Sabtu, 19 Maret 2011

ARE YOU REALLY MY SOULMATE? (Cerpen by callmeFHILY)

Dalam sebuah hubungan sangat diperlukan Rasa sayang cinta, kepercayaan, kesetian dan kejujuran dari masing-masing pihak...Kami telah memenuhi semuanya itu... Tapi kami merasa Hubungan kami datar-datar saja... Selalu aman dan damai karena ada rasa tersebut tapi didalam diri kami... Kami merasa hubungan kami tidak wajar setelah menjalani hubungan selama 2 tahun lebih... Mengapa begitu?... Apakah kami tidak Romantis atau Mesra? Bukan itu Kami malah setiap hari romantis Cakka selalu menyanyikanku lagu dengan gitarnya sebelum aku tidur walau cuma lewat handphone dan berjalan beriringan sambil bergandengan kemana-mana selalu berdua membuat orang-orang iri melihat hubungan kami... Apakah yang mendasari kami merasa hubungan kami datar-datar saja? Kami sendiri bingung... Coba lihatlah hubungan Rio dan Agni... Mereka Long Distance Relationship... Ketika mereka bertemu terasa beda sekali rasanya melihat mereka saling kangen satu dengan yang lain... Coba juga lihatlah Hubungan Ray dan Acha... Walaupun salah satu dari mereka mempunyai kekurangan... Acha Gadis manis namun sayangnya lumpuh bersanding dengan Ray anak band yang jago main drum... Mereka saling menutupi kekurangan dengan kelebihan mereka... Terlihat bahagia sekali ketika Ray dengan sabar mendorong kursi roda Acha... Kami? Kami sepasang yang diberikan kesempurnaan dan bahkan kesempurnaan itu membuat banyak orang iri dengan kami... Tapi bukan itu yang kami inginkan...

Atau Lihatlah hubungan Gabriel dan Sivia mereka memang tak seperti Rio dan Agni yang Long Distance Relationship... Tak seperti Acha dan Ray....Bahkan mereka kalau dilihat-lihat adalah pasangan yang serasi tetapi yang paling labil sering adu mulut dan putus nyambung mewarnai hubungan mereka...

Kami sering tertawa jika melihat kedua sahabat kami itu memulai aksi mereka... Kelihatannya asyik... Apa yang harus kami lakukan?

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

" Aku mau ngomong sesuatu " Kata Cakka dan Oik secara bersamaan...

" Kamu saja dulu... " Mereka bersamaan lagi

" Eh... Kamu aja Cakka yang duluan..." Kata Oik

" Gak papa kok kamu duluan... Ladies First..." Ucap Cakka kemudian...

Oik menarik nafasnya dalam-dalam

" Cakka... Kayaknya hubungan kita sampe disini saja ya... Soalnya hubungan kita terlalu datar gak ada lika-likunya... Coba lihat hubungan teman-teman kita yang begitu berwarna... Kau dan aku selalu rukun..."

Cakka menghembuskan nafasnya

" Huh Oik... Kok bisa pikiran kita sama... Aku juga berpikir begitu... Kita tak seperti yang lain... tak pernah berantem, tak pernah salah paham dan tak pernah terpisa... Aku rasa kita boleh coba untuk mengakhiri hubungan ini..."

" Jadi Kamu setuju??"

" Apa salahnya kita coba..."

" Oke... Jadi mulai saat ini kita tak punya hubungan apa-apa Lagi..."

>>>>>>>>>>>>>>>>>

" Duh Oik... Kamu bodoh banget sih... Masa cowok se-perfect Cakka kamu lepasin gitu aja... Memangnya kamu sudah tak sayang lagi sama dia?"Tanya Sivia

" Bukan begitu Via,, Aku masih sayang... Bahkan sayang banget sama Cakka... Cuma Kami Jenuh sama hubungan Kami yang datar-datar saja... Gak kayak hubungan kamu dengan Gabriel yang putus nyambung... Asik deh kayaknya..."

" Begini yah Oik Cahya Ramdlani ... Malah bagus dong kalau kamu dan Pacar kamu Cakka Kawekas Nuraga itu tak punya masalah... Berarti kalian memang soulmate ditakdirin untuk bersama... Malah Aku yang harusnya cemburu dengan hubunganmu..."
Oik kemudian merebahkan dirinya diranjang...

" Entahlah... Tapi aku ingin coba hal yang baru..." Kata Oik sambil memejamkan kedua matanya...

>>>>>>>>>>>>>>>>>>

" WHAAT CAKKA??? Kamu putus sama Oik??"Gabriel kaget mendengar pernyataan Cakka...

" Bukannya kalian baik-baik saja?"Tanya Gabriel Kemudian

" Justru karena itu aku dan Oik putus..."

" Maksudnya...?" Tanya Gabriel kurang paham...

" Yah karena kita sama-sama jenuh dengan hubungan kita yang baik-baik saja..."

" Kamu sama Oik aneh... Eh tapi Cakka... Kamu jangan menyesal kalau suatu saat Oik diambil oleh orang lain... Kamu kan tahu Oik adalah salah satu cewek populer disekolah... Pasti banyaklah yang naksir dia... Apalagi setelah tahu kamu dan Oik putus... Banyak yang akan melancarkan serangan PDKT padanya..."
Cakka mengangkat kedua bahunya sebagai respon terhadap perkataan Gabriel tadi...

" Trus bagaimana dengan Shilla?"Tanya Gabriel

" Shilla? Maksud kamu?"

" Shilla kan kamu gantung"

" HAH? tak mungkin aku menggantung Shilla.. Kamu tahu kan Shilla masih hidup... Kalau aku gantung bisa-bisa dia mati..."

Gabriel menggeleng-gelengkan kepalanya...

"Cakka...Cakka... Ganteng-ganteng telmi juga yah... Maksudku... Shilla kan sebelum kamu jadian dengan Oik menyatakan perasaannya kepadamu dan kamu belum menjawabnya sampai saat ini... Nah Pas dia tahu kalau kamu jadian dengan Oik... Dia kan bilang... Cakka I will always waiting you, until whenever... Nah sekarang kan kamu sama Oik sudah putus... Trus apa jawabanmu pada Shilla?"Kata Gabriel panjang lebar sambil menirukan gaya bicara Shilla pada salah satu Bagian pidatonya (?)

" Oh... Gitu yah? Iel.. Kok aku bisa lupa yah? Kenapa kamu masih ingat coba?"

