih merangkul Acha sambil menikmati acara TV di ruang tengah.

“Loh katanya si Cakka sebel sama Oik kok dia biarin Oik tinggal di rumahnya terus ampek 3 bulan pula…” kata Acha heran. Sebenernya Acha udah kenal sama Oik loh sejak sebulan lalu dan Acha sama Oik juga lumayan Akrab walaupun kadang Acha gak tahu apa yang diomongin Oik.

“Nah itulah Cha gue juga gak tahu… gue heran aja sama dia, padahaln di bilang dia itu sebel banget sama Oik tapi dia masih aja biarin Oik tinggal di sini…” kata Ray.

“Mungkin gak sih Cakka suka sama Oik??” tebak ACha. sontak Ray langsung menatap cewek yang udah jadi pacanya 1 tahun itu.

“Ya gak mungkin lah Cha… loe tahu Cakka kan…” kata Ray.

“Ya mungkin aja… atau bisa aja Oik yang suka sama Cakka…” kata Acha.

“Ahh apalagi itu mana mungkin cewek hutan kayak dia bisa jatuh cinta…” kata Ray gak percaya.

PRANGGGGGG!!!!!!! Terdengar suara pecahan lagi.

“OIK!!!!!!!!!!!!!!!!!!” mengekor suara teriakan yang pasti itu suara Cakka.

Acha dan Ray langsung berlari mendatangi sumber suara. Di situ udah ada Oik yang kelihatan ketakutan karena di marahin sama Cakka. Oik kelihatan ketakutan banget sama amarah Cakka. Oik Cuma bisa menundukan kepala aja.

“OIK!! Loe tah gak sih! Ini guci mahal banget! Bokap gue beli di hongkong! Loe dengan santainya pecahin guci ini! mau loe apa sih?! Udah ribuan guci yang loe pecahin!” omel Cakka. Oik Cuma bisa menunduk ketakutan.

“Eh ini ada apa sih?” tanya Ray yang datang bersama Acha.

“Oik loe kenapa??” tanya Acha lembut. Oik langsung berlari mendekati Acha dan Acha merangkul Oik yang ketakutan.

“Takut Oik, Marah lagi Cakka sama Oik..” kata Oik ketakutan.

“Kka loe kenapa sih marah-marah muluk sama Oik.. kasihan tuh si Oik ketakutan…” omel Ray belain Oik.

“Ray loe kok malah belain dia sih? Dia itu yang salah! Bayangin aja dia itu pecahin guci mahal yang di beli papa gue di hongkong. Wajar donk kalau gue marah.” Kata Cakka sebel.

“Y ague tahu dia salah tapi gak perlu kan loe kasar kayak gini? Lagian loe harusnya tahu donk gimana Oik… Oik emang kayak gitu, dia itu tumbuh di hutan dan dia emang gak tahu sopan santun.. jadi loe harus ngertiiin dia donk.. langian loe harus inget kalau Oik…” nasihat Ray namun di potong oleh Cakka.

“Yayaya.. kalau Oik udah selametin gue, dan gue harus balas budi sama dia gitu! Basa tahu gak sih Ray! gue udah tahu!!” kata Cakka sebel.

“Kok loe ngomong kayak gitu sih??” tanya Ray.

“Ck! Males gue debat sama loe! Gue mau ke kamar dulu…!” kata Cakka langsung ngacir ke kamar.

“Dasar Cakka, dari dulu egois banget..” kata Ray.

“Takut Oik.. Galak Cakka…” kata Oik masih ketakutan dalam rangkulan Acha.

“Udah ya Ik loe gak usah takut lagi…” kata ACha menenangkan Oik.

“Cakka kenapa jahat sama Oik?? Oik padahal sama Cakka suka…” kata Oik. Ray yang samar-samar mendengar itu langsung kaget.

“Hah? Apa loe bilang??” tanya Ray kaget.

“Oik sama Cakka suka…” jelas Oik.

“Hah? Loe suka sama Cakka??” tanya Acha gak kaget.

“Iya.. tahu Oik kalau baik Cakka… tapi kenapa Cakka sama Oik galak??” tanya Cakka polos.

“Oik cakka itu sebenernya galak kok.. dia baik tapi mungkin dia gak suka sama cewek selengehan kayak kamu.. cakk suka sama cewek anggun.” kata Ray.

