Minggu, 03 April 2011

MENGAPA ADA DIA DI ANTARA KITA? (Cerpen by DEMETRIA NOVA CHRISTAVIANI)

Sore itu akhirnya aku menelpon Cakka karena seharian aku dengan dirinya belum bertemu.Satu jam aku coba menelpon,tapi tak diangkat-angkat juga.Aku semakin bingung dibuatnya,pergi kemana Cakka seharian ? itulah yang menjadi pertanyaan dalam hatiku.
 
“Halo,”aku merasa sedikit lega karena telepon itu sudah diangkat.
 
“ini Ray ya?”Aku memastikan saja kalau dia adiknya.
 
“he e benar,mbak Oik mau cari mas Cakka ya?”Belum aku mengiyakan pertanyaan itu,Ray lalu mengatakan sesuatu yang membuat aku kaget.
 
“Mas Cakka diopname di RS Elizabeth tadi siang.”
 
Setelah menanyakan ruang berapa Cakka di opname,aku langsung menutup telepon.
 
Ya ! Hari itu tanggal 27 Desember 2009 aku merasa kesepian tanpa kehadiran Cakka dan tanpa suara Cakka karena tiap mmmmmmalam Cakka selalu menelpon.Aku dan Cakka berpacaran satu tahun lebih,keluargaku dan keluarga Cakka telah lama mengetahui hubungan itu.Selama ini hubunganku berjalan mulus.

 
Kamis,27 Desember 2009
 
Aku menjenguknya,aku berdo’a,berharap moga-moga Cakka cepat sembuh dari sakitnya tak begitu parah.Kehadiranku siang dan malam itu disambut hangat oleh Bundanya Cakka.

 
Jum’at,29 Desember 2009
 
Diruangan itu ayah dan bunda Cakka meninggalkanku berdua saja dengan Cakka.Aku menyuapinya,aku mengajaknya mengobrol supaya Cakka tidak merasa bosan.Aneh,mengapa orang tua Cakka cuek sekali sama aku mala mini,tak seperti biasanya.sikapnya dingin,acuh tak acuh padaku.Awalnya aku biasa,tapi lama-lama aku merasa tidak dipedulikan oleh mereka.Aku dikagetkan dengan kehadiran dua cewek yang ingin menjenguk Cakka,yang satu ceweknya gemuk,tak begitu masalah bagiku toh aku tak mengenalnya,Irva namanya,tapi yang membuat masalah bagiku adalah cewek yang satunya,dia memakai mantel warna hitam,rambutnya panjang,cantik lagi.
 
“Ik,kenalin itu temen Cakka.”
 
“Shilla,”jawabnya setelah aku dan dia saling berjabat tangan.Akupun juga mengenalkan diriku.
 
“Oik,Shilla sama Irva itu temen sekelas Cakka,”penjelasan Cakka ditunjukan untukku.Akupun paham akan maksudnya.
 
Tapi tiba-tiba ayah dan bunda Cakka masuk keruangan Cakka untuk menemui Shilla dan Irva.
 
“mbak Shilla ini teman sekelasnya Cakka ya ? “Tanya bunda Cakka untuk membuka pembicaraan.
 
“iya bu,saya teman sekelasnya Cakka,malah duduknya Cakka didepan saya Bu!”jawab Shilla dengan panjang lebar.
 
Bunda Cakka pun tak berhenti untuk bertanya terus kepada Shilla.
 
“Cakka kalo di sekolah gimana mbak Shilla?”
 
“O,Cakka itu baik banget bu,tapi ya,kadang-kadang ya keluar malesnya bu!”
 
“Iya mbak Shilla? Eh itu buah dari siapa lagi Cakka?” Tanya Bunda Cakka yang menanyakan tentang satu plastic buah apel yang sudah ada dimeja.
 
“Dari Shilla sama Irva,Bun!” jawab Cakka singkat.
 
“Aduh,mbak shilla kok repot-repot bawa apel segala sih ?”
 
“Ah,nggak apa-apa Bu,biar Cakka cepet sembuh,”jawab Shilla dengan senyum manisnya.
 
Hati kecilku bertanya-tanya,yang membawakan Shilla sama Irva.Kok Bunda Cakka terima kasihnya pada Shilla saja!Ganjen banget sih Shilla itu!Cemburu,ya itulah yang muncul dalam hatiku.
 