" Gabriel gitu loh... Gimana Kamu bakalan menerimanya?"

" Tak tah... Liat aja ntar..." Kata Cakka mengambil guling disampingnya lalu tidur...

>>>>>>>>>>>>>

Hari ini untuk pertama kalinya Oik pergi kesekolah tidak bersama Cakka...

Cakka tak menjemputnya... Biasanya Cakka menjemputnya dengan berbagai macam kendaraan sesuka hatinya... Pernah dengan mobil, motor, sepeda, taksi, becak, bajaj... Apapun...

Kali ini Oik memutuskan untuk berjalan kaki kesekolah... Lagipula jarak sekolah dengan rumahnya tak begitu jauh...

' Kring...kring.... ' Suara sepeda...

" Hei Oik... Sendirian....?" Tanya pengendara sepeda itu yang tak lain dan tak bukan adalah Obiet...

" Iya Biet..."

" Cakka mana?"

" Aku sama Cakka udah putus kok Biet... Makanya aku perginya sendiri..."

" Lah? Kok bisa?"

" Udah ya Biet... Ga usah banyak tanya... Aku mau ke sekolah nanti telat..."Kata Oik sambil melangkahkan kakinya...

" Tunggu Ik...."

" Kenapa?" Oik berbalik

" Aku antar kesekolah yah nanti kamu telat..."

Oik melihat jam tangannya yang hampir menunjukan pukul 7... Kalau dia berjalan kaki kemungkinan dia akan terlambat...

" Boleh deh..."

" Yuk naik..."

Oikpun naik disepeda Obiet...

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka...

>>>>>>>>>>>>>>>>>

" SIVIAAAAAAAA......." teriak Oik...
Orang yang dipanggil namanya hanya menggosok-gosok telinganya karena Oik terlalu kencang meneriakan namanya...

" Apa maksud kamu dengan semua ini??"Tanya Oik sambil menunjukan sebuah pesan singkat yang diterimanya...

 From : 9388

Oik Cahya Ramdlani...
Anda telah terdaftar dalam
chat'n dating didaftarkan oleh
seseorang dengan nomor 085657585910
have fun...!
Kami usahakan untuk segera
mencari pasangan anda...
Terima Kasih

" Yah biar kamu cepat dapat pengganti Cakka..."

" Tapi bukan begini caranya..."

" Sudah Ik... Ikut saja... Have fun!... tak harus juga kamu jadian dengan cowok yang akan dikenalkan denganmu... Kamu kan sendiri yang bilang ingin mencoba sesuatu hal yang baru... Ini saatnya Ik..."

" Tapi..."

" Ya Please!"

" Kali ini saja... Lain kali tak usah memakai acara mak comblang seperti ini lagi!..."

" Iya... Iya.... Oh ya... Nanti kalau kamu sudah dapat pasangan... Agen chat'n datting akan menghubungi kamu... Dan memberi tahu nomor hp yang mau dicomblangin sama kamu... Nah silahkan diatur saja selanjutnya... Oh ya Oik... Besok ada acara bazaar dan ama gitu disekolah... kamu datang kan?"

" Ya Pastilah..."

>>>>>>>>>>>>>>>

" Oppsss... Sorry Cakka... Baju kamu jadi kotor..." Kata Shilla sambil membersihkan baju Cakka yang kena eskrim miliknya...

" Gak apa-apa kok Shill..."

" Makasih ya... Oh ya Cakka... Kamu sekarang giliran jaga diposko amalkan?"
Cakka mengangguk...

" Berarti sama... Kita bareng yuk kesana..." Kata Shilla menggandeng tangan Cakka menuju posko amal...

Sementara itu,

Oik dan Sivia menuju kearah Posko amal untuk menyumbangkan beberapa baju... Dalam perjalanan Oik melihat Ray yang sedang mendorong kursi roda Acha mereka melihat-lihat acara bazaar tak jauh dari posko amal...

Acha tersenyum manis kearah Ray yang sabar menuntunnya... Oik mengulum senyumnya melihat adegan tersebut...

Oik dan Sivia berjalan terus tak sengaja menemukan Rio sedang mengutak-atik hpnya... 
Seperti sedang khawatir...

Iseng-iseng Oik bertanya...

" Kenapa Yo?"

" Agni Ik... Dia gak ngangkat-angkat teleponku..."

" Sibuk kali Yo..."

" Yah gak kayak biasanya Ik... Biar sibuk dia selalu mengangkat telepon dariku..."

Rio kembali mengutak-atik HPnya dengan wajah cemas...

Selama Oik pacaran dengan Cakka Oik tak pernah merasakan rasa Khawatir yang berlebihan seperti itu karena Oik tahu Cakka selalu ada disampingnya...

Gimana jika Oik berada diposisi Rio sekarang? Ingin Oik mencobanya...

Sivia menepuk punggung Oik...

" Ik... Liat deh di posko amal sana... Kayaknya Cakka sudah punya pengganti kamu deh..." 

Sivia menunjuk kearah Cakka dan Shilla yang sedang tertawa mesra disebuah Posko amal...

Jantung Oik berdebar... Darahnya serasa berhenti mengalir... Kepalanya panas... Hatinya seperti ditusuk-tusuk ribuan Jarum...

' Inikah rasa cemburu itu? Beginikah rasa sakitnya? Sakit sekali! Ingin aku menangis' Batin Oik...

" Sivia... Kita tak jadi kesana yah..."

" Lha? Kan mau nyumbang... Trus baju-baju ini mau dikemanakan kalau tidak lewat posko amal...?"...

" Heii... Mau nyumbang yah..." Tanya Gabriel yang tiba-tiba datang...

" Eh kamu Yel... Kalau gitu kamu temanin Sivia ke Posko amal yah..." Ucap Oik cepat

" Lha? Kamu gimana Ik..." Tanya Sivia..

" Aku gak apa-apa disini aja... Udah gih"

Sivia dan Gabrielpun pergi menuju Posko amal...

Oik membalikan badannya Ia tak ingin melihat Cakka dan Shilla disana...

' Rasa ini belum pernah kurasakan semenjak bersama Cakka... Cakka dulu sangat menjaga hatiku dia tak pernah bersama gadis lain selain aku... Dan perasaan ini! Sakit... Aku tak mampu menahannya.... Apa ini yang dirasakan Sivia yang sering menangis ketika curhat denganku kalau dia melihat Gabriel dengan Gadis lain... Apa ini yang dirasakan Rio saat Agni lost contact dengannya? Sesakit inikah ' Batin Oik terus menjerit...