“Jadi suka Cakka sama anggun cewek??” tanya Oik polos.

“Iya Ik,, emang kenapa??” tanya Acha.

“Pingin Oik jadi anggun cewek Cakka buat..” kata Oik semangat.

“Hah? Loe serius??? Jadi loe serius suka sama Cakka??” tanya Ray keheranan.

“Iya.. Suka Oik sama Cakka… Cakka baik sebenernya… ganteng Cakka juga…” kata Oik. Mendengar itu Ray langsung menatap Acha gak percaya sama omongan Oik.

“Hmmm gue ke kamar Cakka dulu yaa… Cha loe ajakin Oik main gih..” kata Ray.

“Yaudah Ray…” kata Acha. Raypun langsung berjalan menuju kamar Cakka.

@kamar Cakka.

“Kka…” kata Ray langsung membuka kamar Cakka. Di sana ada Cakka yang lagi duduk di balkon kamarnya.

“Ngapain lo eke sini lagi?? mau ingetin gue sama jasa Oik? Gue uda inget kok..” kata Cakka dingin dar balkon.

“Gue ke sini mau minta maaf ke elo Kka… gue tahu gue gak seharusnya ngomel sama loe.. lagian ini juga rumah loe.. jadi terserah loe mau marah sama Oik apa enggak…” kata ray mendekatin Cakka dan duduk di samping Cakka.

“Gue gak marah ke elo kok…” jawab Cakka dingin.

“Kka gue boleh tanya sesuatu ke elo gak??” tanya Ray.

“Tanya apa??” tanya Cakka balik.

“Kenapa loe pertahanin Oik di rumah ini? sebenernya kan kalau loe mau loe bisa balikin Oik ke hutan, lagian luka Oik juga udah sembuh…” kata Ray. sontak Cakka kaget dengan pertanyaan Ray.

‘apa emang seharusnya gue kasih tahu ke Ray yang sebenrnya yaaa?? Tapi apa tanggepnya Ray nantinya kalau tahu semuanya…” batin Cakka.

“Kka?? Kok loe malah diem sih??” tanya Ray lagi.

Cakka menghela nafas.

“Emang seharusnya gue bilang ni ke elo deh Ray…” kata Cakka.

“Bilang apa??” tanya Ray penasaran.

“Gue pertahanin Oik di sini soalnya gue udah janji sama Tuhan kalau siapapun orang yang selametin gue kalau itu cowok gue jadiin sodara tapi kalau itu cewek gue jadiin pacar..” jelas Cakka.

“Hah? Jadi seharusnya loe jadiin Oik pacar gitu??” tanya ray gak percaya.

“Iya..” jawab Cakka berat hati.

“Terus kenapa loe gak jadiin dia pacar??” tanya Ray.

“Aduh Ray… loe tahu gue gak … mana mungkin gue mau pacaran sama cewek liar kayak dia…” kata Cakka.

“emmm jadi kalau dia udah gak liar dan bisa jadi cewek anggun loe mau jadian sama dia??” tanya Ray.

“Maybe sih” jawab Cakka singkat.

‘gue punya rencana…’ batin Ray.

***

Malam harinya Ray menelpon Acha untuk membicarakan rencanyanya. Ray menceritakan semua tentang janji Cakka dan kemungkinan Cakka mau jadian sama Oik kalau Oik udah jadi cewek anggun.

“Jadi gimana loe mau bantu gue kan??” tanya Cakka pada Acha yang ada di sebrang.

“Siph kalau gitu besok loe jemput Oik yaa… gue percaya sama loe say…” kata Ray pada ACha.

“Love you too..” kata Ray mengakhiri teleponnya.

‘Gue yakin rencana gue berhasil’ batin Ray sambil tersenyum

***

Keesokan harinya…

“Oik loe udah siap kan??” tanya Acha pada Oik.

“Kemana kita emang???” tanya Oik.

“Udah loe tenang aja kita bakalan bantu loe buat dapetin Cakka..” kata Ray

“tapi sebelumnya loe harus rela gak lihat Cakka selama 1 tahun… gimana??” Tanya Ray.

“Iya… mau Oik.. Cakka demi…” kata Oik setuju.

“Kemana tapi kita ACha??” tanya Oik.

“Udah ntar gue jelasin kalau udah sampek tempat tujuan..” kata Acha.