Awalnya aku biasa saja,mungkin Bunda Cakka bercas-cis-cus sama Shilla,awal dari perkenalan.Tapi lama-lama aku merasa tidak dipedulikan oleh Bunda Cakka.Diberi senyum pun tidak,apalagi diajak mengobrol.
 
Aku merasa seperti sampah.Tapi,untung saja Cakka tetap mengajakku mengobrol sehingga aku tidak begitu sakit hati dengan ketidakacuhan Bunda Cakka.
 
“Oik sendirian aja ya?”Tanya Shilla padaku.
 
“Ya!”jawabku dengan nada datar.Hanya pertanyaan itu saja yang dilontarkan Shilla padaku.
 
Jam dinding sudah menunjukan pukul 19.00,pengunjung RS Elizabeth diharap meninggalkan RS itu.Akhirnya,ayah dan Bunda Cakka pun yang pulang terlebih dahulu,disusul Shilla dan Irva,kemudian aku.
 
“yank,”begitulah Cakka memanggilku.
 
“apa?”jawabku dengan senyum
 
“sorry ya sikap ayah sama Bundaku tadi?1”
 
“Ah nggak apa-apa ko yank !!!”
 
Cakka menganggukan kepala sambil berwanti-wanti padaku,
 
“makasih ya yank udah nemenin aku.Hati-hati dijalan lho,jangan ngebut-ngebut.”
 
“oke deh!” lalu aku meninggalkan Cakka di RS sendirian.

 
Sabtu,30 Desember 2009
 
Pukul 12.00 dering telepon itu mengganggu tidur siangku.
 
“Halo!” kataku saat aku menerima telepon.
 
“Oik ya?”jawabnya dari seberang sana.
 
“He e bener,ini Cakka ya?” tanyaku penuh keraguan,tapi tiba-tiba dia menjawabnya.
 
“bener yank,ini Cakka.”
 
“Lho siang-siang kok nelpon ,apa Cakka gak istirahat atau tidur siang ? Cakka nelpon dimana?pake HP-nya siapa?”pertanyaan yang banyak dariku itu membuat Cakka geli dibuatnya.
 
“yank..yank..denger dulu dong,aku sudah pulang,baru saja,aku langsung menelpon kamu.”
 
Ah lega aku dengan jawaban Cakka itu.Yang namanya pacar,sah-sah sajakan kalo khawatir?!Aku seneng banget sama Cakka.Orangnya setia,saying banget sama aku,dan ganteng orangnya.

 
Kamis,4 Januari 2010
 
Seperti hari-hari yang lalu,aku dan Cakka berangkat sekolah bersama.Walaupun beda sekolahan,itu tidak jadi masalah.Yang menjadi masalah adalah…..
 
Sore hari aku menelpon Cakka yang mengangkat Bundanya.Tanpa basa-basi aku bertanya,”sore Bu,Cakka nya ada?”
 
“Mbak Oik!mendingan kamu telpon Cakkanya nanti aja jam delapanan.Cakka lagi belajar sama temannya,jangan diganggu dulu!”Jawab Bunda Cakka dengan nada tinggi.
 
“Baik Bu!”
 
Aku heran benar,kok tumben Cakka belajar sore-sore begini?siapa ya yang belajar di rumah Cakka sore itu?
 
Dengan hati yang panas,aku mengambil kendaraan lalu menuju rumah Cakka yang tidak begitu jauh dari rumahku.Bunda Cakka keluar membukakan pintu gerbang.
 
“Masuk dulu mbak Oik,di dalam sudah ada Mbak Shilla yang belajar bareng Cakka!”
 
“O,makasih bu,saya belajar di rumah saja.Saya kemari mau pinjam buku sejarahnya Cakka.”
 
Tanpa tanggapan dari bunda Cakka,aku langsung duduk saja di teras sambil menunggu Cakka keluar,tapi yang keluar adalah Ayah Cakka.
 
“Mbak Oik kan sekolahnya lain sama Cakka?apasalahnya kalau belajar bersama dengan Cakka sama mbak Shilla?Mbak Shilla belajarnya dari tadi lho!”pinta ayah Cakka dengan ramah.
 
Aku benci sekali dengan pertanyan itu.Pertanyaan yang selalu mencantumkan nama ‘shilla’ didalamnya.Gatal telingaku saat ayah dan Bunda Cakka menceritakan tentang Shilla.
 
Setelah aku menerima buku dari Cakka aku langsung meninggalkan rumah Cakka.
 