>>>>>>>>>>>>>>

From : 9388

Permintaan anda untuk dicomblangkan
chat'n datting telah dikonfirmasi dan kam putuskan anda untuk dicomblangkan
dengan seorang cowok yang mempunyai
nomor. 081312345678... Teruma kasih
telah menggunakan jasa kami...

Tak lama kemudian HP Oik berbunyi Lagi...

Ia segera membuka Sms yang masuk...

From: 081312345678

hai.. Met malem..
Slm knal.. ;)
namaku Dirga..
Namamu siapa?

Oik segera memencet qwertynya dengan cepat membalas..

To: 081312345678

haii jg..
Namaku Cahya..
Lam kenal..

Oik tidak ingin memakai nama aslinya apalagi berkenalan dengan Orang baru yang tak dia ketahui bagaimana orang itu...

>>>>>>>>>>>>>

" Oik bisakah kamu menemaniku ke studio tempat latihan Gabriel band? Aku rasa ada yang tidak beres dengan Gabriel... Aku harus menyusulnya kesana... Tapi jangan beritahu siapapun..."

' menemani ke studio tempat Gabriel? Berarti Ia harus bertemu dengan Cakka?'

" Sivia... Tapi aku tak mau bertemu dengan Cakka..."

" Ayolah... Bantu aku... Sahabatmu..."Kata Sivia...

" Baiklah..."

Sivia dan Oik menuju studio tempat Gabriel, Cakka dan kawan-kawan latihan Band...

Cakka memang mempunyai Band dia sebagai vocalis sekaligus gitaris sedangkan Gabriel lead gitar, ray drum dan 2 orang cewek Zevana dan Ify... Zevana sebagai Bass sedangkan Ify sebagai Keyboardist...

Kami tiba disana dan masuk secara diam-diam... Kami menguping diluar pintu...

" Hei Ray... Kamu gak konsen... Pasti gara-gara pacar kamu yang lumpuh itu... " Ujar Zevana

" Enak saja seenaknya kau berkata seperti itu..."

" Tapi kan memang kenyataan kalau pacarmu itu lumpuh... Apa kata dunia kalau seorang Ray mempunyai pacar yang lumpuh..."Tambah Zevana lagi...

" Diam kamu!... Terserah apa kata dunia...! Yang penting aku sayang Acha... Kapan kita mulai kalau saling mencemooh begini..."Kata Ray sambil menggebuk drumnya marah...

' huh aku kasihan Ray... Tapi salut... Sakit sekali pasti menjadi dia jika pacarnya menjadi bahan cemooh... Apakah sesakit waktu aku melihat Cakka bersama Shilla...?atau lebih? ' Oik membatin kembali...

Terdengar suara lain lagi...

" Gab... Pacar kamu si Sipit kemana? Tumben gak nemenin kamu?"Tanya Ify...

" Hush! Dia bukan si Sipit..."Kata Gabriel...

" Trus?"

" Pipi Bakpao..."

Semua tertawa terbahak-bahak mendengarnya...

Oik menoleh kearah Sivia... Wajahnya merah dan tampaknya kesal... Aduh gawat kalau begini...

Sivia segera membuka kasar pintu studio tersebut... "Brakkkk"

Semua kaget...!

" Apa kamu bilang? Aku pipi bakpao..." Sivia kesal...

" Nah lo mampus kamu Yel... Orangnya datang..."Kata Cakka...

Oik mengikuti Sivia... Dia melihat Cakka... Biasanya ini tempat yang biasa Ia kunjungi tapi setelah putus dari Cakka baru kali ini lagi dia datang kemari... Mereka berdua memalingkan wajahnya kearah berlawanan...

Sambil menyaksikan Sivia dan Gabriel adu mulut...

" Eh... Enak aja kamu bilang aku Pipi Bakpao.. Kamu sendiri cungkring tulang kering... 
Tengkorak Idup..."

" Biar cungkring tetap aku pacar kamu tauk... Lagi pula emang pipimu kayak bakpao"

" Iiiiiiihhh ngeselin... Tengkorak idup..."

" Aku tengkorak idup? Berarti kamu pacaran sama tengkorak dong... Aduh cacingan..."Kata 

Gabriel sambil mencubit pipi Sivia sampai merah...

" Ih pipiku merah ini..."

" Biarin biar lebih mirip bakpao..."

" Tengkorak..."

" Bakpao"

" Tengkorak..."

" Bakpao"

Sementara Gabriel dan Sivia bertengkar... Yang lain panik dan Sibuk melerai mereka... Cakka dan Oik malah tertawa terbahak-bahak....

Tiba-tiba hening.....

Yang terdengar hanya tawa renyah Cakka dan Oik...

1...
2...
3...

Cakka dan Oik sadar segera menghentikan tawa mereka...

" Cieeeeee.... Suit...suit...." Goda mereka semua...

Cakka dan Oik jadi salting...

>>>>>>>>>>>>>>

Semakin hari... Oik semakin intens ber-smsan Ria dengan Cowok yang bernama Dirga itu dan mereka semakin hari semakin akrab...

Suatu kali...

From : Dirga

Cahya... Blh ga kita ketemuan?
;)

To : Dirga

Boleh kok :)..
Dmn?

From : Dirga 
Di Cafe Bintang jam 7 mlm
Gmn?
;) 
To : Dirga 
Boleh kok :)
aku pasti dtg...

From: Dirga

Oke :D
aku tggu loh...
Aku pake jaket ungu kaos hitam...
Skinny jeans ;)

To : Dirga

Aku paje sweater pink...
Bando putih.. Seeaa tomorrow ;)

>>>>>>>>>>>>>>

Oik berjalan masuk kesebuah cafe lalu duduk di meja nomor 20...

Malam itu Oik terlihat sangat Cantik dengan sweater pink dan bando putih...

Jam tangannya menunjukan pukul 18.55... Ia seakan memperhatikan orang-orang yang keluar masuk cafe itu...

Tiba-tiba seorang cowok dengan jaket ungu masuk kedalam cafe tersebut...

' Cakka??? Ngapain dia disini? ' Tanya Oik dalam hati...

Oik pura-pura tak melihatnya... Cakka duduk dimeja nomor 18 yang hanya berjarak 1meja kesamping kirinya..

