Minggu, 03 April 2011

DIA, GUE, LO -MAAF- (Cerpen by Karnia Sita)

berat ku rasa hari ini
masih terdengar di telingaku semua kata
tersadar ku tlah sakiti hatimu
meski bukan maksudku tuk lukai perasaan

*******

terdengar alunan sebuah lagu dengan di iringi petikan gitar yang indah di pojokan ruang aula. ku lihat Cakka yang sedang latihan bernyanyi dengan gitar kesayangannya untuk pentas seni besok, dan kurasa aku pernah mendengar alunan lagu itu, lagu itu sangat familiar di telingaku, dan lagu itu mengingatkan aku dengan sesosok cowok di dalam masa kecilku yang kini pergi meninggalkanku.

semua anak wajib menunjukan bakatnya masing-masing termasuk aku, tapi sampai sekarang aku bingung harus menunjukan bakat apa dalam pentas seni besok.

Rio pacarku mengusulkan kepadaku untuk bernyanyi, Rio bilang suaraku bagus dan indah, tapi tak mungkin, aku terlalu pemalu untuk bernyanyi di hadapan publik. tapi setelah aku fikirkan matang-matang, aku setuju dengan usulan Rio dan aku akan bertekad menyanyikan sebuah lagu untuknya.

*******

keesokan harinya.....

aku datang ke sekolah dengan berpakaian rapi untuk menunjukan bakatku. siswa-siswi yang lain juga sudah siap untuk menunjukan bakatnya, mereka juga sudah rapi dengan gaun-gaun dan jas-jas yang indah. seluruh pelosok sekolah sudah terhias rapi dan terlihat megah dan mewah dari sebelumnya. aku menuju keruangan aula, disana sudah ramai oleh penonton yang akan menonton pentas seni ini untuk siswa-siswi termasuk aku, Cakka dan Rio untuk menunjukan bakat-bakat kita.

karena sangat ramai aku sampai tak sadar Rio sudah berdiri di sampingku, dia menggenggam tanganku erat dan berkata...

"Aku selalu mendukungmu Ik, nanti aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu." kata Rio sambil menatap tajam kedua bola mataku.

"Makasih Yo, aku akan membuat sebuah kejutan untukmu nanti." balasku dengan memeluk Rio erat.

setelah itu aku mencoba untuk latihan di kelas, kelasku juga tak begitu jauh dengan aula. aku melewati lorong koridor kelas Cakka, terdengar lagi alunan lagu itu dengan petikan gitar yang indah, aku mau menghampiri kelasnya, tetapi tiba-tiba Shilla berlari menuju kelas Cakka lalu menyenggolku hingga aku tersungkur jatuh.

"Maaf ya gadis kecil, uuu kasian. HAHA." kata Shilla sambil menertawaiku.

"Kalau mau lari-lari jangan di lorong koridor kelas dong." terdengar suara seorang cowok dari belakang Shilla

"Cakka?!" kataku dan Shilla berbarengan.

"Shil, lain kali kalau mau lari-lari jangan di lorong koridor, kan kasihan tuh Oik sampai jatuh gitu kesenggol kamu." kata Cakka dengan suara lembutnya.

"Iyaiya Cak, maafin aku ya?" kata Shilla merasa bersalah tapi tak mau disalahkan.

tiba-tiba Cakka berjalan kearahku, dia mengulurkan tanganya untuk membantuku berdiri....

"Ayo berdiri, kita harus segera ke aula sebelum nama kita dipanggil." Kata Cakka sambil membantuku berdiri.

aku hanya terdiam dengan sikap Cakka yang baik, tak kusangka Cakka yang disekolah sering dibilang anak misterius itu ternyata baik banget. aku tau sejak kelas 1 SMA Shilla sudah memendam rasa ke Cakka tapi ia tak berani bertemu dengan Cakka karena takut reportasi dia sebagai anak paling cantik di SMA Idola rusak cuma gara-gara ia menyukai anak misterius seperti Cakka, jadi setiap ada acara seperti ini itulah kesempatan Shilla untuk mendekati Cakka, karena orang-orang sibuk dengan dirinya masing-masing.

sampai di aula Rio langsung menarik tanganku. aku kira Rio mau memarahiku kenapa aku bisa bersama Cakka, tapi syukurlah firasatku salah, Rio hanya mau bilang kalau abis ini dia yang akan tampil, dan meminta doa kepadaku agar penampilannya bagus. hufttt aku menarik nafas lega.