“Ik,tunggu dulu!”cegah Cakka saat aku mau membuka pintu gerbang.
 
“apalagi Cakka?”tanyaku dengan wajah sinis
 
“nanti aku nelpon kamu!i love you!”
 
“love you too”jawabku dengan senyum.
 
Aku pulang,tidak berpamitan dengan orangtua Cakka,soalnya aku yakin pasti orang tua Cakka menanggapiku dengan wajah masam.
 
“kring!kring!kring!”
 
Tanpa berfikir panjang aku mengangkat telepon itu.
 
“Halo Cakka ya!”Tanyaku dengan PD sejuta
 
“Tahu aja kamu yank,kangen ya?” jawab Cakka dengan candaannya.
 
“Cakka aku serius nih,tadi Shilla belajar di rumah kamu ya?belajar apa?”
Cakkapun menjawabnya dengan nada berubah menjadi serius.
 
“Bener yank,Shilla tadi kerumahku,tapi nggak belajar.”
 
“Ha?nggak nelajar?terus ngapain?PDKT ya?”pembicaraanpun berubah menjadi panas,
 
“Tenang dulu Oik saying,jangan panas dong,Shilla kerumahku tadi nyuruh aku ngebuatin PR gambarnya shilla yang mau dikumpulin besok!”
 
Aku mengelak dengan penjelasan Cakka ini.
 
“tapi yang disuruh ko kamu?bukan orang lain ?bukan pacarnya?”
 
“I don’t know,”jawabnya.
 
“Terus ortu kamu semangat banget sih ada Shilla?”
 
“I don’t know”
 
“Ah Cakka,Oik beneran serius nih!”
 
“Oik,Cakka malah dua rius lho!Nggak usah mikirin ortu Cakka,yang penting Cakka saying sama kamu,OK !Met malem Oik!”
 
“Met malem Cakka”
 
Pembicaraan di telepon bagiku dan mungkin bagi semua orangtidaklah memuaskan.Oleh sebab itu,aku ngajak Cakka hangout.Aku dan Cakka pergi berlibur untuk refreshing disuatu tempat yang tak jauh dari kota kami.Aku dan Cakka pergi dari pagi hingga petang.Sesudah sampai di rumah ada dering telepon.
 
“Halo,mbak Oik ya ?”
 
“iya betul,ini siapa?”Jawabku dengan tanda Tanya yang cukup besar dalam hatiku.Tapi orang itu tidak menjawab pertanyaanku,malah berkata
 
“Kamu anak cewek,boleh aja kamu pacaran sama Cakka,tapi inget,jangan keterlaluan,aku malu,malu Ik.Coba kamu lebih berfikir santai,kalau emang kamu jodoh Cakka dan Cakka jodoh kamu,ya nggak akan lari,percaya deh Ik !”
 
“Tut!” telepon itu langsung ditutup oleh Bunda Cakka.
 
Seketika itu juga aku masuk kamar,mengunci diri,menangis dan merenungkan kata-kata yang dilintarkan Bunda Cakka padaku.Cukup pedas sekali mendengarkannya.Disatu sisi aku berfikir tidak wajarlah Bunda Cakka marah-marah padaku.Tapi disisi lain aku berfikir mungkin Bunda Cakka sudah muak melihat aku dan Cakka yang sering berpergian,apalagi akhir-akhir ini ada kedatangan Shilla.Memang cukup menyakitkan bagiku.

 
Senin,8 januari 2010

Cakka berkali-kali minta maaf padaku,tapi untuk kali ini akutidak mempedulikan omongan Cakka,malah sebaliknya aku marah-marah pada Cakka.
 
“sekarang,semenjak kehadiran Shilla,ayah,Bunda kamu nggak mau mempedulikan aku lagi,malah aku diomelin seperti maling aja!’
 
“cukup Ik,cukup.”sela Cakka
 
“Ah,apanya yang cukup,didepanku itu lho,Bunda kamu ngebangga-banggain si Shilla,apa aku nggak jealouse?!”
 
Tanpa aku sadari,aku meneteskan air mata.Suasana pun jadi sepi.
 
“Oik,” Cakka pun membuka pembicaraan.
 
“Kamu nggak usah mikirin Ayah Bundaku,yang penting itu aku tuh saying banget sama kamu.Mulai detik ini kamu boleh benci sama Ayah Bundaku tapi jangan benci aku.Dan aku mohon sama kamu nggak usah ngungkit-ngungkit masalah Shilla lagi ya?” kata-kata itu membuat suasana tidak kaku lagi.
 