“Loh ini pada mau kemana??” tanya Cakka yang tiba-tiba datang dan heran melihat Oik yang membawa semua barangnya kayak mau pergi.

“Cakka.. Pergi Oik mau…” kata Oik.

“Pergi?? Loe mau pergi kemana??” tanya Cakka kecewa.

“Kenapa ekspresi loe kayak gitu Kka??” tanya Ray.

“Hah? Enggak ahh biasa aja… emang loe mau pergi kemana??” tanya Cakka kali ini ketus.

“Loe kan bilang kalau loe udah gak betah sama Oik jadi gue pikir bakalan lebih baik kalau Oik tinggal di villanya Acha di puncak aja… lagian di sana Oik bakalan lebih bebas main…” kata Ray.

“Hah? Oik mau pergi? Loh tapi kan Oik masih jadi tanggung jawab gue.. gue kan masih harus balas budi sama Oik karena dia udah selametin gue..” kata Cakka.

“Gue rasa loe udah gak bertanggung jawab sama Oik deh… toh Oik juga udah sembuh dan Oik juga mau kok ikut ACha…” kata Ray.

“Tapi kan..” kara Cakka kecewa.

“Emang kenapa sih Kka?? Kok loe gak iklah gitu Oik pergi?? Apa loe suka sama Oik?” tanya Acha. mendengar itu Cakka langsung gelagapan dan speechless.

“Hah? Su,suka?? Mana mungkin?! Yaudah kalau Oik mau pergi sana… gue juga udah sebel sama Oik… lagian kalau Oik pergi berarti rumah gue bebas dari kerusuhan si orang utan ini…” kata Cakka ketus.

“yaudah Cha loe berangkat sekarang aja..” kata Ray.

“yaudah kita berangkat yaa..” pamit Acha mengajak Oik.

“Cakka pergi Oik dulu…” pamit Oik. Cakka Cuma bisa buang muka aja walaupun sebenrnya Cakka kecewa banget. Hah buat apa kecewa?? Emang Cakka suka sama Oik?? Entah!
Achapun pergi bersama Oik.

***

1 tahun berlalu…

Satu tahun di lalui Cakka tanpa melihat kerusuhan Oik si orang utan. Tapi gak bisa dipungkiri kalau Cakka kangen sama Oik. 3 bulan bersama Oik dulu bisa membuat Oik terkenang dalam hati Cakka. Tapi satu tahun tanpa Oik serasa hampa buat Cakka. Cakka kangen sama semua kerusuhan Oik. Dia bingung kenapa dia bisa rasain ini? apa dia suka sama Oik??? Tapi apa mungkin seorang cakka yang perfectionist suka sama Oik si orang utan. Hari-hari Cakka di selimuti dengan kesepian.

Sekarang ini Cakka lagi duduk di balkon membayangkan masa-masa lalunya sama Oik.

“Kenapa gue kangen sama loe yaa?? Padahaln dulu gue selalu bentak loe… tapi kenapa setelah satu tahu gak ketemu loe tiap hari gue Cuma kangen sama loe… apa mungkin loe bakalan balik lagi Oik??” tanya Cakka.

“Apa gue suka sama loe Ik?? Kalaupun iya gue suka sama loe apa loe suka sama gue dan gue yakin semuanya udah terlambat, loe udah pergi ninggalin gue… kalau aja waktu bisa berputar dulu gue gak akan jahat sama loe…” kata Cakka.

“Gue pingin banget ngelihat dan ketemu loe lagi, gue janji kalau gue bisa ketemu loe gue bakalan tepatin janji gue ke Tuhan kalau gue bakalan jadiin loe cewek gue, gue gak perduli seperti apakah elo.. gue rasa gue emang bener suka sama loe..” kata Cakka.

“Loe serius Kka??” tiba-tiba ada sesosok cowok gondrong mendatangi Cakka. Mendengar suara cowok itu Cakka langsung menengok ke belakang.

“Ray??” kata Cakka kaget.

“Iya Kka… loe serius sama semua omongan loe??” tanya Ray.
Cakka menghela nafas

“Iya Ray… setelah Oik pergi ternyata gue baru sadar kalau gue suka dan sayang sama Oik dan gue gak mau kehilangan dia..” kata Cakka jujur ke Ray.

“Loe serius kan sama omongan loe??” tanya Ray memastikan.