"Oke, berikan tepuk tangan yang meriah kepada ananda kita, Ify." kata Bu Ira yang sedang ditugaskan menjadi MC untuk acara kali ini.

prokk...prokk...prokkk.... suara tepuk tangan yang sangat meriah untuk Ify.

"selanjutnya saya akan panggilkan ananda kita, Mario Stevano." kata Bu Ira memanggil nama Rio

"Doain aku ya Ik, aku sayang kamu." kata Rio sebelum naik keatas panggung.

"Iya pasti aku doain kok, aku juga sayang kamu Yo." balasku.

Rio segera menaiki panggung, dan dia tersenyum manis kepadaku yang sedang berdiri di samping panggung.

"Lagu ini aku persembahkan buat seorang cewek yang sekarang lagi singgah dihatiku yaitu Oik." kata Rio sambil menunjuk kearahku.

semua penonton yang datang langsung melihat ke arahku, dan aku tersipu malu.
Rio pun mulai menyanyikan Lagu itu

----------
Akhirnya akhirnya aku temukan
Wajah yang mengalihkan duniaku

Membuat diriku sungguh-sungguh
Tak berhenti mengejar pesonanya
kan ku berikan yang terbaik
tuk membuktikan cinta kepadanya

Dia dia dia cinta yang ku tunggu tunggu tunggu
Dia dia dia lengkapi hidupku
Dia dia dia cinta yang ‘kan mampu mampu mampu
Menemaniku mewarnai hidupku
Dia dia dia…
Dia..

Baiknya putihnya bidadariku
Cantiknya hiasi hari-hariku
Membuat diriku sungguh-sungguh
Tak berhenti mengejar pesonanya
kan ku berikan yang terbaik
tuk membuktikan cinta kepadanya

Dia dia dia cinta yang ku tunggu tunggu tunggu
Dia dia dia lengkapi hidupku
Dia dia dia cinta yang ‘kan mampu mampu mampu
Menemaniku mewarnai hidupku
Dia dia dia cinta yang ku tunggu tunggu tunggu
Dia dia dia lengkapi hidupku
Dia dia dia cinta yang ‘kan mampu mampu mampu
Menemaniku mewarnai hidupku
Dia dia dia...
-----------

"Thank you." kata Rio selesai menyanyikan lagu itu.

semua orang berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada Rio. di belakang panggung aku hanya bisa terbengong dan menahan air mata tanda terharu. Rio cowok yang sangat romantis pikirku sejenak.

setelah Rio, Bu Ira memanggil siswa-siswi yang lain untuk menunjukan bakatnya, mungkin namaku masih lama untuk di panggil jadi aku masih sempat untuk latihan.
tiba-tiba Cakka datang dengan membawa sebuahkotak kecil, aku tak tau apa isi kotak itu tapi sepertinya aku pernah melihat kotak ini. 

"Kamu baru boleh buka kotak ini saat aku menunjukan bakatku nanti, janji?" kata Cakka.

"hah? kotak? eh...hmmm.. iyaiya janji." jawabku dengan nada bingung.

setelah aku mengucapkan kata janji, Cakka langsung pergi meninggalkanku. dan Rio pun datang menghampiriku, Rio seperti kelihatan bingung dengan apa yang aku bawa, pasti dia bertanya-tanya dalam hatinya, kotak apa itu? dari siapa? apa isinya? dll. Rio anaknya emang romantis tapi dia juga termasuk anak yang cepat banget cemburuan.
belum sempat Rio samperin aku, Zevana mantan Rio duluan menghampirinya, sepertinya Zeva ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting kepada Rio, jadi aku biarkan saja mereka mengobrol.

"Sekarang kita panggil ananda Oik Cahya, kepada Oik silahkan naik." Kata Bu Ira memanggil namaku.