Waktu sudah menunjukan pukul 19.05 sudah lewat 5 menit dari waktu yang dijanjikan tapi orang yang bernama Dirga itu tak kunjung datang Jua...

Oik ingin meneleponnya tapi Ia mengurungkan niatnya... Ia yakin bahwa Dirga itu akan datang...

Sesekali Oik mencuri padang kearah Cakka.. Sepertinya Cakka juga sedang menunggu seseorang... Apa mungkin Shilla? Atau mungkin pacar barunya?

Oik ingin menyapa Cakka tetapi timbul rasa gengsi...

Tak terasa sudah setengah jam Oik menunggu orang yang bernama Dirga itu tapi tak kunjung datang...

Tiba-tiba...

" Hai Oik... Aku ganggu yah? Lagi nunggu siapa? Boleh aku duduk disini?"

" Eh Cakka.. Gak..gak ganggu kok.. Aku...aku gak nunggu siapa-siapa kok... Oh,, Boleh silahkan..." Cakka duduk tepat didepan Oik..

" Dari tadi aku perhatiin kok kamu khawatir gitu?"Tanya Cakka

" Aku... Oh gak kok.. Cuma ..cuma disini sedikit dingin aja... Trus kamu ngapain disini?"

" e... E... Itu lagi nungguin teman..."

" Shilla yah?"

" Bukan... Bukan Shilla... Kok kamu bisa berpikiran seperti itu?"

" emm... Nebak aja..."

" Gak kok..."

Seketika Cakka menatap Oik dengan tatapan yang dalam sehingga membuat Oik menjadi lemas... Kalau seperti ini Oik berharap Dirga itu tak usah datang...

" Oh ya Ik.. Tunggu ya... Aku mau nelpon temanku dulu..."

Cakka mengeluarkan HPnya lalu berdiri dari kursi dan agak menjauh... Iapun memencet angka-angka lalu menelepon nomor tersebut...

Tiba-tiba...

" cause u'r amazing...just the way you are..." HP Oik berbunyi...

Oik melihat screen HPnya...

" Dirga???" Oik kaget melihat nama tersebut...

Ia segera mengangkat telepon...

" Hallo..." Oik mengangkatnya tetapi kok aneh seperti terdengar menggema...

" Hallo... Cahya yah?" Suara itu... Oik seakan mengenal suara itu...

Ia kemudian berbali pada Cakka... Cakka juga sedang melihat Oik...
Kemudian... Mereka berdua tertawa...

" Hahaha... Jadi kamu yang pake nama Dirga?"

" Iya... Jadi kamu itu Cahya?" Kata Cakka sambil duduk di kursi tadi..

" Iya... Tapi kok nomor kamu beda?"

" Ya... Aku beli nomor baru cuma untuk acara ini... Kamu juga ganti nomor yah?"

" Yah... Semenjak putus dari kamu aku jadi gak mau ingat kamu... Jadi nomor pemberianmu aku simpan dan aku ganti dengan nomor yang baru... Kok kamu bisa ikutan acara ini? Bukannya kamu sudah punya Shilla?"

" Shilla?"

" Iya... Waktu itu aku lihat kalian mesra-mesraan diacara amal dan bazaar..."

" Gak kok.. Aku dan Shilla just friend... Gak lebih.. Waktu itu aku dan Shilla panitia dan giliran jaga... Jadi kita jaga posko bareng-bareng... Dan bukankah kamu yang sudah punya Obiet? kok ikutan acara ini..."

" Obiet? Gak kok... Kok kamu bisa berpikiran gitu?"

" Habis waktu itu aku lihat Obiet hampir setiap hari antar jemput kamu..."

" Oh itu... Obiet cuma nawarin tumpangan kok... Yah apa salahnya kan? Dari pada aku jalan kaki... Eh aku baru nyadar sesuatu..."

" Apa?"

" Ternyata kamu pake jaket ungu, kaos hitam dan skinny jeans seperti yang dibilang Dirga.."

" Iya... Aku juga baru sadar kalau kamu pake sweater pink dan bando putih seperti yang dikatakan Cahya... Satu lagi kamu gak nyadar"

" Apa?"

" Namaku kan Dirga... kepanjangan dari RamDlanI nuRaGA.. Blee"
Cakka mencubit Oik...

" Aww,,, sakit..." ringis Cakka...

" Aku aja gak sadar apalagi kamu... Kamu lupa yah nama tengah aku Cahya?"
Cakka menepuk jidatnya...

" Oh iya..." sambil membentuk jarinya seperti huruf 'V'..
Suasana jadi hening... Nampak romantis ketika diiringi suara biola dan merdunya penyanyi Cafe denga lagu Bukan Cinta Biasa...

Cakka memegang tangan Oik...

" Oik... Ketika aku jauh dari kamu aku merasakan betapa aku kehilangan kamu... Dan ketika aku melihatmu bersama orang lain aku merasakan gemuruh didalam dadaku... Karena kamu adalah soulmateku... Cinta kita memang tak pernah disinggahi masalah karena kita memang menjaga cinta kita... harusnya kita bersyukur karena cinta kita bisa dikatakan perfect love..."

" Iya Cakka aku... Aku juga merasakan hal yang sama... Ketika aku harus berpisah darimu..."

" Perlukah aku menembakmu lagi...?"
Oik tersenyum geli...

" Baiklah... Oik Cahya Ramdlani... Maukah kamu menjadi pacar Cakka Kawekas Nuraga lagi... Dan kelak menjadi seseorang yang terus mendampingiku sampai tua nanti serta menjadi Ibu bagi anak-anakku nanti?"

Oik kaget dengan 'Penembakan' Cakka kali ini dengan kata-kata yang tidak biasa... Terasa begitu serius...

" Aku mau..." Kata Oik sambil tersenyum...

Merekapun medekatkan kepala mereka dan ....

Cup...!

" Jepreeet! " Terdengar suara kamera...

Diiringi suara anak-anak...

" Cieeee... Cieeee... Yang udah balikan... Wah... wah... Pikirannya sampe ke anak-anakan :O " 
Ledek Gabriel dan Sivia...

" Kita kebagian PJ dong..." Rio dan Agni muncul dari belakang...

Tak lama kemudian Ray datang sambil mendorong Kursi roda Acha...

" Bukan PJ... Tapi PB dan PS..." Kata Ray menyela...

" Apa tuh...?"

" Pajak Balikan dan Pajak Soulmate" Kata Acha...