“Iya Ray… seandainya gue bisa ketemu sama Oik lagi gue akan sakitin dia dan gue akan tepatin janji gue ke Tuhan..” kata Cakka sungguh-sungguh.

“Oke kalau emang loe serius loe iku gue ke bawah ada orang mau katemu sama loe..” kata Ray langsung menarik Cakka kebawah.

“Siapa??” tanya Cakka saat di tarik oleh Ray.

“Udah pokoknya loe bakalan seneng deh…” kata Ray.


Raypun mengajak Cakka kebawah untuk menemui seseorang yang selama ini di tunggu Cakka.


Di bawah udah ada Acha dan seorang cewek yang cantik banget, cewek itu sangat anggun. Dengan berpakaian dress ungu selutut dan sentuhan make up yang halus. Cara duduknyapun sangat anggun, kalau dilihat secara kasat mata itu jelas bukan Oik karena cewek itu sangat anggun laksana putri kerajaan.

“Emang siapa sih yang mau ketemu sama gue??” tanya Cakka tanpa melihat cewek cantik itu.

“Tuh…” tunjuk Ray pada cewek disebelah ceweknya.

“Siapa loe??” tanya Cakka heran.

“Hay Cakka… loe lupa sama gue??” kata cewek itu lancar dan lembut banget sambil beranjak dari duduknya dan mendekati Cakka.

“Emang kita pernah ketemu yaa?? Loe siapa?? Seinget gue, gue gak pernah kenal sama cewek anggun kayak loe..” kata Cakka.

“Gue Oik Kka…” kata Oik. Sontak Cakka membulatkan matanya gak percaya.

“O,Oik?? Gak mungkin?? Loe anggun banget.. mana mungkin loe OIk..” kata Cakka gak percaya.

“Gue tahu kok kalau loe pasti gak percaya… tapi gue bisa kayak gini berkat Acha dan Ray…” kata Oik mengumbar senyum.

“Maksud loe??” tanya Cakka heran.

“Iya Kka… loe ingetkan satu tahun yang lalu saat Oik ninggalin rumah ini??” kata Ray sambil menghampiri ceweknya.

“I,Inget..” kata Cakka.

“Sebenernya Oik itu tinggal di rumah Acha dan selama dia tinggal di rumah Acha.. Acha dan mamanya ngajarin semua tata kerama. Dari cara jalan, cara makan, cara ngomong, pokoknya semuanya deh sampek Oik bisa jadi cewek anggun…” jelas Ray sambil merangkul Acha.

“Iya Kka… dan susah banget loh ajarin Oik.. tapi berkat semangat dan kemauan Oik akhirnya Oik bisa bermetamorfosis menjadi cewek anggun.

“Kemauan??” tanya Cakka heran.

“Iya Kka… ini semua karena kemauan gue… gue lakuin ini semua karena gue suka sama loee..” kata Oik akhirnya berani mengungkapkan isi hatinya.

“L,L,Loe s,suka sama gue??” kata Cakka gak percaya. Oik Cuma bisa terseyum malu.

“Yaudah deh mandingan kita tinggal aja kalian berdua di sini biar bisa temu kangen..” pamit Ray. Ray dan Achapun meninggalkan Oik dan Cakka bedua.

“Loe serius suka sama gue??” tanya Cakka.

“I,Iyaa…” jawab Oik malu-malu. Dan tanpa basa-basi Cakka langsung memeluk Oik.

“Oik! Gue juga suka sama loe! Gue sayang sama loe! Jangan tinggalin gue yaa.. gue bakalan sayang sama loe!” kata cakka saat memeluk Oik.

“Iya Kka… gue juga sayang sama loe.. dan sekarang gue udah bisa jadi yang loe mau kan? Jadi cewek anggun..” kata Oik. Kemudian Cakka melepaskan pelukannya dan sekarang memegang pundak Oik.

“Tapi bagi gue elo tetep orang utan… dan sekarang pacarku orang utan…” ejek Cakka mengecak rambut Oik.

“Ahh Cakka rambut gue berantakan..” kata Oik ngambek.

“Yee biarinn…” kata Cakka lari dan Oik langsung mengejarnya. Mereka berduapun kejar-kejaran berdua kayak anak kecil.

“Rencana kita berhasil Cha..” kata Ray merangkul Acha sambil melihat kejadian itu dengan mengembangkan senyum bahagia bersama Acha.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Caikers Family Official Blog. Design By: SkinCorner