Aku pun segera menaiki panggung, dan menunjukan bakatku. sebelum tampil aku berdoa  semoga semuanya lancar. amin

"Aku akan menyanyikan sebuah lagu untuk Rio, ini lagu balasanku untukmu." kataku.
aku pun melai melantunkan lagu itu...

----------
Denganmu sepiku kan berganti
Berganti keindahan
Yang belum pernah kurasa
Kamu gelora di jiwaku
Taklukan keraguan
Dan ketakutan hatiku
Selamat datang cinta di hatiku
Ku sebut hadirmu
Berikan aku cinta rahasia kehidupan
Tanpa engkau cinta aku buta

tanpa kusadari aku bernyanyi dengan meneteskan air mata, entah kenapa bukan Rio yang aku fikirkan tetapi sesosok Cakka yang misterius itu. aku terus bernyanyi, aku sedikit melirik ke arah Rio dan Zeva. tak kusangka Rio memeluk Zeva, membelai rambut Zeva lembut, apakah yang aku liat ini benar? atau hanya mimpi?

Semua mata tertuju padaku, melihat itu semua air mataku tak sanggup lagi untuk di tahan, kurasakan semua orang di ruangan ini adalah setan, tubuhku gemetar, rasanya ingin ku memukuli sesuatu hingga diriku ini merasa puas. di pertengahan lagu aku berhenti bernyanyi dan berlari keluar ruangan untuk menenangkan diriku.

Rio sama sekali tak mengejarku ataupun menenangkanku tetapi ia malah sibuk dengan Zeva dan bercanda tawa, aku masih belum bisa menerima kenyataan ini. Rio, sesosok cowok yang selama ini aku sayang, yang selama ini ada disisiku saat aku menangis seperti ini malah pergi dan bercanda tawa dengan mantanya sendiri. perih hati ini melihat semua itu, rasanya aku tak berguna lagi, tak ada yang sayang sama aku lagi. Rio memang bener-bener tak ingat denganku, tak ingat ia tadi menyanyikan lagu untukku, secepat inikah aku hilang di hatinya? secepat inikah aku kehilangannya? aku bertanya-tanya dalam hatiku.

tiba-tiba Cakka datang, dan memberikan sebuah sapu tangan untukku..

"Hapus air matamu, tak sepantasnya kau menangisi cowok seperti dia." Kata Cakka memberikan sapu tangan itu.

"Makasih Cak, kamu udah buat aku tenang, boleh aku ..... " belum selesai aku berbicara, Cakka memotong pembicaraan itu...

"boleh aku meminjam bahumu, boleh banget Ik." Sambung Cakka, dia tau apa yang mau aku katakan tadi.

bersandarlah tubuhku di bahu Cakka dan tangisku membasahi bajunya. aku jadi merasa tenang, hatiku tak sedikitpun merasa emosi ketika Cakka ada di sebelahku, belum pernah aku merasakan ini sebelumnya saat "masih" bersama Rio, Rio tak bisa menenangkanku seperti ini.
tak lama kemudian, nama Cakka di panggil oleh Bu Ira, aku segera tersadar bahwa aku sedang berada di pelukan Cakka.

"Buka kotak ini saat aku bernyanyi nanti, kamu telah meninggalkan kotak ini tadi di deket panggung." Kata Cakka sebelum ia pergi menuju panggung.

"Iya aku janji, dan maaf aku telah meninggalkannya di deket panggung tadi." jaawabku ke Cakka.

Cakka menaiki panggung, dia tersenyum manis kepadaku. semua penonton bingung sebenarnya apa yang terjadi padaku tadi, kenapa tiba-tiba raut wajahku berubah saat aku melihat Cakka, mungkin sekarang penonton bertanya-tanya.

Cakka mulai memetik senar gitarnya dan mulai bernyanyi....

berat ku rasa hari ini
masih terdengar di telingaku semua kata
tersadar ku tlah sakiti hatimu
meski bukan maksudku tuk lukai perasaan

alunan lagu yang merdu keluar dari mulut Cakka, Cakka melihatku dan memberikan isyarat agar aku membuka kotak itu, aku membukanya dan ........... itu semua foto masa kecilku bersama dengan seorang cowok yang dulu sangat aku sayangi. YA! benar Cakka adalah sahabat kecilku yang dulu sangat aku sayangi, aku menyayanginya.