Semua tertawa....

>>>>>>>>>>>>>>>>

Oik menutup sebuah Album foto... Cakka duduk disebelahnya...

Terlihat seorang Gadis Remaja yang sedari tadi mendengarkan cerita Cakka dan Oik...

" Jadi Ayah dan Bunda dulu juga merasakan hal yang sama dengan Ikka?"

" Ia Ikka... Jadi kamu berpikir lagi deh kalau ingi mengakhiri hubungan kamu dengan Brian.. 

Mungkin kalian tidak pernah bertengkar karena kalian benar-benar Soulmat yang ditakdirkan untuk hidup bersama" Kata Oik sambil membelai rambut Putrinya yang beranjak Dewasa...

" Emang gitu yah ... Ayah...?" Tanya Ikka kepada Cakka...

" Betul Ikka... Ayah dan Bunda kan telah menceritakannya..." Kata Cakka sambil merangkul Oik... 

" Yaudah deh Yah...Bun... Ikka gak jadi mutusin Brian..." Kata Ikka sambil tersenyum memeluk gulingnya... 

Oik dan Cakka tersenyum melihat anaknya yang sedang kasmaran itu... Membayangkan kisah mereka beberapa puluh tahun lalu... 

" Lagi pula kalau Brian dan Ikka memang ditakdirkan bersama sebagai soulmate.. kita berarti bakalan jadi keluarga dengan Gabriel dan Sivia karena Brian anak mereka.... hehehe... " Oik dan Cakka tertawa bersama... 


> Tamat <

Jumat, 18 Maret 2011

MENANTI SEBUAH JAWABAN (Cerpen by febiALVZ)

Aku tak bisa luluhkan hatimu
Dan aku tak bisa menyentuh cintamu

 
“apaan sih? Lo mau apa lagi, gak bosen apa ya deketin gue mulu?” kata perempuan cantik itu kasar sambil menolak lengan cowo tampan yang berusaha meraih lengannya.
 
“gue gaakan bosen, gaakan perna bosen, gue yakin bisa buat lo lu…”
 
“APA? BUAT GUE APA? BUAT NYAKITIN GUE!?” teriak cewe itu sambil menunjuk cowo itu tepat di hidungnya.
 
“maksud lo apa? Nyakitin lo?”
 
“udahlah, lupain! Gue minta sama lo, minta banget… jauhi gue!” pinta cewe itu memelas, air matanya mulai menumpuk di matanya.
 
Tanpa memedulikan perasaan cowo yang ada di hadapannya, dia pergi begitu saja.
 
“gue tuh sayang sama lo, kenapa lo gaperna bisa ngertiii!?” teriak cowo itu kalap
 
***
 
Seiring jejak kakiku bergetar
Aku tlah terpaku oleh cintamu

 
“Kka, kenapa sih, Oik lagi?” sentak cowo cakep bernama Deva yang tak lain tak bukan adalah sahabat cowok bernama Cakka yang tengah termenung sambil memandang langit siang itu.
 
Cakka menoleh sekitar 1 detik ke Deva kemudian mengangguk dan kembali termenung.
 
“sampai kapan sih lo kayak gini? Kan udah jelas Oik itu ng.. gak nerima elo Kka, gimanapun juga, coba ngertilah,” kata Deva sambil menepuk-nepuk bahu Cakka.
 
Cakka menghela nafas berat, “masalahnya Dev, hati gue gak mau. Hati gue bilang, Oik juga suka sama gue, cuma ada satu alasan yang buat dia selalu nolak cinta gue,” tegas Cakka
 
“ng.. mungkin kejadian di masa lalu kali yang buat Oik benci sama lo?” Tanya Deva
 
Cakka menautkan alisnya, “masa lalu? Bego deh lo Dev, gue kan kenal Oik di SMA, mana mungkin dia masa lalu gue,” Cakka keheranan
 
“haha, entahlah Kka, yang jelas kalo jodoh itu, nanti datang sendiri ko,”
 
“ya, gue juga tau. Yang jelas gue gak akan menyerah,”
 
“hey Cakka, hay Deva,” seorang laki-laki yang memiliki senyum bak malaikat (?) datang menghampiri Cakka dan Deva.
 
“apaan sih Zy? Datang-datang langsung aja nempel ama geu, suka ya? Bilang aja!!” sungut Deva sambil mendorong Ozy yang duduk sangat dekat dengannya.
 
Ozy nyengir lebar, “apade lo Dep, gue bawa kabar nih Kka, buat lo!” kata Ozy berpaling ke Cakka.
 
Cakka memejamkan matanya, “kalo berita pertandingan basket lusa, gue gak mau denger,” cetus Cakka cuek.
 
“ahelah bukan itu Caksay,” uajr Ozy sambil mencubit pipi Cakka gemas.
 
Cakka membelai-belai (?) pipinya yang dicubit Ozy, “Ozy kenapa sih lo? Maho? Ish~” kata Cakka sebel
 
Ozy malah ngekeh dikatain begitu ama Cakka, Deva segera menjitak kepala Ozy cukup kencang, “lo mau bawa berita apaan? Malah ngegodain Cakka lagi, kasian amat ya si Acha –pacar Ozy- punya pacar rada maho kayak lo,”
 
“sialan lo Dep, yaudah deh ini gue kasi inpo, tentang Oik lho, Kka, beneran gamau denger?” goda Ozy sambil mencolek-colek dagu Cakka.
 
Cakka langsung terkesiap, mendadak dia menatap Ozy dalam-dalam, “berita buruk or baik?”
Ozy mendadak murung, “ng.. map ya bray, kali ini… cukup buruk,”
 
Deva langsung dagdigdug, maklum Cakka paling susah mengontrol emosinya.
Biasalah, anak seusia mereka kan emang labil.
 
Rahang Cakka mengeras, “apa Zy?”
 
Ozy gugup mendengar nada suara Cakka yang terkesan ingin “menelannya” .
 
“ng Kka, itulo.. si Oik….”
 
“apaa? Yang jelas!” tegas Cakka
 
“O..Oik jadian sama Alvin, Kka…”
 
Cakka terdiam sesaat, “lo serius?” tanyanya parau.
 
Ozy mengangguk pelan, “ya Kka, gue denget dari Keke, temennya Oik, dia nyuruh gue bilangin ini ke lo, supaya lo.. gak ganggu Oik lagi, maaf ya bray kalo beritanya nyakitin lo,”
 
Tanpa menjawab Cakka langsung pergi begitu saja dari hadapan Ozy dan Deva, mukanay merah karena menahan marah.
 