“yank,jangan nagis lagi dong!senyum dikitlah buat aku!”Akhirnya aku mengembangkan senyumku walau hatiku perih.
 
Berhari-hari,bahkan berbulan-bulan aku sudah melupakan masalah Shilla.Dan aku pun jarang kerumah Cakka lagi untuk menghindar bertatapmuka dengan orangtua Cakka.
 

Rabu,14 Februari 2011
 
Sepulang sekolah aku dan Cakka membicarakan rencana malam nanti,maklum hari Valentine.
 
“Yank,nanti kita pergi kemana?”tanyaku penuh harap.
 
“kalo nonton aku belum punya uang.kalo pergi-pergi juga butuh uang!terserah Oik aja deh mau kemana.”jawab Cakka pasrah
 
“Nah gini aja,”tiba-tiba aku puny aide bagus
 
“tart hati yang aku beli buat kamu ini,jangan kamu makan dulu,”
 
“lalu buat apa kalo nggak dimakan?”Tanya Cakka bingung.
 
“bentar dulu dong yank,Oik punya ide nanti malem,kita makan tart hati itu berdua aja,ditemani lilin-lilin yang cantik,gimana romantic nggak?”
 
Akhirnya kuutarakan juga.
 
Dan Cakka menanggapi ide ku itu.
 
“wah,bagus juga tuh,tapi dimana?Di rumahku ramai lho!di rumah kamu aja gimana?”
 
“boleh lah,kutunggu nanti malem ya?”
 
Petang itu aku sudah menyiapkan semuanya,mulai dari penampilan dan sebagainya untuk malam yang special ini.Jam dinding menunjukan pukul 18.00 tapi Cakka belum tiba juga.
 
“Ah mungkin dia menunggu hujan reda,”itu pikirku.Kutunggu juga akhirnya sampi pukul 19.00 Cakka tak kunjung datang.Tanpa berlama-lama lagi aku pergi kerumah Cakka dengan motor mamiku.
 
Sesampainya dirumah Cakka,sungguh lain dari pada yang lain,lampu dihidupkan semua,tampak begitu cerah dan begitu ramai.Aku berhenti didepan pintu gerbang rumah Cakka.Ada dua motor,aku pikir ada keluarga Cakka yang dating .Aku masuk dihalaman rumah 

Cakka,tetapi belum masuk ruang tamu.Betapa kagetnya aku tiba-tiba ada seorang cewek berkata,”masuk sini Ik,masuk dulu aja,diluarkan dingin gerimis lagi.”
 
Aku tidak bisa menjawab apapun karena yang mempersilahkan masuk tadi adalah Shilla.
 
Shilla lagi Shilla lagi yang bikin acara berantakan.
 
“Aku mau ketemu Cakka.”akupun menjawab dengan spontan
 
“Tuh Cakka,”jawab Shilla sambil menunjuk Cakka.
 
Berlinang sudah air mataku menghadapi kenyataan ini.Cakka pun langsung menjelaskan semuanya.
 
“Sorry Ik,aku mau berangkat kerumahmu.Tiba-tiba Shilla datang .Aku sudah ngomong mau kerumahmu tapi kata Shilla dia mau kesini sebentar aja.Apalagi tadi Bunda nyuruh aku nemenin Shilla aja dulu.”
 
“kamu jahat!”itulah jawabnaku untuk Cakka
 
“Lalu Shilla kesini sama siapa?”akhirnya akupun bertanya dan Cakka pun menjawab.
 
“Shilla kesini sama temen sekelasku,Obiet,Rio dan Angel.Katanya mereka mau ngajak kita keluar!”
 
“Apa?keluar?Cakka kitakan sudah membuat rencana yang indah itu!lalu gimana?Dibatalin?demi Shilla?Jahat kamu !”
 
Akhirnya aku pun meneteskan air mata.Aku pun tidak bisa menangis,karena aku juga sadar aku dirumah Cakka.Tiba-tiba bunda Cakka keluar menemuiku di teras.Langsung saja kuusap air mataku.
 
“Cakka temannya kok ditinggal sih,di ajak ngobrol bareng aja disini,”kata Bundanya Cakka
Akhirnya teman-teman Cakka berkumpul bersamaku diteras.Ortu Cakka pun ikut serta disitu.
 