*flashback on*

"Ik, aku mau nyanyiin lagu buat kamu, sebelum aku pergi meninggalkanmu." Kata Cakka.

"Silahkan Cak." Jawabku sambil tersenyum sedih.

berat ku rasa hari ini
masih terdengar di telingaku semua kata
tersadar ku tlah sakiti hatimu
meski bukan maksudku tuk lukai perasaan

belum sempat Cakka menyelesaikan lagu itu untukku, Ibu Cakka berteriak memanggil Cakka untuk segera naik ke mobil karena mereka sudah ketinggalan pesawat 5 menit yang lalu.

"Ik, ini lagu aku untuk kamu sebagai permohonan maaf karena aku 'akan' ninggalin kamu, kalau kamu kangen aku baca text lagu ini ya." Kata Cakka memberikanku sepucuk surat.

"Makasih Cak, aku pasti akan selalu rindu kepadamu." balasku sambil meneteskan air mata melihat kepergian Cakka.

*flashback off*

Aku ingat lagu yang dinyanyikan Cakka itu, segera aku mengambil microfone yang ada di tangan Bu Ira dan aku menaiki panggung melanjutkan alunan lagu itu.........

kasih maafkanlah aku dan jangan kau membisu
karna kesalahanku, keegoanku
berikanku kesempatan tuk perbaiki semua
karna ku hanya ingin membuatmu bahagia

ku rindukan tawa dan candamu saat ini
yang biasa mengisi hariku, warnai hidupku
ku perlukan cintamu, hadirmu di sini
ku mohon kembalilah padaku seperti dulu

"Cakka kau sahabat lamaku yang selama ini aku cari, dan akhirnya ku menemukanmu kembali, aku sayang kamu Cak." Kataku menatap Cakka tajam.

"Aku yakin kau akan mengetahuinya, aku juga sayang kamu Ik." balas Cakka.

akhirnya Aku dan Cakka berduet menyanyikan lagu buatan Cakka waktu kita masih umur

berat ku rasa hari ini
masih terdengar di telingaku semua kata
tersadar ku tlah sakiti hatimu
meski bukan maksudku tuk lukai perasaan

kasih maafkanlah aku dan jangan kau membisu
karna kesalahanku, keegoanku
berikanku kesempatan tuk perbaiki semua
karna ku hanya ingin membuatmu bahagia

ku rindukan tawa dan candamu saat ini
yang biasa mengisi hariku, warnai hidupku
ku perlukan cintamu, hadirmu di sini
ku mohon kembalilah padaku seperti dulu

setelah selesai bernyanyi, Cakka mendekati ku,  mengecup keningku lembut di depan semua penonton yang hadir termasuk Shilla, Rio dan Zeva.

"Ik, ini lagu aku untuk kamu sebagai permohonan maaf aku karena 'udah' ninggalin kamu dulu." Kata Cakka mengunakan microfone dan membuat ku tersipu malu di hadapan penonton semuanya.

tak bisa ku menahan semua rasa bahagia ini, aku memeluk Cakka erat dan tak peduli semua penonton melihatku memeluk Cakka erat, semua siswa dan siswi yang ada di ruangan itu berseru.....

"CIIIIIIEEEEEEEEE CAKKA OIK!" teriak semua siswa dan siswi, kecuali Shilla, Rio dan Zeva.

"hahahhaha:D" aku dan Cakka hanya bisa tertawa dan malu.

*******

semenjak kejadian itu, aku dan Cakka dikenal dengan "Perfect Couple" kata orang banyak, krena aku yang cantik, dan juga Cakka yang ganteng. kamu juga dikenal dengan pasangan yang sangat romantis. aku sangat suka dengan Cakka, dia enggak terlalu melarangku untuk dekat dengan teman cowokku, dia juga enggak terlalu cemburuan.

Rio dan Zeva sekarang menjadi teman dekatku dan Cakka, aku sudah memaafkan semua kesalahan Rio dulu, emang bener cinta itu gak selamanya memihak ke kita, cinta juga gak harus memiliki.

-The End-

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Caikers Family Official Blog. Design By: SkinCorner