Ozy dan Deva bertatapan, “gimana nih?”
 
***
 
Menelusup hariku dengan harapan
Namun kau masih terdiam membisu

 
“Ik, sampai kapan lo bohongin diri lo sendiri kayak gini?” Tanya Keke pada Oik yang menunduk dalam-dalam disebelahnya.
 
Oik mendongak, “hhhh, maksud lo?”
 
“gausa pura-pura gak tau deh Ik, lo juga suka kan sama Cakka? Lo tega Ik, kenapa lo ngaku pacaran sama Alvin yang jelas-jelas sepupu lo. Lo ga mikirin perasaan Cakka, Ik? Pasti dia sakit, Oikk,” celetuk Keke sambil mengguncang lengan Oik pelan.
 
Oik menggeleng, setitik air mata keluar dari kedua kelopak matanya, “maafin gue Ke, tapi belum waktunya gue ngasi tau rahasia gue sama lo, bukan maksudnya gue nutupin, tapi… gue belum siap.” Tuturnya lemah
 
Keke memeluk Oik erat, “iya Ik gapapa, gue ngerti ko. Tapi lebih baik lo pertimbangin prinsip hidup lo untuk selalu menjauh dari Cakka,”
 
Oik hanya diam, diam membisu di pelukan Keke.

 
---

 
“Ik, kalo bole tau, kenapa sih lo minta gue pura-pura jadi pacar lo?” Tanya cowo berwajah oriental yang mengemudi di sebelah Oik, yang tak lain tak bukan adalah Alvin menanyakan hal itu.
 
Sudah 3 hari dia dan Oik, sepupunya, berpura-pura jadi sepasang kekasih.
 
“emang kenapa Vin? Lo keberatan?” Tanya Oik heran
 
“ng.. ngga sih Cuma ya Ik, gue kan.. ah gimana ya bilangnya..” mendadak Alvin gugup
 
Oik tersenyum tipis, “haha udah ada kecengan ya lo?”
 
Alvin terbelalak, “nah iya, ko lo tau sih?” Tanya Alvin innocent
 
“hahahaha ya taulah abisnya ga biasanya lo gugup, emang siapa sih? Siapa sih?” mendadak Oik penasaran.
 
Alvin salah tingkah, “ng apadeh lo Ik, rahasia dong,”
 
“yee parah amat sih lo, gue loncat dari mobil nih kalo lo gamau ngasi tau,” ancam Oik sambil bersiap-siap membuka pintu mobil.
 
“eheh jangan dong, ng i..i..iya gue kasi tau, tapi duduk manis ya Oik sayaaang?” bujuk Alvin gelagapan.
 
Oik tersenyum senang, “haha lo takut juga y ague mati, buktinya lo bujuk gue supaya ga loncat,”
 
Alvin manyun, “yee itumah karna gue takut dibunuh ama bonyok lo yang gak lain gak bukan tante dan om kandung gue (?).” kata Alvin sebel
 
“yeee, yaudah deh gausa muluk-muluk, siapa sih kecengan lo?”
 
“ng itu si Zevana, tau kaaan?” Tanya Alvin sambil nyengir, pandanganya masih terpusat pada jalanan di hadapannya.
 
“haha jeje toh, taulah, sobat gue itumah.”
 
“nah lo sendiri kenapa ga jawab pertanyaan gue, kenapa lo mendadak pengen kita pura-pura pacaran? Gue tau gue ganteng Ik, haha,” timpal Alvin
 
Oik menoyor kepala Alvin, “yee geer, itusih karna gue malas aja dideketin Cakka mulu,” sungut Oik
 
“eh ngomong-ngomong kenapa lo selalu nolak Cakka sih, Ik? Gue liat kayaknya lo suka deh sama dia,” Tanya Alvin sambil memberhentikan mobilnya, karna kini mobilnya sudah berhenti di depan rumah minimalis yang merupakan rumah Oik.
 
Oik terdiam, “itu bukan urusan lo, Vin…”
 
“apa ada hubunganya sama kondisi lo yang…”
 
“stop! Udah Vin gue benci bahas ini, makasi ya udah anterin gue, byee,” secepat kilat Oik keluar dari mobil Alvin.
 
Alvin membuka kaca mobilnya, “map ya Ik, gue gak maksud nyinggung perasaan lo,” kata Alvin mearsa bersalah,
 
Oik yang sudah membuka pagar tersenyum pedih, “y ague ngerti ko Vin,”
 
***
 
Sepenuhnya aku...ingin memelukmu
Mendekap penuh harapan...tuk mencintaimu

 
Oik merasa badannya sakit sekali hari ini, kepalnya berputar-putar.
 
“mama, Oik pulang,” sapa Oik begitu dia memasuki rumah.
 
“iya sayang, istirahat gih,” mamanya yang baru keluar dari dapur langsung menghampirinya.
Tiba-tiba Oik merasa kepalanya pusing sekali, langkahnay sempoyongan, dan…
 
“Oik, kamu gapapa sayang?” Tanya mamanya cemas sambil menahan badan Oik yang mendadak jatuh.
 
Oik berusaha berdiri, “engga apa-apa ko ma, hehe,”
 
“udah ke kamar gih, mama anterin ya?”
 
“ih mama kayak aku anak kecil deh, gausa, mama ke dapur aja lagi,” Oik berusaha menyakinkan mamanya.
 
“tapi Oik… sayang, kamu mimisan tuh,” kata mamanya kaget,
 
Oik kaget, dia meraba hidungnya, dan benar saja, percikan darah langsung mengenai jemari-jemari mungilnya.
 
Oik tersenyum getir, “haha ini mah bias amah, kayak mama gatau Oik aja deh,”
 
“Ik, udah deh, kamu opname aja ya sayang, penyakit kamu udha kambuh lagi,” paksa mamanya cemas
 
Oik menggeleng, “engga ma, aku masih kuat. aku gamau, aku ke kamar ya ma?” kata Oik lemahs ambil berlari menuju kamarnya.
 
BRAAAK! Oik membanting pintu kamarnya dengan kencang, kemudian menangis tersedu-sedu
 
“Tuhan, aku udah capek. Udah gak kuat,” isaknya, darah yang mengalir dari hidungnya semakin banyak,hingga baju seragamnya ternoda oleh darah.
 