Aku sudah menduga,pasti aku dicuekin oleh Bundanya Cakka.Ya,benar.Lagi-lagi aku dicuekin,yang diajak ngobrol Shilaaaaaa terus.
 
“Mbak Shilla,ini malam mau kemana?”Tanya Ayah Cakka.Shilla pun menjawab yang cukup menyakitkan.
 
“Saya mau belajar kelompok sama Cakka,sama temen-temen ini juga”.
 
Waktu itu Cakka sedang berada didalam sedang ganti baju,jadi Cakka tidak mendengar.
 
“Nggak lama lagi kan mau UN ya mbak Shilla?”Tanya Bunda Cakka.
 
“iya,bener bu.Jadi harus giat belajar.apalagi ini tugasnya banyak betul.”
 
Gila banget,Shilla pintar sekali untuk memutar balikkan fakta.Yang aku herankan,Bunda Cakka tidak menaruh kecurigaan sedikitpun pada Shilla.Padahal jelas-jelas dia bohong.Apalagi Shilla tidak bawa alat tulis satupun.
 
Cakka pun selesai ganti baju lalu keluar.
 
“sekarang yuk?!” ajaknya pada teman-temannya dana aku.
 
Mereka pun bangkit dari tempat duduk dan meuju kendaraan sambil berpamitan.
 
“Bun,Cakka pergi dulu.”Pamit Cakka pada Bundanya
 
“Ya!hati-hati,belajar yang pinter ya?”jawan Bunda Cakka
 
Cakka pun membantah,”loh ? kok belajar ?siapa yang mau belajar?”
 
Bunda Cakka pun membalas pertanyaan itu,malah bertanya demikian,”Mbak Oik juga ikut belajar?Ya sudahlah biarpun beda sekolah,pelajarannyakan sama aja !”
 
Aku hanya tersenyum,tetapi Cakka bilang pada Bundanya ini ada kedatangan Shilla.Memang mungkin Bunda Cakka sudah muak melihat ku.
 
“Bunda,Cakka sama temen-temen mau main,bukan mau belajar!yang ngomong mau belajar siapa?”
 
Bunda Cakka pun membalas pertanyaan itu dengan biasa saja.
 
“Ya,sudahlah berangkat sana!”
 
Cakka dengan wajah keselnya menyuruh teman-temannya berpamitan.
 
“Pergi dulu Bu”,pamit teman-temannya selain Shilla.
 
“Pamit,mau pergi belajar dulu bu!”itulah kata-kata Shilla untuk berpamitan.
 
Bunda Cakka pun menanggapinya.
 
Akhirnya kami pergi bersama.
 
Acara yang indah itu gagal 100% .Dan yang paling membencikan adalah kami hanya berputar-putar kota Yogyakarta.
 

Kamis,15 Februari 2010
 
Disekolah Cakka langsung menghampiri Shilla.
 
“Shilla,kamu kalo ngomong sama ortuku jangan dibuat-buat dong.Jujur aja kenapa sih?yang jadi sasaran Oik tahu!Dikira ortuku Oik mau ngerusak belajar kita!padahal,kamu sendiri yang ngerusak acara kami.!”Cakka memperingatkan Shilla panjang lebar.
 
Shilla pun seperti orang tanpa dosa.Pandangannya seperti orang menyepelekan saja.
 
“Sorry,Kka.Aku juga dari kemarin-kemarin udah sadar,bahwa kedatanganku tempo hari dirumahmu itu,mengganggu kamu dan Oik.Kalo aku punya salah maafin aku ya.Dan mulai hari ini aku nggak belajar dirumahmu lagi!”Shilla langsung pergi meninggalkan Cakka.Cakka heran dibuatnya.
 
Sepulang sekolah Cakka menceritakan itu semua padaku.Tapi akupun tidak habis fikir .Shilla cukup lama menyakitiku bahkan berkali-kali sampai-sampai menyangkut ortu Cakka.
 
Mengapa dia tidak merasa bersalah?
 
Haruskah aku membalas dendam padanya?
 
Haruskah aku membencinya?
 
Haruskah aku memaafkannya?
 
Sampai detik ini aku tidak tahu jawabannya.Tapi dengan adanya kisah itu aku bisa merasakan dibenci dan disakiti.Jadi ada baiknya bagiku untuk tidak membenci atau menyakiti sesame kita. 



THE END

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Caikers Family Official Blog. Design By: SkinCorner