Oik melirik seragamnya dan tersenyum getir, “Kka, alasan inilah yang buat aku menjauh dari kamu, cowo yang aku cinta! Aku sakit Kka, mungkin umurku udah gak lama. Aku gamau nyakitin kamu,” desis Oik pelan.
 
***
 
Setulusnya aku...akan terus menunggu
Menanti sebuah jawaban tuk memilikimu

 
Sore ini Cakka sedang men-dribble bola basket di lapangan sekolah, teman-temannya sedang latihan bersama, dia memilih latihan seorang diri.
 
Cakka sudah mendengar kalo Oik udah gak bersama Alvin lagi, buktinya Alvin udah pacaran sama Zevana sekarang.
 
Tapi tetap saja Cakka sakit hati, Oik masih sama seperti dulu, menjauhinya tanpa sebab.
 
Cakak tersentak saat sudut matanya menangkap sosok Oik sedang duduk di pinggir lapangan bersama Keke, tanap dikomando, kaki Cakka langsung melangkah kesana.
 
Oik tampak kaget mendapati Cakka berdiri dihadapannya,
“ng gue pergi dulu ya temanteman, byeee☺” Keke langsung melesat pergi begitiu saja.
 
Membuat Oik kebatkebit menghadapi Cakka, “mau apa lagi sih, lo?” Tanya Oik ketus
 
Cakka menghela nafas, “Ik. Apa sih salah gue???” Tanya Cakka heran
“pikir aja sendiri,”
 
“ayolah Ik, please jangan ketusin gue muluu, gue sayang sama lo, Ik!”
 
Oik terdiam, “tapi gue gak sayang sama lo,” tegas Oik gugup
 
“BOHONG!” ucap Cakka kalap.
 
Oik mendelik Cakka sinis, “apa maksud lo boong? Gausa kegeeran gue suakin deh,” desis Oik sinis.
 
“Ik, gue tau lo juag sayang sama guee,” kata Cakka sambil menyekal kedua tangan Oik, memaksa gadis itu melihat matanya.
 
Oik menunduk dalam-dalam
 
“coba tatap mata gue dan bilang lo gak sayang sama gue, Ik!” desis Cakka.
 
Oik menghela nafas, dan mendongak. Lututnya langsung lemas memandang mata Cakka, bagaimana bisa dia membohongi perasaan di depan mata Cakka itu?
 
“gu…guee,” Oik menggeleng.
 
“jangan paksa gue,” desisnya
 
“tuhkan, lo sayang sama gue kan, Ik? Jawab Ik??” desak Cakka sambil mengguncang bahu Oik.
 
Oik tak kuasa menahan air mata, ternyata cowo pujaannya yang ebrdiri dihadapannya benar-benar mencintainya dengan tulus.
 
Tapi apakah Cakka akan tetap mencintainya jika dia tau Oik…
 
Mendadak Oik kembali pusing, bahkan kali ini lebih parah dari sebelum-sebelumnya.
 
Cakka kaget melihat perubahan Oik dan sangat kaget melihat darah yang keluar dari hidung Oik,
 
“Oik, kok lo mimisan?” kata Cakka panic
 
Oik kaget, tanpa sadar dia meraba hidungnya dan mendapato darahnya mengalir seperti biasanya.
 
“bukan apa-apa, gue gak kenapa-kenapa ko,” kata Oik sambil berlari meninggalkan Cakka, aor matanya masih menangis.
 
‘Oik, lo kenapa? Apa lo sakit? Kenapa Ik? Jangan buat gue cemas gini,’ batin Cakka sambil memandangi punggung Oik yang menjauh, sekelebat kecemasan langsung menghantuinya.
 
‘Tuhan, kenapa Engkau memperlihatkan penyakitku ini di depan Cakka? Kenapa Tuhan?’ batin Oik sambil terus berlari.
 
***
 
Betapa pilunya rindu menusuk jiwaku
Semoga kau tau isi hatiku...

 
“Keke, Oik kemana? Lo tau?” Tanya Cakka panic, sejak dia berdialog dengan Oik dilapangan basket, sudah seminggu dia tidak melihat Oik.
 
Keke menggeleng, “gue gatau Kka, gue hubungi hape-nya tapi mailbox, gue sms pending, begitu jug ague BBM,” kata Keke jujur.
 
“bener?” Tanya Cakka
 
“iya serius, lo ga liat apa muka gue udah cemas gini? Akhir-akhir ini Oik sering mimisan Kka, geu takut dia kenapa-napa. Rencananya ntar pulang sekolah gue mau ke rumahnya,” tutur Keke
 
“gausa, biar gue aja yang ke rumah dia, minta alamt dia, Ke!” kilah Cakka
 
Keke tersentak, “tapi Kka….”
 
“udahlah Ke, please, kali ini gue mohon banget,”
 
Keke menghela nafas, “okedeh, tapi jangan bilang dari gue ya,”
 
“iya, sip! Thank you ya☺”
 
“sip!”
 
---
 
Jadilah pulang sekolah Cakka langsung mengemudikan motornya ke ruamh Oik,
 
Motornya berhenti di depan ruamh minimalis, dia melihat kertas yang diberikan Keke tadi, “ya, ga salah lagi, ini rumahnya!” katanya pelan
 
‘Ik, kamu kenapa?’ batin Cakka sambil membunyikan bel, perasaannya cemas sekali.
 
Setelah sekitar 3 kali memencet bel, seorang yang sudah lumayan berumur membuka pintu, tampaknya itu pembantu Oik,
 
“nyari siapa ya, mas?” tanyanya ramah
 
Cakka tersenyum, “Oiknya ada bi?”
 
Bibi itu mendadak murung,
 
“mas temennya neng Oik ya? Neng Oik sejak seminggu yang lalu dirawat di rumah sakit, mas,” kata bibi itu
 
Nafas Cakka tercekat, “ru..rumah sakit, bi? Oik sakit apa bi?” Tanya Cakka pelan
“saya kurang tau mas, tapi kalau tidak salah, leo….,”
 
“LEUKIMIA?” Tanya Cakka kaget
 
Bibi itu mengangguk, “nah iya mas benar, penyakit bahaya gak mas?” Tanya bibi itu penasaran
Dada Cakka terasa sesak seketika, apakah Oik menjauhinya karna penyakitnya ini?
 
“parah bi, banget malah. Dirumah sakit mana?”
 
“astagfirullah, semoga neng Oik baik-baik jaa deh. Saya denger dari nyonya katanya makin parah mas, di rumah sakit Caikers…”
 
“amiin semoga Oik gak apa-apa, saya permisi dulu ya bi, terima kasih,”
 
“iya mas, hati-hati ya.. saya selalu berdoa buat neng Oik,”
 
“iya bi,”
 
Cakka langsung menghidupkan mesin motornya dan melajukannya dengan kencang.
 
Dadanya bergemruh menahan kecemasan yang sangat dalam.
 
‘Tuhan jangan ambil Oik,’ hanya doa itu yang terus diucpkannya
 
***
 
Dan seiring waktu yang terus berputar
Aku masih terhanyut dalam mimpiku

 
“ma, kenapa aku gak mati aja sih? Apa lagi guna aku hidup? Cuma nyusahin mama papa aja,” kata Oik sambil menangis di hadapan mamanya.
 
“sst Oik kamu gabole ngomong gitu sayang, mama yakin Oik bisa sembuh,” hibur mamanya, mamanya ikut menangis melihat kondisi putri satu-satunya itu
 
“tapi ma.. aku juga udah capek ma.. capek nahan sakit ini,” isaknya
 
“aku juga pengen normal kayak teman-teman yang lain ma,” sambung Oik lirih.
 
“makanya kamu yang kuat ya sayang, mama yakin puti mama kuat,” mamanya memeluknya erat.
 
Tok! Tok!
 
Suara pintu kamar diketuk terdengar.
 
Mama Oik melepaskan pelukannya, “masuk,” katanya sambil menyeka air matanya.
 
Sosok Cakka masuk ke ruangan, membuat Oik tercekat.
 
“permisi tante, saya Cakka… teman Oik,”
 
“oh, tante titip Oik sebentar ya nak, tante mau beli makanan dulu keluar,” kata mama Oik sambil beranjak
 
“iya tante,”
 
Ruangan hening saat mama Oik keluar dari kamar, Oik membuang muka sambil menggigit bibirnya, menahan tangis.
 
Cakka duduk disebelah Oik, kemudian memegang tangannya.
 
Oik langsung menarik tangannya, “kenapa lo datang Kka? Tau dari mana lo geu disini?” Tanya Oik tapi tidak menatap Cakka.
 
Cakka menghela nafas, “gue ke rumah lo, pembantu lo yang kasi tau, Ik.”
 
“Ik… kenapa lo ga cerita sama gue? Keke juga gatau lo sakit,” sambung Cakka lirih sambil memegang tangan Oik kembali.
 
Oik kembali menarik tangannya, “geu gak mau kalian kasihan sama gue, memang mungkin gue munafik, tapi gue gasuka dikasihani,” kata Oik bergetar
 
“Ik…”
 
“dan gue juga gamau kalianm benci sama gue,”
 
“Ik..”
 
“terus jauhi cewe penyakitan kayak gue,”
 
“Ik,”
 
“gue emang gapantas idup, kapan gue mati?”
 
“OIK DENGERIN GUE, TATAP MATA GUEE!” teriak Cakka yang membuat Oik terdiam dan reflex menatap cowo tampan tersebut
.
“apa Kka? Lo mau ngehina gue? Gue selalu menjauhi lo karna gue gamau lo hina Kka, geu tau kalo lo udah tau gue penyakitan, lo bakal jauhin gue, iyakan? Gue emang gapantas buat cowo populer kayak lo, Kka.” Isak Oik
 
Cakka memeluk Oik erat, entah mengapa Oik merasa teramat nyaman dan enggan melepaskan pelukan Cakka tersebut.
 
“Oik mau lo sakit, gue tetap sayang, dan cinta banget sama lo, ras ague gaakan berubah atopun goyah, Ik! Lo emang malaikat dihati gue,” tutur Cakka
 
Oik terisak, semakin pedih. “tapi Kka, gue Cuma cewe penyakitan yang umurnya mungkin tinggal sedikit lagi…”
 
“sst, hanya Tuhan yang tau umur Ik,”
 
“gue mau Tanya sama lo, lo sayang gak sih Ik sama gue?
 
Hening sesaat, kemudian Oik melepaskan pelukan Cakka dan menatap cowo itu, mata indah Oik kini sayu, membuat Cakka semakin sedih.
 
“gue sayang, sayang banget malah sama lo. Gue juga punya rasa yang sama, tapi gue gak pede Kka, masa cewe penyakitan kayak gue berani pacaran sama cowo pupuler kayak lo?” tegasnya pilu
 
Cakka tersenyum tipis, kemudian tangannya membelai pipi Oik.
 
“Oik, apapun yang terjadi sama lo, rasa gue gaakan berubah. Lo paham?”
 
“iya…”
 
“dan Oik, will you be my girlfriend?” Tanya Cakka tulus sambil mengecup pipi Oik.
 
“Kka?” Tanya Oik kaget
 
Cakka tersenyum manis, “yah, gue serius Ik.”
 
“ng….” Oik tampak bimbang, bagaimana bisa Cakka menerima kekurangannya?
 
“gue butuh sebuah jawaban Ik, bukan keraguan!” kata Cakka pelan
 
Oik tersentak, dia merasakan ketulusan Cakka, “yes, I’ll,” ucap Oik pelan
 
Cakka sumringah, dan memeluk Oik (again) denagn erat.
 
“Kka, makasi ya lo udah mau nerima kondisi gue,” kata Oik sambil menangis tertahan,
 
Cakka melepaskan pelukan Oik dan tersenyum manis, dia menyeka air mata Oik dengan ibu jarinya, “cinta sejati itu menerima kekurangan dan kelebihan Oik,”
 
Oik tersenyum kecil, air matanya mengalir semakin deras, “makasi Kka, aku cinta kamu,”
 
“I love you too, ☺”
 
“dulu aku selalu menanti jawaban perasaan dari kamu, sekarang kita berdua menunggu sebuah jawaban dari Tuhan, atas penyakit kamu sayang,” kata Cakka lembut sambil memeluk Oik.
 
“ya Cakka, aku harap kamu sabar menantinya.”
 
“pasti,”
 
---
 
Dari balik jendela, mama Oik tersenyum lebar,
‘terima kasih Tuhan, kau memberikan seseorang untuk menguatkan anakku,’ 

THE END
 

Caikers Family Official Blog. Design By: SkinCorner